Permainan Jemamok

Jemamok adalah sebutan anak-anak di Desa Peraduan Waras, Lampung Utara, bagi sebuah permainan mencari tempat persembunyian pemain sambil menjaga "benteng" pertahanan agar tidak disentuh atau dipegang oleh pemain lain. Dalam konteks ini, "benteng" adalah sebuah batang pohon - disebut asinan - yang harus dijaga oleh seorang pemain dari "serangan" (sentuhan) pemain lain. Kapan dan dari mana permainan ini berasal sudah tidak diketahui lagi, namun menurut penuturan penduduk setempat, sejak zaman penjajahan Jepang jemamok sudah dimainkan oleh anak-anak Desa Peraduan Waras.

Permainan jemamok dapat dimainkan secara bersama-sama oleh 5-20 orang laki-laki dan perempuan berusia antara 7-13 tahun. Dari sekian banyak pemain tersebut, nantinya hanya satu orang yang menjadi penjaga asinan, sedangkan sisanya akan bersembunyi sambil menunggu waktu tepat untuk "menyerang" asinan yang dapat berada di halaman rumah, halaman rumah adat, halaman sekolah, atau di kebun.

Aturan permainan jemamok tergolong sederhana, yaitu seorang pemain yang kebetulan mendapat giliran menjaga asinan harus mencari pemain lain yang sedang bersembunyi. Apabila dia dapat menemukan seluruh pemain yang bersembunyi, maka pemain pertama yang diketahui pesembunyiannya akan menggantikannya menjaga asinan. Namun, apabila di tengah-tengah permainan asinan berhasil disentuh atau dipegang oleh pemain yang belum tertangkap, maka pemain yang telah tertangkap akan bebas kembali dan si penjaga asinan harus mengulangi lagi mencari seluruh pemain.

Adapun proses permainannya diawali dengan memilih satu orang pemain yang akan menjaga asinan dengan jalan gambreng dan suit. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masng-masing peserta yang berdiri membentuk sebuah lingkaran. Kemudian, secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Pada saat diturunkan, posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka, maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng diulangi lagi hingga nantinya tinggal tersisa hanya dua orang peserta. Kedua orang tersebut akan melakukan suit untuk menentukan siapa yang menjaga asinan.

Setelah semua siap, penjaga asinan harus menghadap ke asinan sambil berhitung dengan mata tertutup sebelum pemain lainnya bersembunyi. Selesai hitungan, penjaga asinan baru diperbolehkan untuk mencari tempat persembunyian pemain lain. Selama pencarian tersebut, dia akan berlarian ke tempat-tempat yang dirasa ada pemain yang sedang bersembunyi. Apabila berhasil menemukannya, maka penjaga asinan dan pemain yang dikenai tadi akan berlari secepatnya menuju asinan. Jika penjaga berhasil menyentuh asinan terlebih dahulu, berarti pemain berhasil tertangkap. Begitu seterusnya hingga seluruh pemain yang bersembunyi tertangkap. Selanjutnya, pemain pertama yang tertangkap harus menggantikan pemain penjaga asinan. Namun, apabila asinan berhasil diserang, maka seluruh pemain yang telah tertangkap dapat "lepas" kembali dan menjaga harus mencarinya lagi. Permainan jemamok akan berakhir apabila para pemainnya telah merasa lelah atau puas bermain. (ali gufron)

Sumber:
Hindun (54 Tahun)
Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara
hal
Dilihat: