Taman Nasional Meru Betiri (Provinsi Jawa Timur)

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) terletak di pantai selatan Jawa Timur, yang secara administratif termasuk dalam dua kabupaten yakni Jember seluas 37.585 ha dan Banyuwangi seluas 20.415 ha. Kawasan Meru Betiri yang secara geografis terletak antara 113° 37' - 113° 58' BT dan 08° 21' - 08° 34' LS ini ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1997 yang pengelolaannya berada di bawah Balai Taman Nasional Meru Betiri.

Untuk menuju lokasi Taman Nasional Meru Betiri dari Kota Surabaya dapat dicapai melalui dua rute (menggunakan angkutan umum). Rute pertama, dari Kota Surabaya menuju Jember-Ambalulu-Curahnongko hingga sampai ke Bandealit (pintu gerbang Meru Betiri bagian barat) sejauh 256 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam. Sedangkan, rute kedua dari Kota Surabaya menuju Banyuwangi-Jajag-Sarongan hingga sampai ke Sukamade sejauh 137 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

Kondisi Taman Nasional Meru Betiri
Taman Nasional Meru Betiri yang namanya diambil dari nama sebuah gunung yang ada di dalamnya (Gunung atau meru Betiri), secara umum memiliki kondisi topografi yang bergelombang, berbukit dan bergunung-gunung dengan variasi mulai dari dataran pantai sampai dengan ketinggian 1.223 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan berdasarkan survey dari John Seidenticker dkk pada tahun 1976, di dalam kawasan TNMB ini sedikitnya terdapat tiga jenis tanah yaitu aluvial, regosol, dan latosol.

Kondisi topografis yang bervariasi tersebut menjadikan kawasan Taman nasional ini memiliki formasi vegetasi yang cukup lengkap. Bahkan, dari sebelas tipe vegetasi yang ada di Pulau Jawa, lima diantaranya terdapat di kawasan Meru Betiri. Kelima tipe vegetasi itu adalah vegetasi pantai, payau, rawa, hutan hujan tropika dataran rendah, dan rheofit.

Vegetasi pantai dapat dijumpai di sekitar Teluk Sukamade dan Teluk Meru. Vegetasi ini terdiri dari formasi Prescaprae dan formasi Baringtonis. Formasi Prescaprae terdiri dari tumbuhan rendah yang didominasi oleh jenis herba, sebagian tumbuhan menjalar dan jenis yang paling banyak adalah ubi pantai (ipomoea prescaprae) dan rumput liar (spinifex squarosus). Sedangkan formasi Baringtonia terdiri dari keben (baringtonia asiatica), nyamplung (calophyllum inophyllum), waru (hibiscus tiliaceus), ketapang (terminalia catappa), pandan (pandanus tecorius), dan lain sebagainya.

Vegetasi payau dapat dijumpai pada bagian timur Teluk Rajegwesi yang merupakan muara Sungai Lembu dan Karang Tambak, Teluk Meru, dan Pantai Sukamade. Jenis-jenis tumbuhan yang mendominasinya adalah bakau (rhizophora sp.), api-api (avicenia sp.), tancang (bruguera sp.), dan nipah (nypa fruticans).

Vegetasi rawa dapat dijumpai di belakang hutan payau Sukamade. Jenis-jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di dalam vegetasi ini diantaranya adalah sawo kecik (manilkara kauki), rengas (gluta renghas), pulai (alstonia scholaris), dan kepuh (steculia feotida).

Vegetasi hujan tropika dataran rendah dapat dijumpai di sebagian besar kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri. Tumbuhan yang termasuk dalam vegetasi ini adalah bayur (pterospermum sp.), winong (tetrameles nudiflora), gondang (ficus variegata), budengan (diospyros cauliflora), pancal kidang (algaia variegata), rau (dracontomelon mangiferum), glintungan (bischoffia javanica), ledoyo (dysoxylum amoroides), randu agung (gossampinus heptaphylla), nyampuh (litsea sp.), rotak warak (plectocomia elongata), dan lain sebagainya.

Vegetasi Rheofit dapat dijumpai di dataran yang digenangi oleh air sungai, seperti di aliran Sungai Sukamade. Jenis tumbuhan yang dapat hidup di daerah ini sebagian besar adalah glagah (sccharum spontaneum). Sebagai catatan, di kawasan Taman Nasional Meru Betiri terdapat 518 jenis tumbuhan yang telah teridentifikasi dengan 239 jenis diantaranya adalah tumbuhan obat, seperti: kemukus (piper cubeba), cabe jawa (piper retrofractum), kedawung (parkia roxburghi), joho lawe (terminalia balerica), kluwek (pangium edule), pule pandak (rauwolfia serpentina), widoro upas (merremia mommosa), jati belanda (guazuma tomentosa kunth), gadung (dioscorea hispida denn.), pulasari (alyxia reinwardtii bl.), patmosari (rafflesia zollingeriana kds.), dan lain sebagainya.

Kelima vegetasi yang ada di TNMB tersebut sampai saat ini kondisinya relatif masih lengkap dan asli, sehingga memungkinkan beraneka ragam jenis fauna hidup dan berkembang di dalamnya. Menurut laporan Primate (2002), di taman nasional ini memiliki 217 jenis satwa yang terdiri dari 25 jenis mamalia (18 jenis diantaranya dilindungi undang-undang), 184 jenis burung (64 dilindungi), dan 8 repilia yang enam jenis diantaranya dilindungi undang-undang.

Jenis-jenis satwa yang hidup di TNMB diantaranya adalah: banteng (Bos javanicus), babi hutan (Sus sp.), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), landang (Histryx javanica), linsang (Prionodon linsang), musang luwak (Paradoxurus sp.), macan tutul (Panthera pardus melas), lutung budeng (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kukang (Nycticebus coucang), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), pecuk ular (Anhinga melanogaster), kuntul (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bulbucus ibis), kuntul karang (Egretta sacra), bangau hitam (Ciconia episcopus), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), roko-roko (Plegadis falcinellus), trulek (Hiamantopus linnaeus), blekek (Limnodromus sempalmatus), trinil pantai (Tringa hypoleucos), cekakak (Todirhamphus (Halcyon) chloris), ayam-ayaman/truwok (Gallicres cinerea), dara laut jambul besar (Sterna bergii), cangak merah (Ardea purpurea), julang (Ryticeros undulatus), kangkareng (Anthracoceros convexus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), elang ular-bido (Spilornis cheela), elang laut perut putih (Haliaeetus Ieucogaster), elang hitam (Ictinaetus melayensis), elang bondol (Haliastur indus), elang brontok (Spizaetus cirrhatus), elang kelabu (Butastur indicus), sikep-madu Asia (Pernis ptiiorynchus), kukuk beluk (Strix Ieptogrammica), dan lain sebagainya.

Sebagai catatan, TNMB juga diyakini sebagai habitat terakhir harimau loreng jawa (Panthera tigris sondaica), salah satu satwa liar paling dilindungi karena terancam punah. Namun, hingga saat ini satwa langka tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi sehingga beberapa pakar memperkirakan macan jawa telah punah.

Selain kaya akan flora dan fauna, di Taman Nasional Meru Betiri juga terdapat beberapa area yang dijadikan sebagai obyek wisata, yaitu: (1) Pantai Sukamade, yang oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang masuk dalam “segi tiga berlian” yang dijadikan sebagai andalan sumber pemasukan dana dari sektor pariwisata. Pantai Sukamade merupakan habitat dan penangkaran penyu. Di pantai tersebut terdapat empat jenis penyu, yaitu: penyu blimbing, penyu slengkrah, penyu hijau dan penyu sisik. Obyek wisata lain yang masuk dalam “segi tiga berlian” Banyuwangi adalah kawah Gunung Ijen yang memiliki pemandangan indah dan unik. Dan, yang terakhir adalah Pantai Plengkung atau biasa disebut sebagai G-Land yang terkenal dengan ombaknya yang besar; (2) Teluk Damai dan Teluk Hijau; (3) Pantai Rajegwesi, yang merupakan pintu masuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri di bagian timur (Kabupaten Banyuwangi); dan (4) Teluk Permisan yang merupakan jalur traking yang dapat ditempuh dalam waktu 4-5 jam berjalan kaki. Teluk Permisan ini adalah tempat beristirahat para pecinta alam yang melakukan kegiatan traking lintas Meru Betiri dari Jember (Bandealit) ke Banyuwangi (Pantai Sukamade). (gufron)

Foto: http://www.dephut.go.id
Sumber:
http://www.dephut.go.id
http://www.sinarharapan.co.id
http://navigasi.net
http://www.mapala-upn-yk.org

Confederate C120 Renaissance Fighter

Technical Specifications
Confederate C120 Renaissance Fighter
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Transmission

Final Drive
Power

45 degree radial twin
4 1/8” x 4 1/2”
1966 cc
Confederate design; 5 speed; close ratio; CNC aircraft billet aluminum cases
Chain
Forged lightweight alloy pistons
CNC aircraft billet aluminum heads; Confederate “Combat” design; Dual counter-shaft balance system
Dimensions
Height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Lighting (front)
Lighting (rear)
Chassis


Suspension (front)
Suspension (rear)
Wheel (front)
Wheel (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)

27 inches

64 inches
135 mm
430lbs
Integral LED headlamp; turn signal
Integral LED tail lamp; brake; turn signal
Confederate triple load path design; CNC aircraft billet aluminum front and rear bulkheads; pure high-grade
titanium 5 inch outer diameter .095 wall
backbone; oil bearing
Girder-type CNC aircraft billet aluminum and titanium multi-link
Vincent design; centered coil-over shock; dual carbon fiber blades
3 inch x 19 carbon fiber
8 inch x 18 carbon fiber
Pirelli 120 ZR x 19
Pirelli 240 ZR x 18
CNC aircraft billet aluminum 4 piston caliper;
aluminum-ceramic matrix floating lightweight rotor
CNC aircraft billet aluminum 2 piston caliper;
aluminum-ceramic matrix floating lightweight rotor


Image: http://www.mototype.com

Source: http://www.confederate.com

Modenas Ceria 100

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, single cylinder, SOHC, air cooled
51.5 x 48.5 mm
101 cc
10.5:1
5.5 kW @7,750 rpm
7.38 N-m @6,500 rpm
Keihin CVK24
CDI
Compressed & Splash
Kick and Electric starter
12V 7Ah
CVT
Centrifugal, dry type
Direct drive
n/a
V-Belt
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

1710 mm
645 mm
1060 mm
1210 mm
85 mm
98 kg
Pipe frame
6.7 litres
n/a
Telescopic fork
Unit swing type, single
90/100-10
90/100-10
Disc
Drum

Source:
http://www.gallerydm.com

Modenas Kriss I

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, 1 cylinder, SOHC, air cooled
53 x 50.6 mm
111 cc
9.0:1
6.6kW (9.0 PS) @8500 rpm
9.3Nm (0.95kgf.m) @4000 rpm
Keihin PB18X1
Magneto to CDI
Force feed lubrication
Kick and Electric starter
12V 3Ah
4-speed return (down)
Automatic & Wet multi disk
3.048 (64/21)
3.0 (42/14)
Chain
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

1910 mm
670 mm
1050 mm
1245 mm
135 mm
98 kg
Pipe backbone
4.3 litres
44 km/litre @90 km/hour
Telescopic fork
Trailing swing arm
70/90 - 17
80/90 - 17
Drum
Drum

Source:
http://www.gallerydm.com

Bitter Ballen

Bahan
200 gr daging sapi cincang, sangrai sampai kering
50 gr margarin
50 gr bawang bombai, cincang halus
50 gr tepung terigu
150 ml susu cair
½ sdt garam
½ sdt lada bubuk
1 sdm gula pasir
1 sdm seledri cincang
minyak goreng
Pelapis
100 gr tepung panir
2 butir telur, kocok lepas

Cara membuat
Panaskan margarin, tumis bawang bombai sampai harum. Masukkan tepung terigu sekaligus, aduk cepat.

Tuang susu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai rata. Masukkan daging, garam, lada, gula pasir, dan seledri, aduk rata. Angkat dan biarkan dingin.

Ambil 1 sendok teh adonan, bulatkan lalu gulingkan ke tepung panir. Celupkan ke telur kocok, gulingkan lagi ke tepung panir.

Panaskan minyak goreng, masukkan bola-bola berpanir secukupnya. Goreng sambil sesekali dibolak-balik sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan.

Untuk 40 buah

Sumber: Tabloid Nova, No. 1050/XXI 7--13 April 2008.

Modenas 110 SE

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, 1 cylinder, SOHC, air cooled
53.0 X 50.6 mm
111 cc
9.3:1
6.6kW @8500 rpm
9.3 N.m @4000 rpm
Keihin PB18 X 1
Magneto to CDI
Forced lub. Wet
Kick starter
12V 3Ah
4-speed return
Centrifugal and Wet
3.048 (64/21)
3.0 (42/14)
Chain
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

1910 mm
670 mm
1050 mm
1245 mm
150 mm
96 kg
Pipe backbone
4.3 litres
44 km/litre @90 km/hour
Telescopic fork
Trailing swing arm
70/90 - 17 38P
80/90 H17 44P
Drum
Drum

Source:
http://www.gallerydm.com

Modenas Jaguh

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, 1 cylinder, SOHC, air cooled
65 x 52.4 mm
174 cc
9.0:1
11.8kW (16.0 PS) @8500 rpm
13.7 N.m (1.4kgf.m) @7500 rpm
Mikuni BS 28
Magneto to CDI
Forced lub. Wet
Electric starter
12V 9Ah
5-speed return
Wet multi disk
3.666 (77/21)
2.933 (44/15)
Chain
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

2155 mm
765 mm
1025 mm
1460 mm
n/a
132 kg
Steel pipe double cradle
14 liters
n/a
Telescopic fork
Trailing swing arm / Double Shock Absorber
90/90 - 17
130/90 - 15
Disc, double piston
Drum

Source:
http://www.modenas.com.my

Pai Cokelat

Kulit pai
150 gr tepung terigu
10 gr cokelat bubuk
50 gr mentega
1 kuning telur
¼ sdt garam
60 gr tepung gula

Bahan isi
50 gr whipped cream
100 gr susu cair dingin
100 gr stroberi kecil
75 gr gula pasir
25 ml air

Cara membuat
Buat kulit: kocok mentega dan tepung gula hingga rata, lalu masukkan kuning telur, kocok rata. Masukkan campuran tepung teriu dan cokelat bubuk, aduk hingga rata.

Ambil sedikit adonan lalu pipihkan di cetakan pai kecil hingga rata. Panggang hingga matang.

Buat isi: masak stroberi, gula, dan air hingga stroberi layu dan kuah mengental.

Aduk whipped cream dan susu cair, kocok hingga mengembang. Masukkan ke dalam plastik segitiga, semprotkan ke kulit pai. Siram dengan stroberi dan kuahnya, hidangkan.

Untuk 25 buah

Sumber: Tabloid Nova, No. 1050/XXI 7--13 April 2008.

Modenas Elit 150

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, 1 cylinder, SOHC, air cooled
57.0 x 57.8 mm
147.5 cc
9.4:1
8.18 kW @ 7,750rpm
11.0 N-m @ 6,500 rpm
Keihin CVK24
CDI
Compressed & Splash
Kick & Electric starter
12V 7Ah
CVT
Centrifugal, dry type
n/a
Direct drive
V-Belt
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

1885 mm
725 mm
1120 mm
1265 mm
105 mm
116 kg
Tube/pipe frame
6.7 liters
n/a
Telescopic fork
Unit swing type, single
120/70-12
130/70-12
Disc
Drum

Source:
http://www.modenas.com.my

Modenas GT128

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Carburetor
Ignition System
Lubrication
Starter system
Electrical Battery
Transmission type
Clutch
Primary reducation ratio
Final Reduction ration
Driving System

4-stroke, 1 cylinder, SOHC, air cooled
53.0 x 59.1 mm
130 cc
10:1
7.18/7500 kW/rpm
10.7/5500 N.m/rpm
Keihin NCV24
DC-CDI
Forced lub, wet
Kick & Electric starter
12 V - 3,5 Ah
4-speed rotary (down)
Centrifugal and wet
3.000 (69/23)
2.800 (42/15)
Chain
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Ground clearance
Dry weight
Frame type
Fuel capacity
Fuel consumption
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

1950 mm
690 mm
1060 mm
120 mm
102 kg
Pipe backbone
4.3 liters
64.4 km/l @ 80km/h
Telescopic fork
Trailing swing
70/90 - 17 M/C 38P
80/90 - 17 M/C 44P
Single disc
Single disc

Source:
http://www.modenas.com.my

Honda EX5 Dream

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Oil capacity
Starter system
Electrical Battery
Gear ratio



Primary reducation ratio
FinalReduction ration

4 stroke, SOHC, air cooled
50 x 49.5mm
97.1 cc
9,0 : 1
0,9 liters
Kick & Electric starter
12 V - 2,5 Ah
1st gear-2.833 (34/12)
2nd gear-1.705 (29/17)
3rd gear-1.238 (26/21)
4th gear-0.958 (23/24)
4.058 (69/71)
2.571 (36/14)
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Fuel capacity
Tyre (front)
Tyre (rear)

1915 mm
705 mm
1076 mm
1234 mm
3.7 liters
70/100-17 M/C 40P
80/90 - 17 M/C 50P

Image:
http://www.superbikesclub.com

Source:
http://uamotor.com.my

Honda Supra X 125 R

Spesifikasi Teknis
Honda Supra X 125 R
Mesin
Tipe mesin
Diameter x langkah
Displacement
Compression ratio
Max Torque
Max Power
Oil capacity
Kapasitas tangki
Kopling
Transmisi
Pola pengoperasian
Starter
Aki
Busi
Sistem pengapian

4 langkah, SOHC, pendinginan udara
52,4 x 57,9 mm
124,8 cc
9,0 : 1
1,03 kgf.m @4000 rpm
9,3 PS @7.500 rpm
0,7 liter pada penggantian periodik
3,7 liter
Otomatis sentrifugal
kecepatan bertautan tetap
N-1-2-3-4-N (rotari)
Pedal dan elektrik
12 V - 3,5 Ah
ND U20EPR9/NGK CPR6EA-9
Carburator - DC CDI
Dimensi
Panjang X lebar X tinggi
Jarak sumbu roda
Ground clearance
Berat kosong
Tipe rangka
Suspensi depan
Suspensi belakang
Ban depan
Ban belakang
Rem depan
Rem belakang

1.889 x 702 x 1.094 mm
1.242 mm
138 mm
105kg/103 (Tipe Spoke)
Tulang punggung
Teleskopik
Lengan ayun dan peredam kejut ganda
70/90 - 17 M/C 38P
80/90 - 17 M/C 44P
Cakram double piston
Cakram single piston/Tromol (Tipe Spoke)

Foto: http://www.myraffaell.com

Honda Supra X 125 PGM-FI

Spesifikasi Teknis
Honda Supra X 125 PGM-FI
Mesin
Tipe mesin
Diameter x langkah
Displacement
Compression ratio
Max Torque
Max Power
Oil capacity
Kapasitas tangki
Kopling
Transmisi
Pola pengoperasian
Starter
Aki
Busi
Sistem pengapian

4 langkah, SOHC, pendinginan udara
52,4 x 57,9 mm
124,8 cc
9,0 : 1
0,99 kgf.m @5.000 rpm
9,18 PS @7.500 rpm
0,7 liter pada penggantian periodik
3,7 liter
Otomatis sentrifugal
kecepatan bertautan tetap
N-1-2-3-4-N (rotari)
Pedal dan elektrik
12 V - 3,5 Ah
ND U20EPR9 / NGK CPR6EA-9
Full transistorized
Dimensi
Jarak sumbu roda
Ground clearance
Berat kosong
Tipe rangka
Suspensi depan
Suspensi belakang
Ban depan
Ban belakang
Rem depan
Rem belakang

1.242 mm
136 mm
107 kg
Tulang punggung
Teleskopik
Lengan ayun dan peredam kejut ganda
70/90 - 17 M/C 38P
80/90 - 17 M/C 44P
Cakram double piston
Cakram single piston

Image: http://dadunkzone.files.wordpress.com

Buell Blast 492 (2002)

Technical Specifications
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Fuel system
Torque
Horsepower
Gearbox
Final drive

Air cooled, single cylinder, 4-stroke
3.5x3.12 in (89 X 79 mm)
492 cc
9.2:1
Keihin Carburetor
30 NM @ 5500 RPM
34 HP @ 6500 RPM
5 speed
Belt
Dimensions
Overall length
Overall width
Overall height
Seat height
Wheelbase
Ground Clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Brake (front)
Brake (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)

-
-
-
27.5 in (699 mm)
55.3 in (1405 mm)
5.3 in (135 mm)
359 lbs (163 kg)
2.8 gallons
Showa forks
Showa non-adjustable gas charge compression shocks
Single disc with 2-piston calipers
Single disc with 1-piston calipers
100/80x16
120/80x16

Image:
http://www.totalmotorcycle.com

Source:
http://www.autoevolution.com

Buell Lightning CityX XB9SX

Technical Specifications
Engine
Engine type
Valve train
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Fuel delivery
Intake
Exhaust

Torque
Horsepower
Oil capacity
Oil filtration

Thunderstorm® air/oil/fan-cooled, 4-stroke, 45° V-Twin
OHV, two valves per cylinder, self-adjusting
88.90 mm x 79.38 mm
984 cc
10.0:1
45 mm down draft DDFI III fuel injection
Zero-resistance airbox
Tuned, tri-pass resonance chamber with
InterActive valve and mass-centralized mounting
94.9 NM @ 5500 RPM
92 HP @ 7500 RPM
2.4 L
Screw-on disposable element
Drivetrain
Primary drive
Final drive


Clutch
Transmission
Gear ratios

Chain, 1.676:1 ratio
New constant path, 14 mm pitch
aramid-reinforced Veyance Hibrex® belt with
Flexten® Plus technology, 2.407:1 ratio
Wet, multi-plate, compensated
5-speed, helical gear
1st 2.648
2nd 1.892
3rd 1.407
4th 1.166
5th 1
Electrical
Charging


