Tembung

Tembung adalah sebutan masyarakat Sumatera Selatan bagi sebuah senjata pukul yang berbentuk seperti pentungan (Jawa). Senjata ini biasanya digunakan untuk melumpuhkan (bukan membunuh) lawan yang sedang dihadapi, baik dalam pertarungan individual (satu lawan satu) maupun secara massal.

Untuk membuat sebuah tembung tergolong mudah karena bahannya dapat ditemukan dimana saja, seperti: bambu, rotan, atau uyung, ibul dan hanibung yang berasal dari pohon palem. Bahan baku ini dibentuk menjadi bulat panjang dengan ukuran panjang sekitar 130 sentimeter dan lebar bagian ujungnya sekitar 7 sentimeter. Sedangkan lebar bagian pangkalnya bergantung dari si pemakai. Semakin lebar genggaman tangan, maka semakin lebar pula gagang tembung yang dibuatnya. Demikian sebaliknya, semakin kecil genggaman seseorang, maka makin kecil pula gagang tembung yang dipakainya.

Nilai Budaya
Tembung sebagai hasil budaya anak negeri, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: ketekunan, ketelitian, dan kesabaran yang tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah tembung yang indah dan sarat makna. (pepeng)

Sumber:
Indones, Noor, dkk,. 1992. Senjata Tradisional Daerah Sumatera Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
hal
Dilihat: