Cerita dimulai di pedalaman Irlandia Barat yang miskin dan bergolak tahun 1892. Joseph Donnelly (Tom Cruise), seorang pemuda petani penyewa yang miskin, bersumpah untuk membalas dendam pada tuan tanah kaya raya setelah rumah keluarganya dibakar. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Shannon Christie (Nicole Kidman), putri sang tuan tanah yang pemberontak dan mendambakan kebebasan dari kekakuan aristokrasi modern Irlandia.
Mendorong ego masing-masing, keduanya memutuskan melarikan diri bersama ke Boston, Amerika Serikat, dengan impian bersama: mengklaim tanah gratis di wilayah barat yang baru dibuka. Di Boston, realitas keras benua baru langsung menghantam mereka. Joseph terpaksa menyambung hidup menjadi petinju jalanan ilegal demi mengumpulkan uang, sementara Shannon yang terbiasa hidup mewah harus bekerja di pabrik pengolahan daging yang kumuh, memaksa keduanya bertahan hidup sebagai sepasang "kakak-beradik" palsu di tengah kerasnya lingkungan kumuh imigran.
Keberhasilan film ini dalam menjaga keterikatan emosional penonton bertumpu penuh pada chemistry magnetis yang luar biasa antara Tom Cruise dan Nicole Kidman. Cruise, lengkap dengan aksen Irlandia-Irlandia kasarnya yang sempat memicu perdebatan kritikus, membawakan karakter Joseph dengan fisik yang prima, penuh energi, dan keteguhan hati seorang proletar. Di sisi lain, Kidman dengan cemerlang menampilkan transisi Shannon dari seorang gadis manja yang naif menjadi wanita mandiri yang tangguh. Rivalitas yang perlahan mencair menjadi cinta sejati di antara mereka memberikan dinamika komedi romantis yang hangat sekaligus mengharukan, terutama ketika harga diri kelas sosial mereka perlahan runtuh demi melindungi satu sama lain.
Dari segi estetika dan skala produksi, Far and Away diakui sebagai salah satu pencapaian visual paling spektakuler pada masanya. Sinematografer Mikael Salomon memanfaatkan kamera Panavision 645 (format 70mm) dengan sangat magis untuk menangkap kontras visual yang luar biasa—mulai dari tebing kelabu Irlandia yang berkabut, sesaknya pelabuhan dan jalanan Boston yang kotor, hingga puncaknya pada sekuens Oklahoma Land Rush tahun 1893. Adegan balapan massal perebutan tanah di paruh akhir film ini melibatkan ribuan figuran, ratusan kuda, dan kereta gerobak asli, menciptakan salah satu sekuens aksi historis pra-CGI paling kolosal, dinamis, dan paling menggetarkan dalam sejarah sinema modern.
Aspek audio film ini juga memegang peranan krusial dalam membangun atmosfer kepahlawanan imigran yang melankolis sekaligus megah. Komposer legendaris John Williams kembali dipercaya untuk menggarap skor musiknya, kali ini berkolaborasi dengan grup musik tradisional Irlandia, The Chieftains. Williams merajut simfoni orkestra barat dengan melodi alat musik tradisional seperti uilleann pipes, tin whistle, dan fiddle yang menyayat hati. Lagu tema penutup yang magis berjudul "Book of Days" dibawakan oleh penyanyi legendaris Enya, memberikan sentuhan emosional yang melambangkan harapan spiritual, kedamaian, dan luasnya cakrawala benua baru.
Namun, kecenderungan naskah garapan Bob Dolman untuk jatuh ke dalam formula melodrama yang klise menjadi pedang bermata dua yang membuat Far and Away menuai kritik atas kedalaman narasinya. Kritikus menilai plot film ini terlalu menyederhanakan sejarah kelam perjuangan para imigran asli menjadi sekadar latar belakang kisah cinta dongeng Hollywood yang mudah ditebak. Beberapa penggambaran karakter penjahat—seperti karakter tunangan Shannon, Stephen Chase (Thomas Gibson)—terasa sangat karikatural, sementara transisi nasib beruntung Joseph di Boston dirasa terlalu mengandalkan kebetulan sinematik demi menjaga ritme hiburan tetap ringan.
Secara keseluruhan, jika Anda mencari sebuah drama sejarah yang kelam, penuh kritik politik yang mendalam, atau realisme sosial yang pahit tentang penderitaan imigran, film ini mungkin akan terasa terlalu rapi dan diromantisasi. Sebaliknya, jika Anda mampu menikmatinya sebagai sebuah tontonan epos klasik Hollywood yang megah, sinematografi lanskap yang memanjakan mata, serta selebrasi pesona romantis masa muda Tom Cruise dan Nicole Kidman, Far and Away adalah sebuah mahakarya hiburan sinematik berskala besar yang sangat memuaskan dan penuh dengan rasa nostalgia.