Starting

Headlamp

Tail lighat
Turn signal

30-amp, permanent magnet, single-phase
alternator with solid-state regulator (405W
@3000 RPM, 405W peak)
1.2 kW electric with solenoid shift starter
motor engagement
Twin Quartz Halogen [H7] 55-watt low beam,
55-watt high beam
5W/21W
10W manual canceling
Dimensions
Overall length
Overall width
Seat height
Ground clearance
Rake
Fork angle
Trail
Wheelbase
Tire (front)
Tire (rear)
Fuel capacity
Dry wight
Load capacity

1935 mm
755 mm
765 mm
110 mm
21.0º
21.0º
83 mm
1320 mm
Pirelli® Scorpion® Sync® 120/70ZR-17 58W
Pirelli® Scorpion® Sync® 180/55ZR-17 73W
14.5 L
177 kg
182 kg
Chassis
Frame

Front forks


Rear shock


Front wheel
Rear wheel
Brake (front)


Brake (rear)

Black aluminium frame with Uniplanar™
powertrain vibration isolation system, fuel in frame
43 mm Showa® inverted forks with adjustable
compression damping, rebound damping and
spring preload
Showa® coil-over monoshock with external
piggyback reservoir and adjustable compression
damping, rebound damping and spring preload
6-spoke, ZTL™ cast aluminum, 431.8 x 88.9 mm
6-spoke, cast aluminium, 431.8 x 139.7 mm
ZTL2™-type brake, 6-piston, fixed caliper,
375 mm single-sided, inside-out, stainless
steel, floating rotor
Single-piston, floating caliper; 240 mm
stainless steel, fixed rotor

Image:
http://www.totalmotorcycle.com

Source:
http://www.buell.com

Buell Ulysses XB12X

Technical Specifications
Engine
Engine type
Valve train
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Fuel delivery
Intake
Exhaust

Torque
Horsepower
Oil capacity
Oil filtration

Thunderstorm® air/oil/fan-cooled, 4-stroke, 45° V-Twin
OHV, two valves per cylinder, self-adjusting
88.90 mm x 96.82 mm
1203 cc
10.0:1
49 mm down draft DDFI III fuel injection
Zero-resistance airbox
Tuned, tri-pass resonance chamber with
InterActive valve and mass-centralized mounting
113.9 Nm @ 6000 RPM
103 HP @ 6800 RPM
2.4 L
Screw-on disposable element
Drivetrain
Primari drive
Final drive


Clutch
Transmission
Gear ratios

Chain, 1.500:1 ratio
Constant path, 14mm pitch aramid-reinforced
Veyance® Hibrex® belt with Flexten® Plus
technology, 2.407:1 ratio
Wet, multi-plate, compensated
5-speed, helical gear
1st 2.648
2nd 1.892
3rd 1.407
4th 1.166
5th 1.000
Electrical
Charging


Starting

Headlamp
Tail lighat
Turn signal

30-amp, permanent magnet, three-phase
alternator with solid-state regulator (405W
@3000 RPM, 405W peak)
1.2 kW electric with solenoid shift starter
motor engagement
55-watt low beam, 55-watt high beam
5W/21W
10W manual canceling
Dimensions
Overall length
Overall width
Seat height
Ground clearance
Rake
Fork angle
Trail
Wheelbase
Tire (front)
Tire (rear)
Fuel capacity
Dry wight
Load capacity
Colors

2158 mm
892 mm
808 mm
171 mm
23.5º
22.0º
122 mm
1374 mm
Pirelli® Scorpion® Sync® 120/70ZR-17
Pirelli® Scorpion® Sync® 180/55ZR-17
16.7 L
193 kg
206 kg
Thrust Blue; Barricade Orange
Chassis
Frame

Front forks


Rear shock



Front wheel

Rear wheel

Brake (front)

Brake (rear)

Aluminum frame with Uniplanar™ powertrain
vibration isolation system, fuel in frame
47 mm Showa® inverted forks with rearward
offset axle, adjustable compression damping,
rebound damping and spring preload
Showa® coil-over monoshock with remote
reservoir and remote spring preload
adjustment, fully adjustable (compression
damping, rebound damping and spring preload)
Reinforced XB-type 6-spoke, ZTL™ cast aluminium,
431.8x
88.9 mm
Reinforced XB-type 6-spoke, cast aluminium,
431.8 x 139.7 mm
ZTL™ brake, 6-piston, fixed caliper; 375 mm
single-sided, inside-out, stainless steel, floating rotor
Single-piston, floating caliper; 240 mm
stainless steel, fixed rotor

Image:
http://pictures.topspeed.com

Source:
http://www.buell.com

Air Terjun Saluopa (Poso, Sulawesi Tengah)

Air terjun Saluopa atau yang biasa disebut air luncur Saluopa terletak di Desa Tonusu, sekitar 12 kilometer arah barat dari Kota Tentena, ibukota Kecamatan Pamona Utara, atau 54 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Untuk mencapai lokasi obyek wisata ini, dari Kota Tentena dapat menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter.

Air Terjun Saluopa adalah air terjun yang unik karena memiliki tingkat (cascade) sebanyak 12 buah. Setiap tingkat membentuk sebuah kolam kecil yang dapat didaki oleh pengunjung karena tidak licin. Di obyek wisata yang terletak di perbukitan ini pengunjung juga dapat menikmati panorama alam berupa hutan tropis yang masih asri, kicauan burung yang bertengger di atas pepohonan serta curahan air terjun Saluopa yang jernih dan terkadang memunculkan pelangi dengan warna-warna khas yang indah.

Sumber:

Megelli Supermoto 125cc

Technical Specifications
Megelli Supermoto 125cc
Engine
Engine type
Displacement
Maxe Power
Max torque
Bore x Stroke
Compression ratio
Ignition System
Carburettor Type
Lubrication System
Clutch
Transmission
Gear Shift Pattern
Starter System
Main Frame

4-stroke, Single Cylinder Ceramic Coated, SOHC
124.1 cm³
11 kW @8,500 rpm
9.0 Nm @7,500 rpm
56.5 x 49.5 mm
10.0:1
CDI
Mikuni
Forced & Wet Sump
Wet Type & Multi Plates
5 Speed Gear Change
1-N-2-3-4-5
Electrical Start
A12 Multi Twin Spar Trellis Configuration
Dimensions
Seat Height
Wheelbase
Dry Weight
Fuel Capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Out Riggers
Steering System
Yokes
Brakes (front)
Brakes (rear)
Tires (front)
Tires (rear)

860 mm
1400 mm
110 kg
3.7 gallons
Conventional
T6 Aluminum Trellis with forger dropouts
T6 Aluminum forged
Twin Plate Bearing Carrier (upper & lower)
T6 Aluminum Forged
Disc
Disc
CST 100/70-17 TL
CST 130/70-17 TL

Source: http://www.megelli.com

Quiche Lorraine

Bahan kulit
225 gr tepung terigu
100 gr mentega
2 kuning telur
¼ sdt garam

Bahan isi
½ buah bawang bombai, cincang halus
2 sdm mentega
3 butir telur
175 ml susu
½ sdt garam
¼ sdt lada bubuk
50 gr brokoli, potong-potong kecil, rebus
2 lembar daging asap, potong kotak kecil
30 gr keju cheddar, parut

Cara membuat
Buat kulit: campur tepung terigu dan mentega, potong-potong dengan 2 buah pisau hingga berbutir-butir, tambahkan kuning telur. Uleni hingga rata. Pipihkan adonan di dalam cetakan pai hingga rata. Panggang kulit pai selama 20 menit.

Buat isi: panaskan margarin, tumis bawang bombai sampai harum. Angkat. Tambahkan bahan isi lainnya, aduk rata.

Masukkan bahan isi ke dalam kulit pai, panggang kembali selama 35 menit dengan suhu 160 derajat Celcius hingga matang.

Untuk 28 buah

Sumber:
Tabloid Nova, No. 1050/XXI 7--13 April 2008.

Masjid Siguntur (Sijunjung, Sumatera Barat)

Pendahuluan
Di Provinsi Sumatera Barat banyak dijumpai berbagai peninggalan sejarah yang berupa bangunan-bangunan tua. Salah satu diantaranya adalah Masjid Siguntur yang terletak di Dusun Ranah, Desa Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Sijunjung. Masjid yang berdenah persegi panjang ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Siguntur Islam.

Kerajaan Siguntur dahulu adalah sebuah kerajaan Dharmasyraya di Swarnabhumi (Sumatera) yang berkedudukan di hulu Sungai Batanghari. Sebelum masuk Islam kerajaan kecil ini pernah bernaung di bawah beberapa kerajaan, seperti: Melayu, Sriwijaya, Majapahit, dan Singasari. Raja-raja yang pernah bertahta di kerajaan Siguntur pada masa pra Islam diantaranya adalah Sri Tribuwana Mauliwarmadewa (1250-1290), Sora (Lembu Sora) (1290-1300), Pramesora (Pramesywara) (1300-1343), Adityiawarman (kanakamedinindra) (1343-1347), Adikerma (putra Paramesora) (1347-1397), Guci Rajo Angek Garang (1397-1425), dan Tiang Panjang (1425-1560).

Pada waktu Islam masuk (sekitar abad 14), raja Siguntur yang waktu itu dijabat oleh Pramesora memeluk Islam dan berganti nama menjadi Sultan Muhammad Syah bin Sora Iskandarsyah. Selanjutnya kerajaan Siguntur bernaung dibawah kerajaan Alam Minangkabau. Sebagai catatan, raja-raja yang bernah berkuasa di kerajaan Siguntur pada masa Islam adalah: Abdul Jalil Sutan Syah (1575-1650), Sultan Abdul Qadir (1650-1727), Sultan Amiruddin (1727-1864), Sultan Ali Akbar (1864-1914), Sultan Abu Bakar (1914-1968), Sultan Hendri (1968-sekarang).

Data Bangunan
Masjid Siguntur berada dalam satu kompleks dengan makam raja-raja Siguntur dan rumah adat Siguntur. Masjid ini berdiri di atas tanah berukuran 21,7x19 meter dengan denah bangunannya berbentuk persegi panjang, berdinding batu kali yang disemen, dan beratap seng bersusun tiga. Halaman masjid dikelilingi oleh pagar beton di bagian depan dan pagar kawat duri di bagian samping dan belakang. Sedangkan pintu masuk halaman masjid hanya satu buah terbuat dari besi yang terletak di sebelah timur.

Masjid Siguntur secara keseluruhan memiliki 29 buah tiang penyangga yang dibagi menjadi 5 tiang utama terbuat dari kayu ulin dengan diameter 0,40 meter dan tinggi 7,85 meter, 12 tiang pembantu dengan tinggi masing-masing sekitar 5 meter, dan 12 tiang semu (pliaster) yang berfungsi sebagai penahan beban atap.

Ruang utama masjid berukuran 15x10 meter dengan dinding batu kali setebal 40 sentimeter yang diplester semen dan lantai semen. Pada dinding ruang utama terdapat delapan buah jendela yang terbuat dari kayu berwarna krem dengan ukuran 1,75x0.75 meter. Sedangkan pintu ruang utama masjid berada di sisi sebelah timur dengan ukuran 12,5x1 meter. Pintu tersebut mempunyai dua daun dan berbentuk jalusi (lubang angin) yang masing-masing berukuran 2,15x0,50 meter.

Bangunan mihrab masjid berada di sisi barat dengan ukuran 1,22x2 meter. Di sebelah kanannya terdapat mimbar yang sekarang sudah tidak dimanfaatkan lagi karena Masjid Siguntur tidak lagi digunakan untuk sholat Jumat. Sedangkan tempat wudlu terdapat di sebelah utara masjid dengan ukuran 7x3 meter yang terbagi menjadi tiga ruangan.

Di sebelah utara bangunan masjid terdapat kompleks makam raja-raja Siguntur yang berdenah segi lima. Makam-makam tersebut hanya ditandai dengan nisan dan jirat dari bata dan batu, sehingga dari sekian banyak makam hanya enam makam yang dapat diidentifikasi, yaitu: makam Sri Maharaja Diraja Ibnu bergelar Sultan Muhammad Syah bin Sora, Sultan Abdul Jalil bin Sultan Muhammad Syah Tuangku Bagindo Ratu II, Sultan Abdul Kadire Tuangku Bagindo Ratu III, Sultan Amirudin Tuangku Bagindo Ratu IV, Sultan Ali Akbar Tuangku Bagindo V, dan Sultan Abu Bakar Tuangku Bagindo Ratu VI.

Foto: http://www.potlot-adventure.com
Sumber:
M. Agung Putranto. “Masjid Siguntur”. http://www.hupelita.com

Megelli 250s

Technical Specifications
Megelli 250s
Engine
Engine type
Displacement
Horse Power
Max torque
Bore x Stroke
Compression ratio
Ignition System
Carburetion
Transmission

Liquid-cooled, 4-stroke, Single Cylinder
249 cm³
16.2 hp
17.8 Nm @7,500 rpm
65.5 x 68 mm
9.5:1
CDI
CVK30
5-speed
Dimensions
Overall Length
Overall Width
Overall Height
Seat Height
Ground Clearance
Wheelbase
Dry Weight
Fuel Capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Brakes (front)
Brakes (rear)
Tires (front)
Tires (rear)

78.2"
24.8"
43.3"
30.1"
5.5"
53.1"
242 lbs
3.7 gallons
Hydraulic
Spring
Disc
Disc
100/70-17
130/70-17

Source: http://www.qlinkmotor.com

Megelli 250r

Technical Specifications
Megelli 250r
Engine
Engine type
Displacement
Horse Power
Max torque
Bore x Stroke
Compression ratio
Ignition System
Carburetion
Transmission

Liquid-cooled, 4-stroke, Single Cylinder
249 cm³
16.2 hp
17.8 Nm @7,500 rpm
65.5 x 68 mm
9.5:1
CDI
CVK30
5-speed
Dimensions
Overall Length
Overall Width
Overall Height
Seat Height
Ground Clearance
Wheelbase
Dry Weight
Fuel Capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Brakes (front)
Brakes (rear)
Tires (front)
Tires (rear)

78.3"
27.9"
41.3"
31.4"
6"
53.1"
248 lbs
3.1 gallons
Hydraulic
Spring
Disc
Disc
100/70-17
130/70-17

Source: http://www.qlinkmotor.com

Suzuki Skydrive 125cc

Spesifikasi Teknis
Mesin
Tipe Mesin
Sistem Pendinginan
Displacement
Max power
Max torque
Bore x Stroke
Compression ratio
Karburator
Sistem Starter
Kopling
Final Drive
Kapasitas Oli Mesin
Pengapian
Tipe Busi

4 langkah SOHC
Pendingin udara
124 cc
6.9 KW @ 7,500 rpm
9.6 Nm @ 6,500 rpm
53.5 x 55.2 mm
9.6:1
Mikuni BS26
elektrik & engkol
kering, otomatis, tipe sentrifugal
CVT dengan V-Belt
1.000 ml
Elektronik ignition (DC CDI)
NGK C6HSA / ND U2OFS-U
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi
Tinggi Tempat Duduk
Jarak Poros Roda
Jarak ke Tanah
Berat
Tangki Bensin
Tipe Rangka
Suspensi Depan
Suspensi Belakang
Rem Depan
Rem Belakang
Ban Depan
Ban Belakang
Baterai

1,900 x 655 x 1,050 mm
160 mm
1,265 mm
155 mm
108 kg
3.9 liter
Underbone
Teleskopik, pegas ulir, peredam oli
Lengan ayun, pegas ulir, peredam oli
Cakram hidrolis
Tromol
80/90 - 14
90/90 - 14
12 V 4 Ah

Image:
http://202.43.165.157/gramedia/otomotif

Sumber:
http://oto.detik.com

Mocca Roll Cake

Bahan
5 kuning telur
1 putih telur
50 gr gula pasir halus
30 gr tepung terigu
10 gr tepung maizena
50 gr margarin, lelehkan

Bahan krim moka
25 gr mentega putih
150 gr margarin
100 gr susu kental manis
½ sdt pasta moka

Cara membuat
Kocok telur dan gula sampai halus dan kental, lalu masukkan campuran tepung terigu dan maizena sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata.

Masukkan margarin cair sedikit-sedikit sambil diaduk rata, tuang ke loyang persegi ukuran 24x24x3 cm yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas roti.

Panggang dalam oven dengan suhu 170 derajat Celcius selama 12 menit.angkat dan dinginkan.

Buat krim moka: kocok mentega putih dan margarin sampai lembut. Masukkan susu kental manis dan pasta moka sambil terus dikocok sampai rata dan lembut.

Oleskan krim moka ke seluruh permukaan kue lalu gulung sambil dipadatkan. Bungkus dengan kertas roti, biarkan sekitar 20 menit agar kue agak padat, lalu potong-potong sebelum dihidangkan.

Untuk 12 potong

Sumber:
Tabloid Nova, No. 1050/XXI 7--13 April 2008.

Buell Firebolt XB12R

Technical Specifications
Engine
Engine type
Valve train
Bore x Stroke
Displacement
Compression ratio
Fuel delivery
Intake
Exhaust

Torque
Horsepower
Oil capacity
Oil filtration

Thunderstorm® air/oil/fan-cooled, 4-stroke, 45° V-Twin
OHV, two valves per cylinder, self-adjusting
88.90 mm x 96.82 mm
1203 cc
10.0:1
49 mm down draft DDFI III fuel injection
Zero-resistance airbox
Tuned, tri-pass resonance chamber with
InterActive valve and mass-centralized mounting
113.9 NM @ 6500 PRM
103 HP @ 6800 RPM
2.4 L
Screw-on disposable element
Drivetrain
Primari drive
Final drive


Clutch
Transmission
Gear ratios

Chain, 1.500:1 (57/38) ratio
Constant path, 14mm pitch aramid-reinforced
Veyance® Hibrex® belt with Flexten® Plus
technology, 2.407:1 (65/27) ratio
Wet, multi-plate, compensated
5-speed, helical gear
1st 2.648
2nd 1.892
3rd 1.407
4th 1.166
5th 1.000
Electrical
Battery (U.S units)


Charging


Starting

Headlamp
Tail lighat
Turn signal

Sealed Lead Acid, maintenance-free, 12-volt, 12
amp-hour (per Battery Council International
rating), 200 cca.
30-amp, permanent magnet, three-phase
alternator with solid-state regulator (405W
@3000 RPM, 405W peak)
1.2 kW electric with solenoid shift starter
motor engagement
55-watt low beam, 55-watt high beam
5W/21W
10W manual canceling
Dimensions
Overall length
Overall width
Seat height
Ground clearance
Rake
Fork angle
Trail
Wheelbase
Tire (front)
Tire (rear)
Fuel capacity
Dry wight
Load capacity

1935 mm
715 mm
775 mm
110 mm
21.0º
21.0º
83 mm
1320 mm
Corsa III 120/70 ZR-17
Corsa III 180/55 ZR-17
14.5 L
179 kg
172 kg
Chassis
Frame

Front forks


Rear shock


Front wheel
Rear wheel
Brake (front)


Brake (rear)

Aluminum frame with Uniplanar™ powertrain
vibration isolation system, fuel in frame
43 mm Showa® inverted forks with adjustable
compression damping, rebound damping and
spring preload
Showa® coil-over monoshock with external
piggyback reservoir and adjustable compression
damping, rebound damping and spring preload
6-spoke, ZTL™ cast aluminum, 431.8 x 88.9 mm
6-spoke, cast aluminium, 431.8 x 139.7 mm
ZTL2™-type brake, 8-piston, fixed caliper,
375 mm single-sided, inside-out, stainless
steel, floating rotor
Single-piston, floating caliper; 240 mm
stainless steel, fixed rotor

Image:
http://www.totalmotorcycle.com

Source:
http://www.buell.com

Bangkok Salad

Bahan
1 bonggol daun selada, iris halus
1 buah apel, kupas, potong kotak, rendam dalam air jeruk nipis
5 buah tomat ceri, potong 8 bagian
100 gr wortel, serut kasar, rendam dalam air cuka
½ buah nanas, kupas, potong kotak kecil
2 buah mentimun jepang, potong
2, buang biji, potong-potong
1 buah bawang bombai, potong bulat tipis, buat acar
1 buah paprika merah, buang biji, potong kotak kecil
1 buah paprika hijau, buang biji, potong kotak kecil
2 butir putih telur, rebus, potong kotak kecil
100 gr keripik kentang siap-pakai

Cara membuat
Campur semua bahan saus hingga rata.

Rendam wortel dalam sir cuka, diamkan 1 jam sebelum dihidangkan.

Masukkan sayuran ke dalam lemari es.

Tata sayuran di dalam mangkuk hidang. Siram dengan saus.

Sajikan dengan putih telur yang dicincang dan keripik kentang.

Untuk 5 orang

Sumber:
Tabloid Nova, No. 1050/XXI 7--13 April 2008.

i-mate Ultimate 8150

Specifications
i-mate Ultimate 8150
General
Model
Network

i-mate Ultimate 8150
Quad-Band 850/900/1800/1900MHz, Tri-band UMTS
Size
Dimensions
Weight

118.5x60.5x15.5 mm
152 g with battery pack
Display
Type
Resolution

65k color TFT with backlight
2.6” Touch-screen
Memory
ROM
RAM
Card slot

256 MB ROM
128MB RAM
MicroSD™
Data
Bluetooth
Wap
USB
PC Sync Application

Yes
Yes
v1.1
Yes
Features
OS
Processor/Chipset


Messaging
Document Viewer
Ringtones
Music Player
Camera

Microsoft® Windows Mobile® 6.0 Professional
-
XScale® PXA 270 520MHz Processor
-
EMP U360 GSM/WCDMA
-
NVIDIA GoForce 5500 graphics accelerator
SMS,MMS Sending,MMS Receiving,Email
Office,Power Point
Supports 64-chord MIDI, MP3, WMA, WAV,AMR
MP3,MIDI,WMA,XMF,SMAF,AAC,AAC+,e-AAC+
2.0 Megapixel camera with flash and, Auto Focus
- Handsfree speakerphone
- Windows Outlook® Mobile
- Voice Memo & Voice Mail
- Calendar
- Calculator
- Stopwatch
- Clock/Worldtime/Alarm
Battery
Standby
Talk time
Removable and chargeable Li-Ion 1530 mAh
150 hours
Up to 4 hours

Image: http://www.feelphones.com

Nasi Ayam Nenas

Bahan
2 sendok makan minyak sayur
500 gram daging ayam, potong bentuk dadu
750 cc kaldu ayam
1 sendok teh garam
450 gram beras, cuci
3 buah bawang merah, cincang halus
5 siung bawang putih
1 cm jahe, cincang kasar
1 sendok teh ketumbar
½ sendok teh white pepercorn
½ sendok teh jinten
¼ sendok teh pala bubuk
1 batang kayu manis
2 buah kapulaga, memarkan
2 buah cengkeh
1 batang sere, memarkan
½ buah nenas, kupas, potong kecil-kecil
1 sendok makan bawang merah goreng

Cara membuat
Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, white pepercorn, jinten, pala bubuk, kayu manis, dan kapulaga, lalu sisihkan.

Panaskan minyak sayur di atas api sedang, lalu masukkan bumbu yang telah dihaluskan, cengkeh, dan sere, tumis hingga harum.

Masukkan daging ayam, aduk rata, masak hingga daging berubah warna, lalu tambahkan kaldu ayam dan garam, aduk rata, masak hingga daging empuk, angkat, saring, sisihkan.

Masukkan beras dan sisa kaldu ayam tadi ke dalam panci, aduk rata, masak hingga mendidih, lalu tutupi, masak hingga nasi setengah matang dan kuah terserap.

Masukkan daging ayam tadi, aduk rata, masak di atas api kecil hingga matang seluruhnya, angkat, lalu taburi dengan nenas dan bawang merah goreng di atasnya, sajikan.

Untuk 4 0rang

Iwan Fals

Riwayat Singkat
Iwan Fals adalah seorang seniman musik Indonesia yang namanya melegenda melalui lagu-lagu ciptaannya yang bernada kritik terhadap perilaku sekelompok orang, empati bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan (marginal), atau bencana besar yang melanda Indonesia dan dunia. Bahkan, oleh para penggemar fanatiknya yang dekat dengan kemiskinan, ketidakadilan dan pengangguran, hingga saat ini ia masih dianggap sebagai ‘wakil rakyat’ yang lantang menyuarakan seruan hati wong cilik.

Seniman yang bernama asli Virgiawan Listanto ini lahir di Jakarta pada tanggal 3 September 1961 dari ibu yang bernama Lies Harsoyo[1]. Bakat seni Iwan Fals mulai muncul ketika ia baru berusia 13 tahun, sewaktu bersekolah di SMP 5 Bandung. Waktu itu, ia telah banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di jalanan Kota Bandung. Hal itu ia lakukan karena merasa tertarik dan ingin seperti teman-teman sebayanya yang selalu bermain gitar dan bernyanyi untuk menghabiskan waktu di luar kesibukan bersekolah.

Selanjutnya, karena ingin “tampil beda” dari teman-temannya yang suka menyanyikan lagu-lagu barat, maka Iwan pun mencoba untuk mengarang lagu sendiri yang umumnya bertema humor. Lewat tangan Engkos, manajer Iwan yang berprofesi sebagai tukang bengkel sepeda motor, lagu-lagu ciptaannya tersebut kemudian dibawakan dalam berbagai acara hajatan, seperti perkawinan dan sunatan.

Sewaktu duduk di bangku SMA (SMAK BPK Bandung), karena tertarik dengan ajakan seorang produser, Iwan pun pergi ke Jakarta bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Group Amburadul (Toto Gunarto, Helmi, dan Bambang Bule) untuk masuk dapur rekaman dengan bekal uang hasil penjualan sepeda motor Iwan. Namun karena belum berpengalaman, maka album perdana Iwan Fals bersama Amburadul akhirnya gagal di pasaran. Konon, album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

Setelah album pertamanya gagal Iwan pun kembali mengamen, mencipta lagu dan mengikuti berbagai festival, seperti festival musik country dan festival lagu humor. Oleh almarhum Arwah Setiawan, lagu-lagu humor ciptaan Iwan kemudian direkam dan diproduseri oleh Handoko di bawah bendera perusahaan ABC Records. Dalam rekaman ini Iwan dibantu oleh Pepeng, Krisna, dan Nana Krip. Namun, lagi-lagi, album ini pun bernasib sama seperti album rekaman Group Amburadul (tidak laku).

Kegagalan album keduanya ini tidak membuat Iwan Fals patah arang. Ia masih sempat merekam sekitar 4-5 album musik hingga akhirnya dilirik oleh sebuah perusahaan rekaman besar yang bernama Musica Studio. Dan, oleh Musica Studio inilah album solo pertama Iwan yang berjudul “Sarjana Muda” digarap secara serius dengan arensemen musik yang dimotori oleh Willy Soemantri.

Meskipun sudah masuk dapur rekaman dan albumnya laris di pasaran, ternyata Iwan Fals masih juga melakukan aktivitasnya sebagai pengamen jalanan di sekitar Pasar Kaget atau Blog M untuk menghidupi keluarganya. Bahkan, selain mengamen ia juga sesekali memanfaatkan mobil colt abu-abu miliknya untuk menarik penumpang sepulang dari studio. Waktu itu, walau namanya sudah mulai populer, namun sosoknya belum dikenal oleh masyarakat luas karena Iwan baru muncul di televisi (TVRI) setelah tahun 1987 pada acara Manasuka Siaran Niaga.

Seiring dengan berjalannya waktu lirik-lirik lagu yang diciptakan oleh Iwan pun semakin berkembang. Ia tidak hanya menciptakan lirik lagu yang bersifat humor saja, melainkan juga lirik-lirik yang bernada empati terhadap suatu kelompok atau orang-orang yang terpinggirkan, bencana yang melanda Indonesia dan dunia, dan bahkan kritik terhadap perilaku sekelompok orang atau sebuah institusi pemerintahan.

Pada masa Orde Baru, lagu-lagu Iwan yang bernada kritik terhadap pemerintah maupun orang-orang tertentu yang ada di dalam pemerintahan banyak yang dicekal karena dianggap dapat memancing kerusuhan dan mengganggu stabilitas keamanan. Lagu-lagu Iwan Fals yang dicekal dan yang sengaja tidak diterbitkan diantaranya adalah: Demokrasi Nasi (1978), Semar Mendem (1978), Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978), Mbak Tini[2] (1978), Siti Sang Bidadari (1978), Kisah Sapi Malam (1978), Mince Makelar (1978), Anissa (1986), Oh Indonesia (1992), Imelda Mardun (1992), Maumere (1993), Joned (1993), Mesin Mesin Pembunuh (1994), Merdeka (1995), Suhu (1997), Mencari Kata Kata (1998), Sketsa Setan Yang Bisu (2000), Indonesiaku (2001), Kemarau (2003), Lagu Sedih (2003), Kembali Ke Masa Lalu (2003), Harapan Tak Boleh Mati (2004), Saat Minggu Masih Pagi (2004), Repot Nasi/Sami Mawon (2005), Hari Raya Bumi (2007), Perempuan Keumala/Laksamana Malahayati (2007), Berita Cuaca (2008), Jenderal Tua (2008), Paman Zam, Kapal Bau Pesing, Makna Hidup ini, Selamat Tinggal Ramadhan, Nyatakan Saja, Luka Lama, Berputar Putar, dan Aku Menyayangimu.

Setelah menelurkan beberapa album, pria yang sempat kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang IISP) dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang Institut Kesenian Jakarta) ini memilih untuk bergabung dengan beberapa kelompok, yakni SWAMI, Dalbo, Kantata Takwa, dan Kantata Samsara. Kolaborasi itu melibatkan beberapa musisi dan budayawan ternama, seperti Setiawan Djody, Sawung Jabo, WS Rendra, dan Jocky Suryoprayogo.

Saat bergabung bersama Group SWAMI (1989), nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits fenomenal “Bento” dan “Bongkar”. Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) selesai, Iwan pun bergabung lagi bersama Group Kantata Takwa dan Kantata Samsara yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djody. Selain itu, Iwan juga masih bekerjasama dengan Sawung Jabo (mantan personel SWAMI) dalam menggarap album Anak Wayang, Franky Sahilatua dalam album Orang Pinggiran, serta Bobby Eres dalam album Mata Hati.

Namun di sela-sela karirnya sebagai musisi yang semakin menanjak, Iwan harus kehilangan anak laki-lakinya, Galang Rambu Anarki yang meninggal secara mendadak pada bulan April 1997. Galang adalah anak tertua Iwan yang baru saja terjun di dunia musik dengan mengeluarkan sebuah album bersama kelompoknya yang diberi nama Bunga. Galang kemudian dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Sepeninggal Galang, aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Ia lebih memilih menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri. Sebagai catatan, Iwan Fals pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas, pernah melatih karate di kampusnya STP (Sekolah Tinggi Publisistik), dan bahkan sempat juga menjadi kolumnis di beberapa tabloid olahraga.

Dan, baru pada tahun 2002 pria yang diberi julukan “Pahlawan Besar Asia” olah Majalah Time Asia edisi 19 April 2002 ini mulai aktif lagi dengan membuat album yang berjudul Suara Hati. Dalam album ini Iwan Fals banyak mengalami perubahan, baik dalam warna maupun gaya bermusiknya. Ia tidak segarang dan seliar dahulu. Disamping itu, lirik-lirik lagunya pun terkesan lebih dewasa dan puitis. Di dalam album Suara Hati ini Iwan Fals juga telah memiliki kelompok pengiring yang tetap dan selalu mengiringi di setiap konsernya.

Satu tahun kemudian, tepatnya pada 18 Juni 2003, Iwan Fals melempar album baru lagi di bawah bendera Musica Studio berjudul Iwan Fals: In Collaboration With, yang liriknya kebanyakan bercerita tentang cinta. Dari 10 lagu yang ada di album ini, kecuali Rinduku karya Harry Roesli, lima lagu lainnya dibuat oleh para pencipta muda, seperti Pongky “Jikustik” (Aku Bukan Pilihan), Eross “Sheila on 7” (Senandung Lirih), Piyu “Padi” (Sesuatu yang Tertunda), Aziz MS “Jamrud” (Ancur), dan Kikan “Cokelat” (Sudah Berlalu). Sedangkan empat lagu lainnya diambil dari album Suara Hati, yaitu Kupu-kupu Hitam Putih, Belalang Tua, Suara Hati dan Hadapi Saja yang semuanya diaransemen ulang.

Sebagai catatan, hingga tahun 2007 Iwan Fals telah menelurkan puluhan album, belasan hist singel yang dibawakan bersama penyanyi lain dan puluhan penghargaan dalam bidang musik. Album-album tersebut diantaranya adalah: Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar 1987 (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990), Cikal (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best of the Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia ½ Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2006), dan 50:50 (2007).

Sementara single-single hits yang dibawakan dibawakan bersama penyanyi lain atau dinyanyikan oleh penyanyi lain, diantaranya adalah: Serenade (bersama Ritta Rubby) (1984), Kemesraan (bersama artis Musica) (1088), Percayalah Kasih (bersama Jockie Surjoprajogo dan Vina Panduwinata), Terminal (bersama Franky Sahilatua) (1994), Mata Hati (bersama Ian Antono (1995), Orang Pinggiran (bersama Franky Sahilatua) (1995), Katakan Kita Rasakan (bersama artis Musica), Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996), Haruskah Pergi (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006), Selancar (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006), Tanam Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006), Marilah Kemari (Tribute to Titiek Puspa) (2006), Aku Milikmu (Original Sountrack Lovers/Kekasih) (2008), Maaf (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986), Belailah (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986), Trauma (dibawakan oleh God Bless) (1988), Damai Yang Hilang (dibawakan oleh God Bless) (1988), Orang Dalam Kaca (dibawakan oleh God Bless) (1988), Pak Tua (dibawakan oleh group band elpamas) (1991), Oh (dibawakan oleh Fajar Budiman) (1994), Menangis (dibawakan oleh Franky sahilatua), dan Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis Musica).

Sedangkan penghargaan yang berhasil diperoleh Iwan Fals di sepanjang karirnya adalah: Juara Harapan Lomba Musik Humor (1979); Juara I Festival Musik Country (1980); Gold record, lagu oemar Bakri, PT. Musica Studio’s; Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT. Musica Studio’s; penghargaan prestasi artis HDX 1987-1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam; Penyanyi pujaan, BASF (1989); The best selling, album Mata Dewa, BASF 1988-1989; penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996; penyanyi solo terbaik country/balada, Anugrah Musik Indonesia (1999); Presents This Certificate to Iwan Fals In Recognition of the Contributin to Cultural Exchange Between Korea and Indonesia (25 September 1999); penyanyi solo terbaik country/balada AMI Sharp Award (2000); video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII-2000/2001; Triple Platinum Award, Album Best of the Best Iwan Fals, PT. Musica Studio’s (Juni 2002); 6th AMI Sharp Award, album terbaik country/balada; 6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik country/balada; pemenang video klip terbaik edisi Juli 2002, lagu Kupu-kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I-2002/2003; penghargaan album In Collaboration With, angka penjualan diatas 150.000 unit, PT. Musica Studio’s (Juni 2003); Triple Platinum Award, album In Collaboration With, angka penjualan diatas 450.000 unit, PT. Musica Studio’s (November 2003); 7th AMI Award 2003, Legend Award; 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik; penghargaan MTV Indonesia 2003, Most Favourite Male; SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) in Collaboration with; SCTV Musik Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop; Anugrah Planet Muzik 2004; Generasi Biang Extra Joss 2004; 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik; dan SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals in Love.

Foto: http://www.geocities.com
Sumber:

[1] Lies Harsoyo saat ini masih aktif mengurusi sebuah yayasan sosial milik Iwan Fals bernama “Hairun Nissa” yang didirikan pada tahun 1986 yang telah menyantuni 213 anak dalam panti, 90 anak non panti, dan 313 orang tua jompo.
[2] Lagu Mbak Tini berkisah tentang Mbak Tini, seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan yang mempunyai suami bernama Soeharto, seorang sopir truk. Namun, oleh pemerintah lagu ini dianggap menghina presiden RI, Soeharto dan Iwan diancam bakal masuk penjara. Padahal, menurut Iwan, lagu tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Soeharto dan isterinya.

Popular Posts

-