Desa Cikeusi

Letak dan Keadaan alam
Desa Cikeusi berada sekitar 3 kilometer sebelah barat Kecamatan Darmaraja atau sekitar 24 kilometer dari Kota Sumedang. Secara geografis batas-batas desa ini adalah: sebelah utara berbatasan dengan Desa Karang Pakuan, sebelah timur berbatasan dengan Desa Tarunajaya, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Cienteung, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Cinangsi.

Desa Cikeusi merupakan desa tua yang sudah terbentuk sejak sekitar 1801 dengan kepala desanya bernama Jaham (periode 1801-1831). Setelah masa kepemimpinan Jaham berakhir, hingga saat ini sudah ada 16 orang kepala desa yang pernah memimpin Cikeusi. Mereka adalah: Yakin (periode 1831-1857), Antapraja (periode 1858-1883), Muhani (periode 1889-1918), Intapraja (periode 1918-1937), Ardipraja (1939-1943), Arintapraja (periode1943-1947), Sumawijaya (periode 1947-1956), Parmasasmita (periode 1959-1961), D. Karta (periode 1961-1974), Tarsedi (periode 1975-1978), A. Kusnadi (periode 1980-1988), U. Kuswandi (periode 1989-1997), Momo (periode 1997-1999), dan Cece Surakhman (periode 1999-2007-sekarang).

Setelah dimekarkan pada tahun 1982 menjadi Desa Cikeusi dan Desa Pasirmukti (kini Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu), luas wilayah Desa Cikeusi hanya menjadi 369,487 ha, terdiri dari: tanah darat seluas 121,78 ha, persawahan seluas 96 ha, pengangonan 59,56 ha, tanah titisan 72 ha, dan balong (kolam) seluas 0,05 ha. Namun, apabila Waduk Jatigede mulai beroperasi, luas desa akan semakin berkurang karena sebagian lahannya menjadi waduk.

Kependudukan
Penduduk Desa Cikeusi berjumlah 2.330 orang atau 730 Kepala Keluarga yang terdiri atas 1.197 orang laki-laki dan 1.133 orang perempuan. Jika dilihat berdasarkan tempat tinggal, persebaran penduduk hampir merata di dua dusun yang ada.

Mata Pencaharian
Seperti dikatakan di atas, Desa Cikeusi terbagi dalam dua dusun (Andir dan Citembong Girang) serta 4 Rukun Warga dan 17 Rukun Tetangga. Setiap Rukun Warga mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Rukun Warga 01 warga masyarakatnya rata-rata berusia produktif dan bermata pencaharian sebagai Pegawai Negeri Sipil, petani, wirausaha, dan pensiunan PNS. Penduduk Rukun Warga 02 rata-rata bermata pencaharian sebagai petani padi, sawo, rambutan, aren dan perajin batu bata. Penduduk Rukun Warga 03 rata-rata berprofesi sebagai guru, PNS, dan petani, tengkulak buah, dan peternak. Sedangkan penduduk Rukun Warga 04 sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak.

Pendidikan dan Kesehatan
Sarana pendidikan yang terdapat di Desa Cikeusi berupa 2 buah Sekolah Dasar (SDN Cikeusi I dan SDN Cikeusi II), satu buah pondok pesantren, sebuah SD-SLB dengan jumlah pengajar 8 orang, sebuah SMP-SLB serta sebuah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). PAUD di desa ini menampung 40 siswa dengan jumlah pengajar sebanyak 3 orang. Sedangkan Sekolah Dasar menampung 192 siswa dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 12 orang. Sementara untuk sarana kesehatan hanya ada empat buah Posyandu dengan tenaga medis sebanyak 40 orang, terdiri atas: seorang bidan dan 39 orang kader Posyandu aktif. Selain itu ada juga seorang dukun beranak atau paraji yang siap membantu kaum perempuan melahirkan.

Organisasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan
Secara administratif dan teritorial, pemerintahan Desa Cikeusi terdiri dari Pemerintah Desa dan BPD. Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa (kuwu) dijabat Cece Surakhman dan perangkat desa (sekretaris desa/juru tulis/ulis (Uca S.), Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Tohidi), Kepala Urusan Pemerintahan (Uca Somantri), Kepala Urusan Keuangan (Ai Kurniasih), dan Kepala Ekbang (Dia Adipura). Sementara BPD atau Badan Permusyawaratan Desa adalah perwakilan penduduk yang dipilih berdasarkan musyawarah-mufakat terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama, atau pemuka masyarakat lainnya. BPD adalah sebuah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintah desa.

Selain kedua oraganisasi pemerintahan tersebut, terdapat juga organisasi kemasyarakatan seperti Karang Taruna, Alhidayah, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PKK bergerak dalam urusan kebutuhan hidup melalui 10 program, yaitu penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, Perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.
hal
Dilihat: