Kue Pasung

Bila melihat penganan ini dari jauh, maka yang terlintas di benak mirip seperti sebuah cone es krim (ice cream) berbentuk kerucut. Namun, apabila apabila didekati "cone" tersebut bukanlah terbuat dari telur, gula, mentega, tepung terigu, dan baking soda yang diramu sedemikian rupa hingga menjadi padat, melainkan lembaran daun pisang yang digulung hingga menyerupai corong berisi adonan kenyal terbuat dari tepung beras, santan, tepung sagu, dan gula jawa. Orang Banten menyebutnya sebagai kue pasung.

Kue yang biasanya dibuat sebagai pelengkap upacara lingkaran hidup (pernikahan, khitanan) dan upacara keagamaan ini terdiri dari dua adonan. Adonan pertama berbahan tepung beras dan gula jawa yang diaduk atau diulen selama sekitar sepuluh menit lalu dicampur dengan santan kelapa dan tepung sagu. Setelah tercampur merata adonan dimasukkan dalam seperempat corong daun pisang lalu dikukus hingga mengeras.

Adonan kedua berisi santan kental, larutan gula jawa atau gula aren, garam dan tepung beras yang dituangkan di atas adonan pertama hingga corong daun pisang terisi penuh. Selanjutnya adonan dikukus lagi selama beberapa puluh menit hingga kenyal atau tidak encer. Dan, agar kue lebih bertekstur dan wangi, pada bagian atas ditaburi irisan daging kelapa atau nangka.

Foto: http://serangbanten.com/kue-pasung-khas-banten/
Dilihat: