Kecamatan Mustikajaya

Letak dan Keadaan Alam
Secara geografis, Kecamatan yang terletak di sebelah timur Kota Bekasi ini sebelah selatannya berbatasan dengan Kecamatan Bantargebang, sebelah baraat berbatasan dengan Kecamatan Bantargebang dan Rawalumbu, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tambun Selatan, dan sebelah timurnya berbatasan dengan Kecamatan Setu.Luas wilayahnya sekitar 2.261.947 ha, terdiri dari empat kelurahan, 542 Rukun Tetangga (RT), dan 81 Rukun Warga (RW). Kelima kelurahan tersebut adalah: Kelurahan Padurenan seluas 678.350 ha; Kelurahan Cimuning seluas 500.100 ha; Kelurahan Mistikajaya seluas 930.747 ha; dan Kelurahan Mustikasari dengan luas 512.750 ha. Sedangkan peruntukan lahannya adalah sebagai berikut: sawah tadah hujan (98 ha), pekarangan (2.001 ha), tegalan (280 ha), empang/kolam (10 ha), sawah irigasi sederhana (25 ha), tanah kering (2.374 ha), rumah tinggal (4.942 meter persegi), rumah kontrakan (902,5 meter persegi), ruko/kios/ supermarket/toko/showroom/dealer (17.097 meter persegi), gedung serba guna/gedung olahraga/kantor (7.194 meter persegi), sekolah (3.925 meter persegi), bengkel/pool bus (2.632 meter persegi), kavling (17.201 meter persegi), rumah sakit (188 meter persegi), kawasan industri (5.265 meter persegi), menara antena (270,5 meter persegi), gudang (8.232 meter persegi), kawasan lindung (47.770 ha), ruang terbuka hijau (131.811 ha), tanah wakaf (25.754 meter persegi), tanah negara (120.000 ha), tanah bebas (27.500 meter persegi), tanah desa (19.450 meter persegi), dan pemakaman umum dan keluarga (19.450 meter persegi) (Kota Bekasi dalam Angka 2012).

Kependudukan
Penduduk Kecamatan Jatisampurna berjumlah 150.586 jiwa atau 41.754 Kepala Keluarga (KK). Jumlah penduduk yang hanya 4,55% dari total populasi Kota Bekasi tersebut jika dilihat komposisinya berdasarkan jenis kelamin, terdiri atas 75.878 jiwa laki-laki (52,7%) dan 73.708 jiwa perempuan (47,3%). Mereka tersebar di 81 Rukun Warga (RW) dan 542 Rukun Tetangga (RT) dengan kepadatan sekitar 6.089 jiwa perkilometer persegi.

Mata Pencaharian
Jenis-jenis mata pencaharian yang dilakukan oleh warga masyarakat Kecamatan Jatisampurna sangat beragam, yaitu: pegawai negeri di berbagai instansi pemerintah, seperti: kelurahan, kecamatan, pemerintah daerah, buruh, TNI/Polri, dan yang bekerja di non-pemerintah, seperti: karyawan swasta, wiraswasta, pedagang keliling, perajin, seniman, petani, peternak, tukang, montir, dan lain sebagainya.

Pendidikan
Sarana pendidikan yang terdapat di Kecamatan Jatisampurna meliputi: 56 buah Taman Kanak-kanak dengan 282 orang tenaga pengajar dan 2.870 orang murid, 22 buah Sekolah Dasar Negeri dengan 232 orang tenaga pengajar dan 15.240 orang murid, 7 buah Sekolah Dasar Swasta dengan 265 orang tenaga pengajar dan 2.792 orang murid; 4 buah Sekolah Menengah Pertama Negeri dengan 97 orang tenaga pengajar dan 3.969 orang siswa, 8 buah Sekolah Menengah Pertama Swasta dengan 111 orang tenaga pengajar dan 1.104 orang siswa, 1 buah Sekolah Menengah Atas Negeri dengan 39 orang tenaga pengajar dan 1.286 orang siswa, 3 buah Sekolah Menengah Atas Swasta dengan 35 orang tenaga pengajar dan 301 orang siswa, 1 buah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 26 orang dan 1.362 orang siswa, 7 buah Sekolah Menengah Kejuruan Swasta dengan 79 orang tenaga pengajar dan 2.238 orang siswa, 19 buah Madrasah Raudhatul Athfal dengan 71 orang tenaga pengajar dan 587 orang siswa, 4 buah Madrasah Ibtidaiyah dengan 43 orang tenaga pengajar dan 585 orang siswa, 3 buah Madrasah Tsanawiyah dengan 93 orang tenaga pengajar dan 1.220 orang siswa, dan 1 buah pondok pesantren dengan 20 ustadz/kyai pengajar dan 458 orang santri.

Organisasi Pemerintahan
Berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 tahun 2008 tentang Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi, maka susunan organisasi Kecamatan Mustikajaya terdiri dari Camat sebagai pimpinan yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekretaris Camat, Kelompok Jabatan Fungsonal, Seksi Pemerintahan, Seksi Kependudukan, Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Seksi Kesejahteraan Sosial, dan Seksi Trantib. Untuk memperlancar tugasnya, bagian sekretariat dibantu lagi oleh Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan. Berikut adalah struktur organisasi Kecamatan Jatisampurna (bekasikota.go.id).

Sumber: Bekasikota.go.id
Sebagai perangkat daerah, tugas dan fungsi aparat kecamatan telah diatur berdasarkan Peraturan Walikota No. 63 tahun 2009. Tugas dan fungsi seorang Camat misalnya, adalah sebagai pengkoordinir berbagai macam kegiatan, seperti: penyelenggara kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan, pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, penerapan dan penegakan peraturan perundan-undangan, pemelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum, dan pelaksana pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

Untuk memperlancar tugas Camat dalam menyelenggarakan pelayanan teknis administratif, ia di bantu oleh Sekretaris Kecamatan yang tugas-tugasnya antara lain: mengkoordinasi penyusunan dan perumusan bersama kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis kecamatan; menyusun program kerja dan rencana kegiatan kecamatan berdasarkan visi dan misinya; menyusun program kerja dan rencana kegiatan sekretariat kecamatan; mengelola bidang ketatausahaan perkantoran serta menelaah dan mengkaji konsep naskah dinas dan produk hukum lingkup kecamatan; menyelenggarakan administrasi keuangan, kepegawaian dan urusan rumah tangga kecamatan; merumuskan bahan rencana kebutuhan belanja langsung dan tidak langsung serta pemanfaatan dan pemeliharaannya; pengarsipan serta pelayanan kehumasan; pengkoordinasi pelaksanaan kegiatan setiap seksi di kecamatan; pelaksana tugas kedinasan sesuai perintah Camat; dan penyusun bahan laporan pelakasanaan kegiatan kecamatan secara berkala.

Agar seluruh tugas tersebut terlaksana dengan baik, Sekretaris Kecamatan dibantu lagi oleh Sub Bagian Umum dan Kepegawaian serta Sub Bagian Keuangan. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok membantu melaksanakan kebijakan teknis dan kegiatan umum kepegawaian. Sedangkan Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok membantu melaksanakan kebijakan teknis dan kegiatan keuangan, seperti: menyusun program dan rencana kegiatan Sub Bagian Keuangan; menyusun bahan rencana kebutuhan anggaran tahunan kecamatan; menyusun anggaran belanja langsung dan tidak langsung; mengolah data keuangan unit kerja di lingkungan kecamatan; menyusun rencana program dan kegiatan kecamatan; menyispkan data hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan kegiatan kecamatan; dan menyusun pedoman dan petunjuk teknis perencanaan program dan kegiatan kecamatan.

Selain Sekretaris Kecamatan, Sub Bagian Keuangan, dan Sub Bagian Kepegawaian, Camat juga dibantu oleh Seksi Pemerintahan, Seksi Kependudukan, Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Seksi Kesejahteraan Sosial, dan Seksi Trantib. Tugas Seksi Pemerintahan adalah melaksanakan kewenangan kecamatan di bidang pemerintahan sesuai ketentuaan yang berlaku. Seksi Ketentraman dan Ketertiban bertugas melaksanakan kewenangan kecamatan di bidang ketentraman dan ketertiban. Seksi Ekbang bertugas membantu Camat melaksanakan kewenangan Kecamatan di bidang ekonomi dan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku. Seksi Kesejahteraan sosial mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Kecamatan di bidang kesejahteraan sosial. Dan, Seksi Kependudukan mempunyai tugas pokok membantu Camat melaksanakan kewenangan Kecamatan di bidang kependudukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Seluruh perangkat kecamatan ini bekerja untuk mewujudkan visi dan misi Kecamatan Mustikajaya demi kemajuan bersama. Visi Kecamatan Mustikajaya adalah “Kecamatan Mustikajaya Menuju Masyarakat Cerdas dan Permukiman Sehat Bernuansa Ihsan.” Apabila diuraikan, “Masyarakat Cerdas” mengandung makna masyarakat yang mampu memanfaatkan potensi yang ada di wilayah Kecamatan Mustikajaya sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanan dan pengendalian pembangunan; masyarakat yang mempunyai jiwa kemandirian; masyarakat mampu menciptakan dan mengembangkan kewirausahaan yang berbasis kerakyatan; dan tercapainya program wajib belajar pendidikan 12 tahun. “Pemukiman Sehat” mengandung makna lingkungan yang mencerminkan pola hidup sehat; lingkungan yang mewaspadai atas potensi wabah penyakit; dan lingkungan yang senantiasa berperan aktif dalam memelihara lingkungan yang sehat. Dan, “Ihsan” mengandung makna pemerintahan yang baik dan berbudi pekerti luhur.

Seluruh penjabaran dari visi itu dijadikan sebagai sebuah misi yang harus dilaksanakan atau diemban agar seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan serta peran Kecamatan Mustikajaya dalam menyelenggarakan pemerintahan Kota Bekasi. Adapun misi Kecamatan Mustikajaya adalah: (a) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ketertiban; (b) meningkatkan kinerja aparatur dan kapasitas organisasi untuk mencapai tujuan organisasi; dan (c) meningkatkan pengembangan kehidupan ekonomi warga yang berorientasi untuk mencapai tujuan organisasi; dan (d) meningkatkan pengembangan kehidupan ekonomi warga yang berorientasi wirausaha (bekasikota.go.id)

Sumber:
Abdurachman, Aan, Kota Bekasi (1950-2010), dalam http://sertifikasi-kearsipan.blogspot.com/2011/09/seri-sejarah-perkotaan.html, diakses tanggal 22 Desember 2013
“Gambaran Umum Kecamatan Mustikajaya”. http://bekasikota.go.id/readotherskpd/156/287/gambaran-umum-kecamatan-mustikajaya, diakses 23 Desember 2013

KTM 1290 Super Duke R ABS (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 1290 Super Duke R ABS
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

2-cylinder, 4-stroke, spark-ignition, 75° V arrangement, liquid-cooled
108.0 x 71.0 mm
1301 cm³
4 valves per cylinder

132 kW (180 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, claw shifted
Sealed chain
PASC™ anti-hopping clutch/ hydraulically operated
Contactless, controlled, fully electronic ignition
system with digital ignition timing adjustment
Electric starter
Forced oil lubrication with 3 rotor pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular space frame from chrome molybdenum steel, powder-coated




1482 mm
835 mm
140 mm
189 kg
18 litres
WP Suspension Up Side Down 125mm travel
WP Suspension monoshock  156mm travel


Twin-disc brake 320mm with radially mounted four-piston brake calipers
Single-disc brake 240mmwith two-piston brake caliper; fixed brake disc

Image: http://www.motorradonline.de/in-eigener-sache/ps-leserwahl-2014-traumbikes-waehlen-und-traumbike-ktm-1290-super-duke-r-gewinnen/526232

KTM 690 ABS Duke (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 690 ABS Duke
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

Single-cylinder, 4-stroke, spark-ignition engine, liquid-cooled
102.0 x 84.5 mm
690 cm³
4 valves per cylinder

50 kW (67 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, claw shifted
Sealed chain
APTC™ Anti-hopping clutch in oil bath / hydraulically operated
Contactless, controlled, fully electronic ignition
system with digital ignition timing adjustment
Electric starter, automatic decompressor
Semi-dry-sump lubrication with 2 rotor pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular space frame from chrome molybdenum steel, powder-coated  




1466 mm
835 mm
192 mm
149.5 kg
14 litres
WP Suspension Up Side Down 135mm travel
WP Suspension with Pro‑Lever linkage 135mm travel


Disc brake 320mm with radially mounted four-piston brake caliper
Disc brake 240mm with single-piston brake caliper, floating

Image: http://www.villagemotorsports.net/inventory/gallery/52bc69c17841550a98b43f2f/2014-ktm-690-abs-duke

KTM 390 Duke ABS (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 390 Duke ABS
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

1-cylinder 4-stroke engine, water-cooled
89.0 x 60.0 mm
373.2 cm³
4 valves per cylinder

32 kW (43 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, claw shifted
Sealed chain
Wet multi-disc clutch / mechanically operated
Contactless, controlled, fully electronic ignition
system with digital ignition timing adjustment
Electric starter
Forced oil lubrication with 2 eaton pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular space frame made from steel, powder-coated




1367 mm
800 mm
170 mm
139 kg
11 litres
WP Suspension Up Side Down 150mm travel
WP Suspension monoshock  150mm travel


Disc brake 300mm with four-pot brake caliper
Disc brake 230mm with one-pot brake caliper, floating brake discs

Image: http://motorcycles-prices.com/2014-ktm-390-duke-abs-specification-price-and-picture.html/2014-ktm-390-duke-abs-view-5

KTM 200 Duke (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 200 Duke
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

Single-cylinder, 4-stroke, spark-ignition engine, liquid-cooled  
72.0 x 49.0 mm
199.5 cm³
4 valves per cylinder

19 kW (25 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, claw shifted
Sealed chain
Clutch in oil bath / mechanically operated
Contactless, controlled, fully electronic ignition
system with digital ignition timing adjustment
Electric starter
Forced oil lubrication with 1 rotor pump



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular space frame made from steel tubes, powder-coated




1367 mm
800 mm
170 mm
129.5 kg
11 litres
WP Suspension 4357 150mm travel
WP Suspension 4618 EM 150mm travel


Disc brake 300mm with four-pot brake caliper
Disc brake 230mm with one-pot brake caliper, floating brake discs

Image: http://www.totalmotorcycle.com/motorcycles/2014models/2014-KTM-200Duke.htm

KTM 450 SX-F (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 450 SX-F
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

single cylinder, 4-stroke, SOHC
95.0 x 63.4 mm
449.3 cm³
4 valves per cylinder




4-gear, claw shifted
Sealed chain
Wet multi-disc clutch DDS / Brembo hydraulics
Contactless controlled fully electronic ignition with
digital ignition adjustment
Electric starter
Pressure circulation lubrication with two Eaton pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Central tubular frame made from chrome molybdenum steel tubes




1495 mm
992 mm
371 mm
106.1 kg
7.5 litres
WP Suspension 5018 BAVP DCC 300mm travel
WP Suspension 5018 BAVP DCC 330mm travel


Disc brakes 260mm with floating brake calipers
Disc brakes 220mm with floating brake calipers

Image: http://www.vitalmx.com/product/feature/First-Look-2014-KTM-450-SX-F-Factory-Edition,3122

KTM 350 SX‑F (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 350 SX‑F
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

Single-cylinder, 4-stroke, spark-ignition engine, liquid-cooled
88.0 x 57.5 mm
349.7 cm³
4 valves per cylinder

49 kW (66 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
5-speed, claw shifted
Sealed chain
Wet multi-disc clutch CSS / Brembo hydraulics
Contactless, controlled, fully electronic ignition
system with digital ignition timing adjustment
Electric starter, automatic decompressor
Forced oil lubrication with 2 Eaton pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Central tubular frame made from chrome molybdenum steel tubes




1495 mm
992 mm
376 mm
104.9 kg
7.5 litres
WP Suspension 5018 BAVP DCC 300mm travel
WP Suspension 5018 BAVP DCC 330mm travel


Disc brakes 260mm with floating brake calipers
Disc brakes 220mm with floating brake calipers

Image: http://www.totalmotorcycle.com/photos/prototype-spy-concept/2010-KTM-350SXFa.jpg

KTM 250 SX (2014)

Technical Specifications
2014 KTM 250 SX
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition system

Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

1-cylinder 2-stroke, water-cooled, with reed intake and exhaust control
66.4 x 72.0 mm
249 cm³
4 valves per cylinder

49 kW (66 hp)

Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
5-speed, claw shifted
Sealed chain
Wet multi-disc clutch DDS / Brembo hydraulics
Contactless, controlled, fully electronic ignition system with digital
ignition timing adjustment, type Kokusan
Electric starter, automatic decompressor
Pressure circulation lubrication with two rotor pumps



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake/trail
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Central tube frame made of chrome molybdenum steel tubing




1495 mm
992 mm
385 mm
96.3 kg
7.5 litres
WP Suspension 5018 BAVP DCC 300mm travel
WP Suspension 4618 with Pro‑Lever linkage 250mm travel


Disc brakes 260mm, brake calipers on floating bearings
Disc brake 240mm with single-piston brake caliper, floating

Image: http://derestricted.com/photography/2014-ktm-sx-2-strokes

Permainan Belincar

(Permainan Tradisional Kalimantan Timur)
 
Di daerah Kalimantan Timur ada sebuah permainan tradisional yang disebut sebagai belincar. Belincar adalah sebutan bagi masyarakat Bulungan untuk sebuah permainan melontar dengan menggunakan benda pipih ke arah taruhan yang berupa daun-daunan atau kertas bekas bungkus rokok. Konon, dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak yang berada di daerah pedesaan, kemudian berkembang ke daerah perkotaan. Namun, dewasa ini permainan belincar sudah jarang dimainkan oleh anak-anak karena kalah “bersaing” dengan permainan elektronik buatan luar negeri.

Pemain
Permainan belincar dapat dimainkan oleh 2 hingga 6 orang. Hal itu bergantung dari sifat permainannya (individual atau kelompok). Apabila pemainnya hanya dua orang atau berjumlah ganjil, maka permainannya bersifat individual. Sedangkan, apabila pemainnya berjumlah empat atau enam orang (genap), maka permainan bersifat kelompok. Pada umumnya permainan ini dilakukan oleh laki-laki yang berumur 5 hingga 15 tahun. Namun, apabila ada perempuan yang ingin bermain, maka ia akan menggabungkan diri dengan kaum laki-laki. Apabila jumlah perempuannya lebih dari satu orang, mereka dapat membentuk sebuah kelompok sendiri.

Tempat Permainan
Permainan belincar dapat dilakukan di mana saja. Jadi, bisa di halaman rumah, di halaman rumah adat, atau di lapangan. Di dalam arena permainan tersebut akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm atau sebuah lingkaran untuk menaruh dam-daman atau taruhan. Kemudian, dibuat sebuah garis anjak (tempat para pemain melempar kebot) yang jaraknya antara lima sampai sepuluh langkah dari tempat menaruh dam-daman.

Peralatan Permainan
Peralatan dalam permainan belincar adalah sebuah kebot yang dapat terbuat dari kayu yang keras, pecahan genting atau batu lepek/pipih. Hal ini dimaksudkan agar jika dilempar tidak melayang. Kebot nantinya akan digunakan sebagai gacu untuk mengenai dam-daman atau utan (bahasa Bulungan) yang terbuat dari kertas pembungkus rokok atau dedaunan yang bentuknya bagus. Sebagai catatan, dahulu utan atau dam-daman yang dijadikan sebagai taruhan nilainya dapat mencapai satu, sepuluh, atau seratus rupiah. Hal itu bergantung kesepakatan antarpemain.

Peraturan Permainan
Peraturan permainan belincar tergolong mudah karena hanya melontarkan kebot ke arah dam-daman atau utan yang berada di dalam garis kotak atau lingkaran. Jika seseorang dapat mengeluarkannya dalam jumlah yang banyak (lebih banyak daripada lawan mainnya), maka ia akan menjadi pemenangnya. Agar permainan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar, maka aturan permainan sangat diperlukan. Aturan-aturan dalam permainan ini adalah sebagai berikut: (1) apabila lontaran tidak berhasil mengenai dam-daman, maka pelontarnya harus memberi kesempatan pemain lain untuk melontar; (3) lontaran dianggap sah apabila posisi pemain berada di garis anjak yang jaraknya lima sampai sepuluh langkah dari lingkaran tempat ditaruhnya dam-daman; (4) dan apabila melontar dan ternyata dam-daman bersama batu pelontar berada di luar garis lingkar, maka dam-daman tersebut berhak diambil dan pelontar masih diberi kesempatan melontar lagi.

Jalannya Permainan
Sebelum permainan dimulai, dilakukan pemilihan untuk menentukan peserta yang akan memulai permainan dengan jalan gambreng dan suit. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Kemudian, secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Pada saat diturunkan, posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka, maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan memulai permainan.

Selanjutnya, pemain pertama akan mulai melontarkan kebotnya ke arah lingkaran untuk mengeluarkan dam-daman. Cara melontar kebot adalah dengan berdiri di belakang garis anjak, kemudian salah satu tangan yang menggenggam kebot diangkat. Setelah itu kebot akan dilontarkan ke arah dam-daman. Apabila dapat mengenai dam-daman hingga keluar dari lingkaran, maka dam-daman taruhan tersebut menjadi milik si pelontar. Namun, apabila tidak ada satu dam-daman taruhan pun yang dapat dikenai, maka pelontar harus digantikan oleh pemain yang lain. Pemain yang dapat mengumpulkan dam-daman taruhan paling banyak dinyatakan sebagai pemenang.

Nilai Budaya
Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai belincar ini adalah keterampilan, kecermatan dan sportivitas. Nilai keterampilan dan kecermatan tercermin dari usaha para pemain untuk sedapat mungkin mengeluarkan dam-daman dari garis lingkar agar dapat diambil sebagai nilai kemenangan. Seseorang dapat dengan mudah mengeluarkan biji taruhan dari dalam lubang apabila telah menguasai teknik-teknik melontarkan kebot dan memiliki kecermatan dalam memilih sasarannya. Keterampilan melontar dan memilih sasaran tersebut hanya dapat dimiliki, apabila seseorang sering bermain dan atau berlatih melontarkan kebot. Dalam kehidupan sehari-hari, apabila orang selalu melatih keterampilan dan kecermatan yang dimilikinya, apapun bentuknya, kemungkinan besar akan meraih kesuksesan dalam setiap usahanya. Dan, nilai sportivitas tercermin dari sikap dan perilaku yang sportif para pemain. Dalam hal ini pemain yang kalah harus mengakui kekalahannya, sedangkan bagi pihak yang menang tidak boleh menyombongkan diri, sebab pada permainan yang akan datang, mungkin saja dapat dikalahkan oleh pihak yang sebelumnya kalah. (pepeng)

Sumber:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1992. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara IV. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Popular Posts