Ahmad Syaropi

Ahmad Syaropi adalah salah seorang Putra Betawi yang menjadi pejabat di lingkungan Kotamadya Jakarta Selatan. Pria yang tinggal di Jalan Meruya Ilir F1 No. 4 ini lahir di Kampung Meruya, Jakarta Barat, pada tanggal 24 September 1966. Dia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara pasangan H. Tarmuzi, BA dan Hj. Turiah (jakarta.go.id).

Sebagaimana layaknya orang Betawi lain yang dekat dengan Islam, awalnya kedua orang tua menghendaki agar Ahmad Syaropi menjadi pendakwah. Oleh karena itu, setelah menamatkan sekolah dasar di SDN 01 Cengkareng Timur, Jakarta Barat, tahun 1977, dia dimasukkan ke Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Daer-el-Qolam, Gitung Balaraja, Tangerang. Selanjutnya ke Madrasah Aliyah di Pondok Modern Daarussalam Gontor, Ponorogo.

Lulus dari Madrasah Aliyah tahun 1985, laki-laki yang akrab disapa Yopi ini tidak lantas menekuni bidang agama untuk menjadi pendakwah. Dia malah melanjutkan pendidikan ke jurusan Asia Barat, Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya), Universitas Indonesia (lulus tahun 1992). Tidak puas hanya mendapat gelar S1, Yopi melanjutkan kembali pendidikan jejang S2 ilmu ekonomi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, hingga lulus tahun 1996 (jakarta.go.id).

Dua tahun setelah mendapat gelar M.Si, Yopi memutuskan untuk mengabdikan diri pada negara menjadi Pegawai Negeri Sipil. Ketika telah menjadi Pegawai Negeri Sipil di Provinsi DKI Jakarta, berbagai jabatan pun mulai diembannya, di antaranya: (1) staf Museum Seni Rupa dan Keramik Dinas Museum dan Pemugaran Provinsi DKI Jakarta (1999-2001); (2) Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Tekstil Dinas Museum dan Pemugaran Provinsi DKI Jakarta (2001); (3) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Tekstil Jakarta Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta (2001-2003); (4) Kepala Seksi Monumen Proklamasi UPT Monumen Nasional Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta (2003-2007); (5) Kepala Seksi Pengkajian dan Pengembangan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta (2007-2009); (6) Kepala Seksi Museum Moh. Husni Thamrin UPI, Museum Joang '45 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta (2009-2010); dan (7) Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kotamadya Jakarta Selatan.

Jabatan sebagai Kasudin Kebudayaan membuat Yopi kerap berhubungan dengan komunitas-komunitas seni Betawi di wilayahnya. Dia pun bertekad melakukan pembinaan secara optimal kepada para seniman dan sanggar atau organisasi kesenian. Adapun tujuannya adalah untuk memartabatkan seniman serta organisasi kesenian Betawi. Caranya antara lain dengan memberikan stimulan berupa penghargaan kebudayaan atas upaya yang telah dilakoni seniman secara konsisten dan berkesinambungan (jakarta.go.id).

Keseriusan memartabatkan organisasi kemasyarakatan dan seniman Betawi sebenarnya telah dilakukan Yopi jauh sebelum dia menjabat sebagai Kasudin Kebudayaan. Pada tahun 2003-2007 misalnya, dia telah menjadi anggota Dewan Pakar Bamus Betawi; anggota ICMI DKI Jakarta bidang sosial-budaya (2005-sekarang); pendiri Majelis Metropolitsn (MM) tahun 2001; penasihat PPS Beksi (2005-2009); dan Sekretaris umum Lembaga Kebudayaan Betawi sejak tahun 2004.

Pada periode 2015-2018 Yopi dilantik lagi dalam kepengurusan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Dalam pelantikan yang dilakukan di gedung Nyi Ageng Serang tersebut terpilih sebagai Ketua Umum LKB H. Tatang Hidayat SH; Sekretaris Umum H. Ahmad Syaropi, Msi; ketua bidang Informasi dan Dokumentasi Kombes Polisi M. Zarkasih, SH, MH, Msi; Ketua Bidang Pelestarian Drs. Andi Yahya Saputra; Ketua Bidang Pengembangan Asiantoro Msi; Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Pemberdayaan Firmansyah A. Wahid, Msi; dan Ketua Bidang Pagelaran Imron Hasbullah, S.Psi (majalahbetawi.com).

Lembaga Kebudayaan Betawi sendiri dibentuk berdasarkan usul dari kalangan masyarakat Betawi dalam Pralokarkarya Penggalian Seni Budaya Betawi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta tanggal 16-18 Februari 1976. Usul tersebut kemudian ditetapkan dalam akta pembentukan LKB tanggal 22 Juni 1976 dengan para pendirinya; H. Abdullah Ali, dr. H. Atje Muljadi, H. Effendi Yusuf, SH, Drs. Alwi Mas'oed, H.M. Napis Tadjeri, H. Sa'ali, SH, Drs. H. Rusdi Saleh, H. Hamid Alwi, H. Salman Muchtar, H. Irwan Sjafi'ie, Hj. Emma A. Bisrie, Prof. Dr. Yasmine Z. Shahab, dan Husein Sani (lembagakebudayaanbetawi.com).

Dalam situs resminya LKB bertujuan membantu Pemerintah DKI Jakarta dalam penelitian, penggalian, pengembangan, dan pemeliharaan nilai-nilai budaya tradisional Betawi. Tujuan tersebut termaktub dalam visi dan misi organisasi. Adapun visinya adalah menjadi laboratorium dan lembaga ketahanan adat istiadat seni budaya tradisional Betawi. Sedangkan misinya: (1) memperkuat keberadaan organisasi agar memiliki power off bargaining; (2) melestarikan, membina, mengembangkan dan mengamankan budaya tradisional Betawi; (3) memberdayakan pelaku seni budaya Betawi secara profesional untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya; (4) memperkuat jaringan kemitraan dalam lingkup nasional dan internasional; dan (5) menjadi kontributor budaya tradisional bagi kekayaan khazanah budaya bangsa.

Sebagai catatan, suami dari Risa Arifiani (dinikahi tahun 1986) dan ayah dari Kamela Ezam Qiyani, Ashila Zahra Hanany, serta Muhammad Hakam Alkautsar ini juga aktif di dunia kampus sebagai dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Maulana Yusuf, Serang, Banten. Sedangkan organisasi lain di luar masyarakat Betawi, di antaranya adalah narasumber tetap Pusbinroh DKI (1998-sekarang), Direktur PT. Alfa Berea Utama (1996-2009), dan Ketua Yayasan Al-Ittihad (1986-sekarang). (gufron)

Foto: http://www.beritajakarta.id/potret/album/2450/LKB-dan-Djarot-Bahas-Pelestarian-Budaya-Betawi
Sumber:
"Ahmad Syaropi, Drs. H. M.si", diakses dari http://www.jakarta.go.id/v2/dbbetawi/detail/ 63/Ahmad-Syaropi-Drs.-H.-M.si, tanggal 7 September 2017.

"Sejarah Berdirinya LKB", diakses dari http://lembagakebudayaanbetawi.com/about/sejarah-berdirinya-lkb, tanggal 8 September 2017.

"Pelantikan Pengurus LKB: Programkan Standar Etika yang Santun Berbudaya", diakses dari http://www.majalahbetawi.com/2015/03/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_16.html, tanggal 8 September 2017.
Dilihat: