Heis

Heis adalah istilah orang Manggarai di Nusa Tenggara Timur bagi sebuah aktivitas berupa pembersihan rumput, dedaunan dan ranting-ranting kering di sekitar tanah yang akan dijadikan sebagai ladang. Pembersihan ini dilakukan secara merata hingga ke seluruh tepian ladang (lingko) agar ketika dilakukan pembakaran tidak merembet ke ladang milik orang lain. Adapun proses pembakarannya sendiri disebut sebagai tapa uma yang harus mendapat persetujuan dari Tua Teno/lebok (salah seorang anggota klen (Tua Pangga) yang dianggap mampu dan bijaksana untuk mengatur kepentingan bersama dalam pembukaan kebun/ladang (lingko) serta semua urusan adat).

Pekerjaan heis dilakukan selama satu hari penuh oleh seluruh penggarap lahan yang akan dijadikan lingko. Sedangkan tapa umanya baru dilakukan keesokan hari pada waktu cirang leso (mata hari sedang bersinar terik) antara pukul 10.00 hingga 11.00 siang waktu setempat. Pembakaran dimulai dari bagian yang berlawanan dengan arah angin. Apabila api telah melalap sekitar seperempat lingko, barulah bagian yang searah dengan arah angin mulai dibakar menggunakan culu atau cawar yang berupa ikatan sejumlah bambu berukuran kecil dengan panjang sekitar satu meter dan diameter seukuran lengan orang dewasa.
Dilihat: