Nilai-nilai Luhur dalam Ajaran Uis Neno (Timor Tengah Utara)

Uis Neno adalah nama ajaran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diwarisi oleh leluhur sejak dahulu kala secara turun temurun di Timor Tengah Utara. Pewarisannya secara lisan belum dalam bentuk ajaran tertulis. Leluhur yang dipandang sebagai penerima ajaran adalah Soi Liurai. Ia berperan sebagai penguasan tertinggi di wilayah yang mengatur masyarakat mengenai hal-hal baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Dalam ajaran kepercayaan Uis Neno empat hal utama yaitu ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama dan dipelihara yaitu Monit fus Uis Neno, Monit fua nitu dan Monit moe alekot. Monit berarti hidup atau kehidupan, fua berarti melihat atau memandang, Uis Neno berarti Raja Langit atau Tuhan Yang Maha Esa, nitu berarti roh atau arwah nenek moyang sedangkan moe alekot berarti berbuat, melakukan atau melaksanakan segala yang baik, luhur, indah dan mulia. Dengan demikian, ungkapan di atas dapat diartikan bahwa dalam hidup ini, manusia diwajibkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, menghormati roh arwah nenek moyang sebagai perantara hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan halhal yang baik bagi sesama dan lingkungannya.

Hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kepercayaan Uis Neno diajarkan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Uis Neno amoet, Acaket, ataos ma atatis, hoes mol kanan sasa okoke bi pah pinan tunah matet) ditegaskan di sini bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu ada. Tuhan adalah sumber dari segala yang ada, sumber dari segala hidup dan kehidupan dan penguasa alam semesta. Semua yang ada, termasuk manusia adalah ciptaan Tuhan. Selanjutnya tentang kedudukan, kekuasaan serta sifat Tuhan Yang Maha Esa, dalam kepercayaan Uis Neno diajarkan bahwa:

1. Tuhan Yang MahaEsa bertahta tidak di bumi, tetapi di tempat yang terpisah dan lebih tinggi dari bumi (arti kataNeno dalam Uis Neno).
2. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kedudukan yang jauh lebih tinggi, tiada tandingannya dibanding segala kedudukan yang ada di bumi ini (Uis neno afinif anesit).
3. Tuhan Yang Maha Esa adalah awal dari semua yang ada dan memiliki kekekalan Uis Neno ahunut abal balat).
4. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kekuasaan, kekekalan, maka kuasa-Nya tidak berkesudahan mengatur segala yang diciptakan-Nya (Uis neno akuasat akubelet abal-abal balat).
5. Tuhan Yang Maha Esa berkuasa memberi kehidupan dan menyelamatkan (Uis Neno afe honis aomina).
6. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai sifat yang tidak boleh disebut-sebut, sakral dan menggetarkan oleh karenanya sangat tabu untuk menyebutnya (Uis Neno leo kaino).
7. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai sifat terang benderang yang membara (Uis Neno apinat aklahat).
8. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai sifat kekal, tetap ada tidak berubah dan tidak berkesudahan (Uis Neno abal balat).
9. Tuhan Yang Maha Esa mempunyai sifat mengasihi, menyayangi, melindungi dan mengayom manusia dan alam ciptaan-Nya (Uis Neno amanekat ahatot aminit).

Berdasarkan kedudukan kekuasaan serta sifat Tuhan Yang Maha Esa di atas terlebih karena manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia mempunyai kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tiga Kewajiban utama manusia adalah:

1. Kewajiban menyembah Tuhan secara pribadi keluarga kelompok kecil atau besar (fua uis neno).
2. Kewajiban menyembah Tuhan secara tidak langsung melalui perantara, yaitu arwah nenek moyang (fua nitu). Arwah nenek moyang sering dipandang sebagai uis neno pal-pala, yang artinya wakil Tuhan di dunia.
3. Kewajiban menyembah Tuhan secara tidak langsung melalui hasil ciptaan-Nya seperti bumi, air dan lain-lain (fua pah manitu-cel).

Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia hendaknya menyadari dirinya sebagai pribadi yang berada di tengah-tengah masyarakatnya. Menyadari akan hal ini ia diharapkan untuk selalu berusaha menempatkan dan menyesuaikan diri, membenahi diri dan melaksanakan apa yang seharusnya ia perbuat secara pribadi yang berada dalam kehidupannya agar memiliki sifat-sifat luhur dalam rangka membentuk pribadi yang utuh. Kepercayaan Uis Neno mengajarkan:

1. Hendaknya setiap pribadi selalu berbuat baik dan hidup sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia (lais moin alekot atau lais moin mau sian).
2. Hendaknya setiap pribadi selalu bertakwa, menyembah serta mendekatkan diri terhadap Tuhan untuk mendapatkan Tuntunan-Nya (Lasi luli besat mtaus neo Uis Neno).
3. Hendaknya setiap pribadi mengusahakan keselarasan, keseimbangan, kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin (lasi monit aowina).
4. Hendaknya setiap pribadi menyadari bahwa jiwa manusia akan terus hidup walaupun tubuh akan hancur setelah datangnya kematian (lasi monit abal balat). Hubungan manusia dengan sesamanya.

Sebagai makhluk individu, manusia harus selalu menyadari bahwa dirinya tidak dapat lepas dari kelompok masyarakat di mana dia berada. Untuk menyiapkan manusia sebagai anggota masyarakat yang baik, kepercayaan Uis Neno mengajarkan:

1. Manusia hendaknya berbakti dan menghormati orang tua atau orang lain yang dituakan (lasi mtaus ma musman neo mnasi).
2. Manusia hendaknya tidak hanya mengasihi dirinya sendiri, tetapi saling mengasihi, tolong-menolong, bantu-membantu, beramal untuk sesama dan menghindari hal-hal yang merugikan orang lain (lasi manekat).
3. Manusia hendaknya hidup berdasar adat istiadat, membentuk pribadi yang luhur dan berlaku sopan terhadap sesamanya (lasi halat).
4. Manusia hendaknya setia melaksanakan perintah (lasi plenat).
5. Manusia hendaknya taat dan patuh pada para pemimpin, baik yang tinggi maupun rendah (lasi makulli-maaka).

Hubungan manusia dengan alam
Tentang hubungan manusia dengan alam, kepercayaan Uis Neno mengajarkan bahwa alam beserta seluruh isinya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk kepentingan hidup manusia. Alam dan lingkungannya sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karenanya alam haruslah dipelihara. Beberapa ajaran yang berhubungan dengan hal tersebut antara lain:

1. Manusia hendaknya memelihara lingkungan hutan (lais tal kio).
2. Manusia hendaknya memelihara hasil tanaman sampai tua, baru kemudian dipanen (lais nasaehe banu mana maluat).
3. Manusia hendaknya bekerja keras untuk mengolah dan memanfaatkan alam bagi kesejahteraan hidupnya (lais fani benasna uik ike suti nkeo, paham tuaf naleko).

Demikianlah secara singkat ajaran dalam kepercayaan Uis Nemo yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan, dirinya sendiri, sesamanya dan alam. Untuk masa sekarang ini, tampaknya ajaran-ajaran tersebut masih tetp relevan untuk dilaksanakan sehingga perli dipelihara serta dikembangkan.

Sumber:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1995. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
hal
Dilihat: