Pukat (Melayu)

Menurut Pusat Rujukan Persuratan Melayu (prpm.dbp.gov.my), pukat didefinisikan sebagai jaring besar dan panjang untuk menangkap ikan di laut. Pukat biasanya digunakan oleh para nelayan yang mempunyai perahu agak besar dengan masa melaut antara 3 hingga 5 hari. Menurut fungsinya, pukat dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Pukat Bakul
Pukat Bakul bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis pukat lain. Awalnya pukat jenis ini bagian atas atau di sekeliling mulutnya dibiarkan terbuka saat dipasang. Namun dalam perkembangannya pada bagian mulut itu telah dipasang dengan jaring sehingga dapat pula disebut sebagai pukat bakul berbingkai.

Pukat bakul biasanya dipasang di dasar laut yang permukaannya rata serta menghadap ke arah arus air. Pukat yang juga dikenal dengan sebutan pompang ini hanya dipasang pada saat air laut sedang pasang saja. Ikan-ikan yang biasanya ditangkap dengan pukat bakul adalah jenis ikan kekek, ikan baja, udang dan lain sebagainya.

2. Pukat Jerut
Pukat jerut adalah sejenis jaring yang panjangnya dapat mencapai beberapa kilometer. Pada bagian bawah pukat jerut dibuat semacam tali-tali pemberat (tali kajar bawah) yang panjangnya seukuran dengan tali pelampung (tali kajar atas). Selain itu, pukat jerut juga dilengkapi dengan beberapa buah gelang yang terbuat dari kayu, timah atau tembaga yang digantung pada bagian bawah pukat.

3. Pukat Rentang
Pukat rentang umumnya digunakan untuk menangkap ikan belanak, ikan baja, ikan duri, ikan gelama dan ikam sembilang yang hidup di daerah muara dan kawasan pantai berteluk yang berlumpur. Penangkap ikan dengan memakai pukat ini biasanya adalah nelayan kecil yang melakukan aktivitasnya menggunakan sampan. Sebelum mulai menjaring ikan dia akan memancangkan kayu di dalam air sebanyak 20 batang dengan panjang masing-masing sekitar 3 meter. Setelah itu dia akan berdayung di sekitar pukat sambil memukul papan sampan atau kaleng dengan tujuan agar ikan menjadi takut dan berlarian menuju pukat.

4. Pukat Sodok
Pukat Sodok mempunyai dua cagak kayu yang panjangnya sekitar satu meter dan dilengkapi dengan pegangan yang sama panjang, namun kedua ujungnya saling berhubungan. Kedua cagak tersebut dilengkungkan menggunakan sebatang kayu dan ujungnya diikat dengan senar yang berfungsi untuk menarik keduanya secara bersama-sama. Setelah lengkungan terbentuk, di tengah dipasang jaring yang bentuknya mendatar pada bagian ujung dan semakin menyempit ke arah pegangan.

5. Pukat Sorong
Pukat sorong adalah sejenis pukat berbentuk segitiga, digunakan untuk menangkap udang di tepi pantai pada saat air laut sedang surut. Pada mulanya pukat jenis ini berbentuk kecil dan terbuat dari papan yang dibentuk terbuka di sekeliling mulutnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman ukuran dari pukat sorong semakin besar dan diperlukan dua orang ketika akan menggunakannya.

6. Pukat Tarik
Pukat tarik atau disebut juga sebagai pukat payung bentuknya menyerupai sebuah keranjang besar. Pukat jenis ini umumnya digunakan oleh para nelayan di sekitar Pantai Timur Malaysia, seperti Kelantan, Trengganu, dan Pahang untuk menangkap ikan-ikan besar seperti ikan kembung.

7. Pukat Tangkul
Pukat tangkul umumnya digunakan untuk menangkap ikan bergerombol seperti selayang, kembung, cencaru, tamban, dan lain sebagainya di perairan tawar dan kawasan pantai. Pukat jenis ini memiliki jaring berbentuk persegi empat yang disangga oleh bambu lentur secara bersilang. Selain bambu dan jaring, pukat tangkul dilengkapi pula dengan unjang terbuat dari daun kelapa yang diikat dengan rotan dan seutas tali panjang sebagai penarik perhatian ikan. Bagian bawah unjang diberi pemberat agar tidak hanyut terseret arus sedangkan bagian atas diberi pelampung.

Foto: http://www.wikiwand.com/ru/Рыболовный_трал
Dilihat: