NUSANTARA COSMIC ECHOES - Pink Floyd Style Progressive Rock

Angklung Bungko

Sesuai dengan namanya, angklung ini berasal dari Desa Bungko, Kecamatan Kepatekan, Kabupaten Cirebon. Angklung bungko adalah musik pengiring bagi tarian euforia karena menang melawan pasukan Pangeran Pekik (Ki Ageng Petakan) pada masa awal kedatangan Islam (menjelang abad ke-17) yang disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip ajaran islam yang telah diajarkan oleh Sunan Gunung Jati. Oleh karena itu, gerakan-gerakan tari yang diiringi angklung bungko merupakan gambaran dari peperangan dengan para penari menggunakan kostum ikat kepala batik, baju putih, keris, serta soder.

Ada empat tarian dalam angklung bungko, antara lain 1. Panji,menggambarkan sikap berzikir. 2. Benteleye, menggambarkan sikap bertindak dalam menghadapi rintangan di perjalanan. 3. Bebek ngoyor,menggambarkan jerih payah dalam upaya untuk mencapai tujuan. 4. Ayam alas, menggambarkan kelincahan dalam mencari sasaran pemilih.

Atas gagasan Syeh Bentong atau Ki Gede Bungko, angklung bungko tetap dipertahankan dan dimanfaatkan untuk menyebarkan agama Islam. Ki Ageng Bungko (Ki Puyunan) sebagai anutan yang berjiwa egaliter dan banyak jasa semasa hidupnya, kini seolah-olah menjadi simbol kehebatan masyarakat bungko. Karena itu untuk mengenang jasa-jasa leluhurnya, mereka mengimplementasikannya dalam upacara ritual adat yang dikenal dengan ngunjung.

Sebuah Warung Penjual Sate di Kalianda, Lampung Selatan


Warung Makan Kidemang

Warung Makan Kidemang berada di daerah Carita, Pandeglang Banten. Berikut adalah foto-foto yang diambil pada awal bulan Februari 2021 di warung makan yang menyediakan berbagai macam menu, mulai dari: baso, soto, mie ayam, ketoprak, hingga nasi goreng.











Wayang Golek Cepak

Wayang golek cepak masuk dalam terminologi wayang golek pada umumnya. Yang membedakannya hanyalah hiasan kepala wayang yang papak/cepak (tidak runcing). Selain itu, cerita yang ditampulkannya bukanlah Ramayana atau Mahabarata, melainkan babad-babad Cirebon yang bernafaskan Islam, seperti: Sutajaya Kuncung, Sutajaya Kebon, Sutajaya Kalam, Sutajaya Kentol, dan Sutajaya Telon, Blambangan, Cakra Buana. Wali Sanga dengan menampilkan tokoh Nyi Mas Gandasari, Wiralodra, Ki Tinggil, Panji Semirang, Kuwu Sangkan, Bagal Buntung, dan lain sebagainya.

Adapun pertunjukannya diawali dengan pembukaan berupa instrumen lagu-lagu bayoman, kajengan, rungu-rungu, balo-balo. Kemudian disusul jejer/kaboran yang berbentuk keraton, petapan. Lalu dilanjutkan dengan Murwa, Catur (isi cerita), paseban (musyawarah), Perang, dan penutup (tutug).

Pertunjukannya sendiri diiringi oleh seperangkat waditra yang terdiri atas: demung, bonang, gambang, kemyang, saron, kendang, beri (simbal), kenong-jengglong, suling, titil, kebluk, kemanak, klenang, kiwul-gong, sabet-gong, bedug, dan kecrek atau keprak.

Bakso Rusuk KaDe

Bakso Rusuk KaDe berada di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Berikut adalah foto-foto yang diambil pada pertengahan bulan November 2011 di warung yang tidak hanya menyediakan bakso rusuk sebagai menu andalannya, tetapi juga bakso mercon, bakso urat, mie ayam, dan sop iga.

Cara Pasang Tali Layangan agar Manteng di Udara
Topeng Monyet
Echoes of the Cosmic Groove – 1970s Psychedelic & Progressive Rock

Archive