Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban

Kabupaten Kuantan Singingi yang terletak antara 10.10-10.20 BT dan 00-10 LS secara administratif berada di dalam wilayah Provinsi Riau. Wilayahnya sendiri memiliki luas sekitar 7.656,03 kilometer persegi dan terbagi menjadi 12 kecamatan, diantaranya adalah: Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Singingi, Benai, Cerenti, Kuantan Hilir, dan lain sebagainya. Adapun topografinya sebagian besar diisi oleh perbukitan dengan ketingian elevasi bervariasi hingga mencapai 804 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan sisanya adalah dataran rendah yang sebagian dialiri oleh beberapa sungai besar, seperti: Sungai Kuantan, Sungai Teso dan Sungai Singingi.

Kondisi daerah yang demikian membuat Kabupaten Kuantan Singingi memiliki banyak sekali potensi yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata alam, seperti: sungai, hutan lindung, air terjun, dan lain sebagainya. Salah satu diantaranya adalah Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, sekitar 37 kilometer dari Teluk Kuantan. Penamaan air terjun ini berkaitan dengan jatuhnya air melalui tebing yang bertingkat-tingkat hingga tujuh buah banyaknya. Jadi, air terjunnya berjumlah tujuh buah tetapi masih dalam satu aliran.

Untuk dapat mencapai obyek wisata ini dapat menggunakan kendaraan umum maupun pribadi dari Teluk Kuantan menuju ke Kecamatan Hulu Kuantan. Dalam perjalanan, sekitar 22 kilometer dari Teluk Kuantan atau selepas Kota Lubuk Jambi (Ibukota Kecamatan Kuantan Mudik) akan berjumpa dengan sebuah persimpangan jalan. Bila ke arah kiri akan menuju Kiliran Jao dan Air Terjun Guruh Gemurai. Sedangkan bila mengambil ke arah kanan akan menuju ke Lubuk Ambacang, Ibukota Kecamatan Hulu Kuantan dengan jarak sekitar 11 kilometer atau 20 menit perjalanan.

Selain rute tadi, Lubuk Ambacang juga dapat dicapai dari Desa Jake menuju Desa Serosah lalu Mudik Ulo hingga ke Desa Koto Kombu dengan waktu tempuh kendaraan sekitar 40 menit karena jalannya belum beraspal (masih tanah). Menjelang Lubuk Ambacang, perjalanan akan melewati sebuah jembatan beton yang membentang di atas Batang (Sungai) Kuantan.

Selanjutnya, perjalanan diteruskan menggunakan boat atau lebih tepatnya sampan bermesin sejauh 4 kilometer atau sekitar 15 menit menuju hulu Sungai Kuantan. Dan, bila sampan telah melewati bukit dengan kemiringan antara 45 hingga 70 derajat dan Pulau Tempurung, maka sampailah ke lokasi Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban. Sebagai catatan, Sampan bermesin atau yang oleh warga sekitar dinamakan pompom dan dapat memuat 15 hingga 25 orang ini banyak ditemui di sekitar jembatan beton dan juga di Pasar Lubuk Ambacang dengan harga sewa sekitar Rp. 150 ribu.

Kondisi Air Terjun
Sesuai dengan namanya, air terjun ini terdiri dari tujuh tingkatan atau sebenarnya tujuh buah air terjun dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga lebih dari 30 meter. Menurut (http://riaupos-forus.blogspot.com/) yang mengutip informasi dari Detail Engineering Design (DED), menyatakan bahwa Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban merupakan bagian dari cekungan di belakang busur (Back Arch Basih) dari pegunungan Bukit Barisan yang membujur mengikuti pola Pulau Sumatera dengan arah Sumatera Barat Laut – Tenggara. Cekungan ini juga merupakan bagian dari cekungan Sumatera Tengah yang tersusun dari batuan sedimen, batuan vulkanik, batuan malihan (metamorf) dan endapan permukaan (aluvial).

Kondisi yang demikian membuat kawasan di sekitar air terjun yang luasnya mencapai 15 hektar banyak didiami oleh berbagai macam mamalia, seperti owa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypiterus auratus auratus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), macan tutul (Panthera pardu melas), dan anjing hutan (Cuon alpinus javanicus). Selain itu juga terdapat sekitar 204 jenis burung, terdiri: dari 90 jenis burung yang menetap, 35 jenis burung endemik, dan burung cica matahari (Crocias albonatus) serta burung poksai kuda (Garrulaz ruffirons) yang terancam punah.

Sementara untuk kondisi air terjunnya sendiri tergolong indah dan menawan. Air terjun pertama yang sudah terlihat dan terdengar gemuruhnya dari dermaga pompom dapat dikunjungi dengan mudah. Air terjun kedua, ketiga, dan keempat juga dapat mudah dicapai dengan menyusuri tangga beton yang dibangun diantara tebing-tebing terjal serta ribunan pohon yang masih asri. Pada keempat air terjun yang “hanya” memiliki ketinggian antara 5 hingga 15 meter ini pengunjung dapat menikmati pemandangan alam nan eksotis.

Jika masih belum puas dengan keempat air terjun tadi, masih ada tiga air terjun lagi yang letaknya di bagian atas. Namun untuk mencapainya, harus melalui “perjuangan” yang berat. Pasalnya, pengunjung harus mendaki melewati tebing dengan kemiringan antara 45 hingga 85 derajat, menyusuri sungai-sungai kecil, dan bahkan harus bergantungan pada akar pepohonan karena tangga permanennya sudah mulai menghilang.

Namun, segala perjuangan melewati medan berat itu akan segera terobati ketika menyaksikan keindahan air terjun, terutama air terjun ke enam dengan ketinggian curahan sekitar 30 meter. Apalagi jika telah sampai pada air terjun terakhir, pengunjung dapat pula melihat dua lapis pelangi yang membentang melingkar akibat bias cahaya matahari dari percikan air yang terpantul di kolam.

Sumber:
hal
Dilihat: