Empat Acra Perunggu Awalokiteswara

Awalokiteswara ialah perwujudan boddhisatwa yang dikenal sebagai dewa asih, dewa penjaga dan dewa kasih sayang dalam pantheon Buddha Mahayana. Ia juga dikenal sebagai Padmapani, sebagai putera Amitabha dan dalam alam kosmos ia bertanggung jawab dalam hal penciptaan. Ia dapat diwujudkan dalam satu bentuk kepala hingga sebelas kepala. Ia mempunyai pasangan (sakti) bernama Pandara.

Awalokiteswara mempunyai ciri:
Warna: putih, wahana (kendaraan): singha, mudra (sikap tangan: waradamudra (isyarat mendapat pengharapan), atribut: Aksamala (tambih), kamandalu (kendi), khadga (pedang), pasa (tali), padma dan amitabha bimba (arca Amitabha) pada mahkota di kepalanya.

Di luar wilayah India dan Tibet Awalokiteswara diwujudkan sebagai perempuan, misalnya Cina sebagai dewi Kuan-yin dan di Jepang sebagai dewi Kwannon.

Empat Arca Perunggu Awalokiteswara di Museum Nasional. Di Museum Nasional Jakarta disimpan empat arca Awalokiteswara dari bahan perunggu, berasal dari berbagai daerah dengan wujud dan penampilan berbeda-beda. Deskripsinya:
1. Arca no. 6042
Bahan perunggu, tinggi 16 cm, asal dari Korinci, dekat Palembang (Sumatera Selatan). Tangannya dua, tangan kiri mengangkat bunga seroja, tangan kanan bersikap waramudra (sikap memberi anugerah). Di mahkotanya ada arca Amitabha yang bentuknya berbeda dengan arca-arca di Jawa. Bentuk ini menggambarkan ciri khas arca-arca dari masa Sriwijaya di Sumatera.

2. Acra no. 509
Bahan perunggu berlapis perak, ditemukan di Tekaran dekat Wonogiri (Jawa Tengah) pada 1855. Tinggi 83 cm dan gaya arca mungkin dari Sriwijaya abad ke-8 hingga 9 M. Semua tangannya putus sehingga tak diketahui apa yang dipegang dan sikap mudra-nya. Di lehernya ada kalung dua untai, lengannya juga memakai gelang. Di kedua bahu hingga perut ada kalung ular (upawita), sedangkan di mahkotanya ada arca Amitabha. Dari pinggang ke bawah dikenakan pakaian transparan. Kakinya putus di bawah lutut.

Arca ini termasuk salah satu patung perunggu terbesar di Indonesia dan termasuk sedikit kelompok yang berlapis perak. Gayanya menyerupai arca dari great relic Monasteri di Thailand yang sekarang disimpan di Museum Nasional Bangkok.

3. Arca no. 7515
Bahan perunggu, bertatahkan mas dan perak, tinggi 42 cm dan ditemukan di daerah Sragen (Jawa Tengah). Tangan hanya dua, yang kanan dalam sikap abhaya-mudra (menolak bahaya), yang kiri dalam sikap witarka-mudra (menjelaskan atau mengajar). Bibir bawah serta urna (“mata” ke tiga di antara dua alis) bertatahkan mas, sedangkan mata bertatahkan perak. Di punggungnya ada sandaran berhiaskan lidah api (prabha) yang modelnya berasal dari Nalanda di India Utara. Ia berdiri di atas kuntum bunga badma; Di antara dua kakinya muncul bunga seroja dari dasarnya. Pada mahkotanya ada arca amitabha sedangkan di atas prabha ada chattera (payung).

4. Arca no. 603
Bahan dari perunggu, tinggi 15 cm, asal dari Solo (Jawa Tengah). Tangan delapan dalam sikap lalitasana (santai), kaki kirinya bersila dan kaki kanannya disandarkan pada bunga seroja. Dua dari tangan memegang tasbih dan tali, dua tangan kanan lainnya dalam sikap waramudra (memberi anugerah) dan abhaya mudra (menolak bahaya). Tiga tangan kiri, masing-masing memegang kendi, sekuntum bunga seroja dan trisula (garpu bergigi tiga) satu tangan lainnya patah. Di belakang badannya ada prabha bulat dengan lidah api dan di pucaknya ada kerangka untuk tempat arca kecil.

Awalokiteswara lain
Selain arca Awalokiteswara dari bahan perunggu, banyak pula yang dibuat dari bahan batu. Arca awalokiteswara dari bati antara lain ditemukan di Candi Mendut dan Plaosan Lor. Sikap tangan awalokiteswara dari batu umumnya wara-mudra atau abhaya-mudra.

Salah satu arca Awalokiteswara batu yang terakhir ditemukan ialah arca di halaman belakang rumah penduduk di Jalan Duku, Palembang, pada tahun 1972 ketika tanahnya digali untuk membuat kolem. Tinggi arca sekitar 90 cm, masih utuh dan hingga kini disimpan oleh yang empunya di Palembang.

Arca awalokiteswara sebagai dewa welas-asih, penjaga dan dewa kasih-sayang yang ditemukan di Indonesia mempunyai berbagai gaya pahatan berbeda karena pengaruh kebudayaan dari Thailand dan India. Keanekaragaman ini justeru menjadikan gaya seni arca Indonesia sengat termasyur sehingga empat arca perunggu awalokiteswara tersebut dipamerkan di empat kota besar di Amerika Serikat pada 1971, yaitu di Asia House Gallery (New York), Los Angeles Country Museum of Art (Los Angeles), Nelson Atkins Gallery of Art (Kansas City) dan Center of Asian Art and Culture (San Fransisco) dalam kerja sama dengan The Asia Society Inc yang dibantu oleh PT. Caltex Pacific Indonesia.

Sumber:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1996. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VII. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
hal
Dilihat: