Cerita dimulai dengan pertemuan yang tidak disengaja di bandara antara June Havens (Cameron Diaz), seorang wanita biasa yang berprofesi sebagai pemulih mobil klasik, dengan Roy Miller (Tom Cruise), seorang pria karismatik yang ternyata merupakan agen rahasia yang tengah melarikan diri. Miller dengan cepat menyeret June ke dalam sebuah pusaran konspirasi berbahaya setelah ia melumpuhkan seluruh awak pesawat dalam sebuah penerbangan komersial. Sang agen rahasia ternyata dituduh berkhianat oleh agensinya sendiri demi melindungi "The Zephyr", sebuah teknologi baterai abadi revolusioner ciptaan ilmuwan muda jenius bernama Simon Feck (Paul Dano) yang diincar oleh pedagang senjata internasional.
Penyelidikan naratif film ini berpindah ke berbagai lokasi global secara simultan melalui perjalanan globetrotting yang spektakuler. Di bawah bayang-bayang kejaran mantan rekan Miller, Agen John Fitzgerald (Peter Sarsgaard) yang manipulatif, June dipaksa beradaptasi dengan dunia spionase yang penuh tipu daya. Sementara itu, di tengah lanskap tropis Jamaika, jalanan bersejarah di Salzburg Austria, hingga festival lari banteng di Sevilla Spanyol, kesetiaan June langsung diuji di lapangan ketika ia dihadapkan pada dilema moral apakah Roy Miller adalah seorang pahlawan pelindung yang idealis atau justru seorang psikopat berbahaya yang delusif.
Keberhasilan film ini tidak lepas dari kehadiran Roy Miller sebagai personifikasi dari agen rahasia yang karismatik namun memiliki tingkat paranoia dan ketenangan yang akut. Tidak seperti agen spionase klise yang digambarkan dingin dan kaku, Miller didorong oleh keyakinan absolut bahwa tugasnya adalah menjaga keselamatan June dan baterai Zephyr, apa pun taruhannya (patriotisme protektif). Cruise membawakan karakter ini dengan senyuman khasnya yang menawan, energi fisik yang luar biasa, dan kepiawaian eksekusi aksi, menciptakan kontras yang menggelikan sekaligus mendebarkan antara situasi baku tembak yang mematikan dengan sikapnya yang tetap santun dan tenang di depan June.
Ambisi Fitzgerald untuk merebut baterai mencerminkan hubungan korup dan kelam di dalam internal agensi rahasia modern. Ironisnya, demi memuluskan rencana penangkapan Miller dan penjualan baterai tersebut ke pasar gelap, Fitzgerald memanfaatkan June sebagai umpan moral dengan memanipulasi informasi bahwa Roy adalah pengkhianat negara. Kehadiran June memberikan dinamika domestik yang kuat, terutama ketika ia bertransisi dari seorang warga sipil yang panik dan histeris menjadi seorang sekutu yang tangguh setelah menyadari bahwa insting romantisnya terhadap Roy jauh lebih bisa dipercaya daripada narasi resmi pemerintah.
Dari segi estetika dan hiburan, Knight and Day diakui sebagai salah satu film aksi komedi yang sangat bertumpu pada kekuatan chemistry pemain utama dan transisi adegan yang dinamis. Efek spesial yang bombastis sengaja dipilih oleh sutradara James Mangold untuk menghadirkan ketegangan yang menghibur, sementara desain set yang berpindah-pindah negara berhasil menghidupkan atmosfer pelarian spionase yang megah secara teatrikal. James Mangold juga berhasil mengarahkan sekuens aksi yang ikonik—seperti aksi tembak-menembak di atas sepeda motor di Sevilla—memberikan visualisasi kontras yang memacu adrenalin di tengah kehangatan romansa yang tumbuh di antara kedua karakter.
Aspek audio film ini juga memegang peranan krusial dalam membangun atmosfer ketegangan yang ceria sekaligus menggugah adrenalin. Komposer John Powell dipercaya untuk menggarap skor musik dengan memasukkan unsur-unsur instrumen gitar akustik bernuansa Latin dan perkusi yang dinamis. Musik pengiring ini sengaja dibuat dengan tempo yang cepat dan ceria untuk menyelamatkan beberapa adegan kekerasan bersenjata yang berpotensi menjadi terlalu brutal, memberikan bobot emosional yang membuat petualangan berbahaya ini tetap terasa seperti sebuah liburan romantis yang menyenangkan bagi penonton.
Namun, pergeseran format dari film thriller politik yang taktis menjadi aksi komedi romantis yang terkadang tidak realistis ini menjadi pedang bermata dua yang membuat Knight and Day menjadi salah satu film Tom Cruise yang memecah opini kritikus. Bagi sebagian penonton dan kritikus purist, plot yang sering kali menggunakan trik "June dibius dan tiba-tiba terbangun di lokasi baru" dinilai terlalu absurd, memotong laju narasi yang seharusnya intens, dan mengorbankan logika spionase militer yang realistis demi kenyamanan alur komedi.
Sarkasme dan humor slapstick yang disajikan pun sering kali terasa terlalu ringan bagi sebuah film berlatar agen rahasia CIA—seperti adegan Roy yang dengan santai menjelaskan cara melarikan diri saat mereka dikepung—sehingga mengurangi urgensi bahaya yang sebenarnya dihadapi. Secara keseluruhan, jika Anda mencari film spionase yang kelam, penuh intrik taktis, dan realisme militer, Knight and Day mungkin akan terasa mengecewakan. Sebaliknya, jika Anda mampu melepaskan ekspektasi realistis tersebut dan menikmatinya sebagai sebuah hiburan aksi murni yang penuh nostalgia pesona Tom Cruise dan Cameron Diaz, film ini adalah sebuah mahakarya hiburan pop-kultur yang sangat menyenangkan untuk ditonton.