1. Asal usul
Batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng, yaitu makanan yang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Kota Bandung, Jawa Barat. Hidangan ini umumnya dibuat dari adonan ikan yang dicampur dengan tepung dan bumbu, kemudian disajikan bersama tahu atau kulit pangsit yang digoreng hingga matang. Batagor biasanya disantap dengan saus kacang, kecap manis, sambal, serta perasan jeruk limau atau jeruk nipis.
Dalam publikasi mengenai kuliner Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung menjelaskan bahwa batagor menjadi salah satu makanan yang dikenal luas dan berkembang dari kreativitas pedagang makanan di kota tersebut. Perpaduan adonan yang gurih, tahu yang lembut, dan bagian luar yang renyah menjadikan batagor memiliki cita rasa serta tekstur yang khas.
Sejarah
Sejarah batagor sering dikatikan dengan seorang perantau bernama Isan yang berjualan bakso tahu di Bandung. Kisan yang berkembang menyebutkan bahwa ketika dagangannya tidak habis terjual, Isan kemudian menggoreng sisa bakso tahu tersebut agar tidak terbuang. Makanan itu dibagikan kepada tetangga dan ternyata mendapat sambutan baik. Dalam perkembangannya, bakso tahu yang digoreng tersebut semakin dikenal dan disebut batagor, singkatan dari bakso tahu goreng (Pemerintah Kota Bandung, tanpa tahun)
Laman Bandung Mirasa juga mengaitkan kemunculan batagor dengan pengalaman Isan mengolah sisa dagangan menjadi makanan yang kemudian disukai masyarakat. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah kreasi sederhana dapat berkembang menjadi kuliner yang melekat dengan identitas suatu kota (Bandung Mirasa, 2025).
Meskipun cerita mengenai awal kemunculan batagor memiliki beberapa versi dalam berbagai sumber, Isan dan perkembangan usaha batagor H. Isan sering disebut dalam kisah sejarah kuliner ini. Dari makanan yang awalnya dijual secara sederhana, batagor kemudian berkembang menjadi jajanan yang dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga rumah makan.
Kekhasan Batagor
Kekhasan batagor terletak pada perpaduan rasa gurih, tekstur renyah, dan saus kacang yang menjadi pelengkap utamanya. Adonan ikan memberikan cita rasa khas, sedangkan tahu dan kulit pangsit menghadirkan variasi bentuk serta tekstur. Ketika digoreng, bagian luarnya menjadi kecokelatan dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap terasa lembut atau kenyal, bergantung pada komposisi adonan dan cara pengolahannya.
Menurut laman Bandung Mirasa, bahan yang umum digunakan untuk membuat Batagor antara lain ikan tenggiri, tahu putih, kulit pangsit, dan bumbu kacang (Bandung Mirasa, tanpa tahun). Meski demikian, komposisi dan racikan setiap penjual dapat berbeda. Perbedaan tersebut membuat Batagor memiliki variasi rasa yang menjadi ciri khas masing-masing tempat usaha.
2. Peralatan dan Bahan
Pembuatan batagor memerlukan peralatan dapur yang relatif sederhana, seperti wadah untuk mencampur adonan, pisau, talenan, sendok, alat penghalus bumbu, wajan, dan kompor. Perlatan tersebut digunakan untuk menyiapkan bahan, membentuk adonan, menggoreng batagor, serta membuat saus kacang.
Bahan utama batagor umumnya terdiri atas ikan tenggiri, tahu putih, tepung tapioka, tepung terigu dalam beberapa resep, bawang putih, garam, dan bumbu penyedap sesuai kebutuhan. Adonan ikan dan tepung menjadi bagian penting yang membentuk rasa serta tekstur batagor. Tahu dapat diisi dengan adonan tersebut, sedangkan kulit pangsit digunakan untuk membungkus sebagian adonan sehingga menghasilkan bentuk dan tekstur yang berbeda setelah digoreng.
Selain bahan utama, batagor dilengkapi saus kacang yang dibuat dari kacang tanah dan berbagai bumbu, seperti bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan air. Kecap manis serta jeruk limau atau jeruk nipis dapat ditambahkan ketika makanan disajikan. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit asam yang melengkapi cita rasa batagor. Komposisi ini merupakan gambaran umum; resep setiap penjual dapat berbeda sesuai kebiasaan dan selera masing-masing.
3. Proses Pembuatan
Pembuatan batagor dimulai dengan menyiapkan adonan ikan. Daging ikan yang telah dibersihkan dihaluskan, kemudian dicampur dengan tepung, bawang putih, garam, dan bumbu lainnya. Air ditambahkan secukupnya hingga adonan memiliki kekentalan yang sesuai untuk dibentuk. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tahu atau dibungkus menggunakan kulit pangsit.
Setelah dibentuk, batagor digoreng dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecokelatan. Proses penggorengan perlu diperhatikan agar bagian luar menjadi renyah, sedangkan bagian dalam matang dengan baik. Ukuran potongan dan ketebalan adonan turut memengaruhi waktu penggorengan serta hasil akhir makanan.
Sementara itu, saus kacang disiapkan dengan menghaluskan kacang tanah bersama bumbu-bumbu yang digunakan. Campuran tersebut kemudian dimasak dengan air hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Rasa saus dapat disesuaikan melalui penambahan gula merah, garam, cabai, dan bahan pelengkap lainnya.
Dalam perkembangannya, cara pembuatan batagor tidak selalu sama. Ada penjual yang membentuk adonan langsung sebelum digoreng, sementara penjual lain menggunakan variasi bentuk dan komposisi bahan. Perbedaan teknik tersebut menunjukkan bahwa batagor terus mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan usaha dan selera konsumen. Gambaran proses ini merupakan uraian umum pengolahan batagor, bukan resep baku yang berlaku bagi semua penjual.
4. Penyajian
Batagor umumnya disajikan setelah digoreng dan dipotong menjadi beberapa bagian. Potongan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang, ditambah kecap manis dan sambal sesuai selera. Perasan jeruk limau atau jeruk nipis memberikan rasa segar yang menyeimbangkan gurinya adonan dan rasa saus kacang. Beberapa penjual juga menambahkan mentimun sebagai pelengkap.
Selain penyajian dengan saus kacang, terdapat variasi batagor yang disajikan bersama kuah. Perbedaan cara penyajian ini memperlihatkan perkembangan batagor dalam menyesuaikan diri dengan selera konsumen. Walaupun bentuk dan pelengkapnya dapat berubah, batagor tetap dikenal melalui perpaduan adonan gurih, tahu atau kulit pangsit, serta teknik penggorengan yang menjadi ciri utamanya.
Batagor kini bukan hanya makanan yang mudah ditemukan di Bandung, tetapi juga bagian dari pengenalan kuliner kota tersebut kepada masyarakat luas. Perkembangannya dari jajanan sederhana menjadi makanan yang dikenal di berbagai daerah memperlihatkan bahwa kuliner dapat tumbuh melalui kreativitas masyarakat, pengalaman berdagang, dan perubahan selera. Dengan demikian, Batagor dapat dipahami bukan sekadar sebagai makanan, melainkan juga sebagai bagian dari perjalanan kuliner Kota Bandung.
Sumber:
Bandung Mirasa. 2025. “Batagor.” Warisan Budaya Tak Benda, diakses dari https://bandungmirasa.id/warisan/batagor, tanggal 15 Oktober 2026.
Pemerintah Kota Bandung. Tanpa tahun. Kuliner Kota Bandung. Dokumen informasi kuliner Kota Bandung, bagian “Batagor”.