Pusat Penangkaran Penyu di Pekon Muara Tembulih

Pusat penangkaran penyu Lampung Barat terletak di Pekon Muara Tembulih, Kecamatan Ngambur, sekitar 59 kilometer dari Kota Liwa. Di wilayah yang menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Laut Daerah Lampung Barat ini terdapat 4 dari 7 spesies penyu langka yang ada di dunia, yaitu penyu sisik, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu belimbing. Mereka sering mendarat antara bulan Februari-April dan Mei-Juli untuk bertelur di sekitar pesisir pantai dengan jumlah antara 100-150 butir per ekor.

Oleh Pemerintah Daerah setempat kawasan penangkaran penyu Pekon Muara Tembulih dijadikan sebagai ekowisata (wisata bahari berbasis konservasi) dengan membangun sarana dan prasarana pendukung guna kenyamanan bagi pengunjung yang hendak menggali informasi terkait dengan pelestarian penyu. Bahkan, terdapat suatu ruang khusus bagi wisatawan untuk menggali lebih jauh spesies penyu, baik habitat, kebiasaan, hingga pola reproduksinya.

Foto: http://www.griyawisata.com/internasional/africa/artikel/ratusan-anak-penyu-dilepas-ke-habitat-aslinya

Pantai Labuhan Jukung

Pantai Labuhan Jukung berada di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, sekitar 32 kilometer dari Kota Liwa. Oleh karena letaknya berada di jalur lintas barat Trans Sumatera Liwa-Krui, maka tidak heran kalau obyek wisata ini banyak dikunjungi orang, baik untuk berwisata maupun sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Kondisi Pantai
Pantai Labuhan Jukung memiliki panorama yang indah dengan latar belakang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Selain itu, lokasinya yang berhadapan langsung dengan Pulau Pisang membuat pantai ini terhalang dari ganasnya ombak khas Samudera Hindia. Kisaran ombaknya pun rata-rata “hanya” 2 hingga 4 meter, sehingga relatif aman untuk berselancar bagi tingkat pemula.

Namun, apabila tidak mahir berselancar, Pantai Labuhan Jukung juga menawarkan berbagai macam aktivitas pantai yang layak untuk dicoba, seperti: berenang, menyelam, berlayar, memancing, berjemur matahari, fotografi, berkemah, outbond activities, bersepeda menyusuri pantai, apresiasi ekologi pantai/laut, penelitian ekologi pantai/laut, atau menikmati alam sambil menunggu matahari tenggelan (sunset). Dan, apabila ingin menikmati kuliner khas laut, pantai ini juga banyak menawarkan jajanan dan makanan khas yang berasal dari laut.


Foto: ali gufron

Tomat

Ciri Fisik dan Kandungan Senyawa
Tomat atau Lycopersicum esculentum mill adalah buah khas benua Amerika yang terdiri dari berbagai bentuk dan dimensi. Tomat tergolong buah karena merupakan bagian tanaman yang bisa dimakan yang mengandung biji atau benih, sementara sayuran adalah bagian daun akar dan batang tanaman yang bisa dimakan (Kailaku, dkk., 2007).

Dalam buah tomat banyak mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti: solanin, saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid, likopen, ß-karoten protein, lemak, vitamin, mineral, dan histamin. Febriansah, dkk., (tt) menyatakan bahwa likopen merupakan senyawa paling banyak yang dapat mencapai 3-5 mg dalam setiap 100 gram tomat. Senyawa ini dapat mengobati diare, memulihkan fungsi liver, gangguan pencernaan, serangan empedu, menghambat pertumbuhan kanker (endometrial, prostat, payudara, ovarium, serviks, paru-paru), osteoporosis, dan lain sebagainya.

Khasiat
Lepas dari banyaknya jumlah senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tersebut, sejak dahulu kala tomat sebenarnya telah digunakan sebagai bahan pengobatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berikut ini adalah beberapa cara pengolahan tomat untuk mengobati suatu penyakit.

1. Barusuh
Barusuh dapat diobati dengan memakan buah tomat segar yang telah dicuci bersih agar terhindar dari kuman dan bakteri.

2. Flek hitam bekas jerawat
Tomat diiris tipis lalu gosokkan pada wajah dan biarkan hingga kering dan bilas dengan air hangat agar tidak lengket di wajah.

3. Mengecilkan pori-pori kulit wajah
Tumbuk atau giling tomat hingga lembut lalu campurkan beberapa tetes air jeruk dan oleskan pada wajah. Biarkan selama 15 menit sebelum dibilas dengan air dingin agar pori-pori mengecil dan kotoran tidak mudah masuk.

4. Gusi berdarah
Memakan buah tomat segar yang telah dicuci bersih agar terhindar dari kuman dan bakteri sejumlah 1 buah sehari hingga sembuh.

5. Keseleo
Buah tomat ditumbuk halus dan campur dengan minyak wijen lalu dipanaskan hingga tinggal menyaknya saja. Ramuan ini dapat dipakai sebagai minyak untuk memijat sendi-sendi yang keseleo.

6. Bisul
Panaskan daging dan biji tomat lalu diletakkan di atas bisul. Tujuannya agar bisul cepat pecah.

7. Menghilangkan komedo
Tumbuk satu buah tomat bersama dengan alpukat lalu oleskan pada wajah yang berkomedo selama beberapa menit. Setelah kering, bilas dengan air bersih hangat agar tidak lengket. (Ali Gufron)

Foto: http://ragammanfaat.com/manfaat-buah-tomat-untuk-kulit-wajah-dan-kesehatan/
Sumber:
Kailaku, Sari Intan, dkk,. "Potensi Likopen dalam Tomat untuk Kesehatan" dalam Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol. 3 2007. Hlm. 50-58.

Febriansah, Rifki, dkk,. tt. "Tomat (Solanum lycopersicum L.) sebagai Agen Kemopreventif Potensial", diakses dari http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/rifki_tomat-paper.pdf, tanggal 29 Juli 2014, pukul 15.28 WIB.

Danau Suoh

Danau Suoh terletak di Dusun Kalibata, Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, sekitar 250 kilometer dari Bandar lampung atau 40 kilometer dari Kota Liwa. Untuk mencapai obyek wisata yang berada pada ketinggan 1.200 meter diatas permukaan air laut ini dapat ditempuh melalui beberapa Rute. Rute pertama, dari Kabupaten Tanggamus melalui Kecamatan Wonosobo sejauh 60 kilometer. Sedangkan rute lainnya dapat melalui Kecamatan Sekicau atau Kecamatan Batu Brak.

Namun sayang, prasarana jalan di ketiga rute tersebut belumlah memadai (masih onderlagh), sehingga agak sulit untuk mencapai lokasi danau. Jadi, apabila hendak berkunjung hanya dapat menggunakan kendaraan off-road, baik berupa jeep atau motor trail yang dapat melaju di jalan berbatu dan berlumpur. Apalagi jika memilih rute melewati daerah Way Semaka, maka akan terasa lebih sulit karena harus menyeberang sungai selebar 150 meter menggunakan rakit atau getek dengan biaya Rp.2.000.

Kondisi Danau
Kawasan Danau Suoh merupakan sebuah “komplek” yang terdiri dari empat buah danau, yaitu: Danau Asam, Danau Minyak, Danau Belibis, dan Danau Lebar. Nama-nama tersebut konon diambil dari kondisi di sekitar danau. Misalnya, nama Danau Asam diberikan karena air danau itu rasanya asam. Sekitar 300 meter arah selatan Danau Asam terdapat Danau Minyak yang permukaan airnya tampak seperti minyak yang mengambang. Selanjutnya, Danau Belibis yang namanya diambil dari kawanan burung belibis yang sering datang mencari ikan. Danau Belibis kondisinya tidak terawat dan disekitarnya ditumbuhi ilalang tinggi. Terakhir, Danau Lebar yang asal usul namanya tidak diketahui secara pasti. Pasalnya, lebar danau ini masih kalah dibandingkan dengan Danau Asam.

Selain danau, di kawasan Suoh juga terdapat potensi panas bumi (geothermal) yang cukup besar dan apabila dikelola dapat dikembangkan sebagai obyek wisata dan sumber energi baru yang potensial di Lampung Barat. Lokasinya di bawah pegunungan sekitar kawasan antara hutan lindung dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Di tempat ini terdapat belasan lubang seukuran kolam yang mengeluarkan gelembung seperti air mendidih dan apabila telah mencapai permukaan akan meletus mengeluarkan bunyi serta asap berbau belerang. Oleh masyarakat setempat lubang-lubang yang diberi nama Keramikan, Pasirkunig, Gunung Goyang, dan lain sebagainya itu dijaga dan diberi kayu-kayu pembatas agar tidak diinjak oleh pengunjung yang datang.

Saat ini, seluruh potensi sumber daya alam di Kecamatan Suoh ini belum dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. Walhasil, hanya pada hari-hari tertentu seperti tahun baru atau hari-hari besar nasional saja danau-danau serta “kolam-kolam” geothermal ramai dikunjungi. Itu pun hanya wisatawan lokal dari Kecamatan Suoh dan beberapa kecamatan lain disekitarnya. Padahal, apabila dikelola dengan baik, tidak mustahil semua sumber daya alam tersebut dapat mendatangkan devisa besar bagi pendapatan asli daerah Lampung Barat. (gufron)

Foto: https://aryanamk.wordpress.com/type/aside/

Gulai bebat

Gulai bebat adalah makanan khas daerah Krui di pesisir Lampung Barat. Sesuai dengan namanya, gulai ini berbahan utama daun bebat, yaitu tumbuhan sejenis talas atau keladi tetapi tidak mempunyai umbi, batangnya berwarna agak putih, dan daunnya tidak basah bila terkena air. Bebat umumnya tumbuh di tanah basah atau gembur, seperti rawa atau tepian sungai.

Untuk membuat gulai bebat diperlukan daun-daun bebat yang masih kuncup dan bertekstur lembut agar mudah hancur atau robek. Daun-daun bebat ini kemudian dimasak sedemikian rupa menggunakan berbagai macam bumbu seperti cabe (sia lalak), garam (uyah/sia buku), jahe, santan kelapa (taboh katok), rempah-rempah (babukha), kunyit dan lain sebagainya selama berjam-jam hingga bentuknya menyerupai bubur. Dan, apabila telah matang dapat ditambah dengan petai atau dibubuhi iwa nyangu (ikan kering).
Cara Pasang Tali Layangan agar Manteng di Udara
Topeng Monyet
NUSANTARA COSMIC ECHOES - Pink Floyd Style Progressive Rock

Archive