Cerita dimulai dengan penemuan sebuah mikrokip mutakhir di tubuh mendiang agen 007 di salju Siberia. Mikrokip ini dirancang khusus untuk tahan terhadap radiasi pulsa elektromagnetik (EMP) dari ledakan nuklir. Penyelidikan MI6 mengarah pada Max Zorin (Christopher Walken), seorang industrialis jenius berdarah Jerman-Soviet yang mendominasi pasar mikroelektronika global melalui perusahaannya, Zorin Industries.
Penyelidikan Bond membawanya melakukan perjalanan globetrotting yang elegan, mulai dari pacuan kuda mewah di Chantilly, Prancis, aksi kejar-kejaran menggunakan mobil pemadam kebakaran di San Francisco, hingga ke tambang bawah tanah yang masif di California. Di sana, Bond mengungkap rencana gila Zorin bernama "Project Main Strike". Demi memonopoli industri teknologi dunia, Zorin berniat meledakkan bom di sepanjang Sesar San Andreas untuk memicu gempa bumi dahsyat yang akan menenggelamkan Lembah Silikon (Silicon Valley) ke dasar laut.
Keberhasilan film ini tidak lepas dari kehadiran Max Zorin sebagai salah satu penjahat paling psikopat dan karismatik dalam sejarah Bond. Diperankan dengan sangat brilian oleh pemenang Oscar, Christopher Walken, Zorin digambarkan sebagai produk eksperimen genetika Nazi yang memiliki kecerdasan luar biasa tetapi tidak memiliki empati sama sekali. Walken membawakan karakter ini dengan kombinasi senyuman dingin, tatapan mata yang tajam, dan tawa histeris saat ia dengan tega membantai para pekerjanya sendiri menggunakan senapan mesin demi memuluskan ambisinya.
Dinamika karakter antagonis semakin hidup berkat kehadiran May Day (Grace Jones), tangan kanan sekaligus kekasih Zorin yang memiliki kekuatan fisik di luar nalar manusia biasa. Mengenakan busana avant-garde yang mencolok, Grace Jones memberikan aura ancaman yang sangat unik, eksentrik, dan menakutkan. Hubungannya dengan Zorin yang berakhir tragis karena pengkhianatan memberikan bobot dramatis di paruh akhir film, di mana ia akhirnya berbalik membantu Bond demi menuntut balas. Kontras dengan ketangguhan May Day, Bond didampingi oleh Stacey Sutton (Tanya Roberts), seorang geolog tangguh yang aset tanah keluarganya direbut secara paksa oleh Zorin.
Dari segi estetika dan hiburan, A View to a Kill menyajikan beberapa sekuens aksi yang ikonik dan tak terlupakan pada masanya. Sutradara John Glen berhasil mengarahkan aksi pembuka ski salju yang mendebarkan di Rusia (yang memicu tren olahraga snowboarding), aksi terjun payung dari atas Menara Eiffel di Paris, hingga klimaks pertempuran hidup-mati yang sangat menegangkan di atas balon udara (airship) Zorin yang tersangkut di puncak Jembatan Golden Gate. Meskipun Roger Moore yang saat itu berusia 57 tahun tampak mulai kepayahan di beberapa adegan fisik yang berat, pesona penampilannya yang penuh gaya, karisma, dan humor satir khas Inggris tetap berhasil mengikat emosi penonton.
Aspek audio film ini merupakan salah satu pencapaian terbaik yang berhasil mendominasi budaya pop era 80-an. Grup musik new wave legendaris, Duran Duran, dipercaya untuk membawakan lagu tema utama berjudul sama, yang berkolaborasi dengan komposer ikonik John Barry. Hasilnya, lagu ini mencetak sejarah sebagai satu-satunya lagu tema James Bond yang berhasil menduduki peringkat nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100 Amerika Serikat. Musik synth-pop yang enerjik dipadukan dengan aransemen orkestra megah dari John Barry berhasil menyuntikkan adrenalin dan atmosfer modernitas yang sangat kental ke dalam setiap adegan aksi.
Namun, faktor usia Roger Moore yang kian menua menjadi celah yang memicu perdebatan di kalangan kritikus dan penggemar purist. Perbedaan usia yang sangat mencolok antara Moore dan aktris Tanya Roberts membuat dinamika romantis di layar terasa kurang meyakinkan dan sedikit canggung bagi sebagian penonton. Penggunaan pemeran pengganti (stuntman) yang terlalu terlihat jelas di beberapa adegan aksi juga dinilai menurunkan tensi ketegangan yang seharusnya intens dan realistis.
Secara keseluruhan, jika Anda mencari film spionase yang murni mengandalkan ketahanan fisik agen muda yang tangguh, film ini mungkin akan terasa kurang memuaskan. Sebaliknya, jika Anda ingin menikmati sebuah tontonan pop-kultur era 80-an yang penuh nostalgia, dihiasi oleh salah satu duet penjahat paling eksentrik (Walken dan Jones), lagu tema terbaik sepanjang masa, serta penghormatan terakhir yang elegan untuk masa jabatan Roger Moore, film ini adalah sebuah mahakarya hiburan klasik yang sangat menyenangkan untuk dinikmati kembali.