Kampung Seni dan Wisata Manglayang

Di kaki Gunung Manglayang, tepatnya di Komplek Bumi Cinunuk Indah, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, ada sebuah obyek wisata bernama Kampung Seni dan Wisata Manglayang. Untuk mencapainya relatif mudah karena hanya berjarak sekitar beberapa kilometer dari Jalan Raya Cinunuk. Bagi pengunjung yang datang dari arah Bandung atau Jakarta, agar tidak terhalang macet di bundaran Cibiru, dapat menggunakan jalan tol hingga keluar di gerbang tol Cileunyi lalu menuju Jalan Raya Cinunuk. Sesampai di Jalan Raya Cinunuk (setelah toserba Griya) berbelok ke kanan menuju Jalan Cijambe. Sekitar tiga kilometer menyusuri jalanan menanjak Cijambe inilah lokasi Kampung Seni dan Wisata Manglayang berada.

Sesuai dengan namanya, obyek wisata ini merupakan tempat untuk menikmati seni dan budaya Sunda dalam nuansa alam dan tradisi bersahaja (destinasibandung.co.id). Adalah H. Kawi dan isteri (Ria Dewi Fajaria) sebagai penggagasnya. Adapun tujuannya sebagai wadah bagi warga masyarakat sekitar dalam menyalurkan kemampuan berkesenian, khususnya kesenian Sunda (antarajabar.com).

Menurut citizenmagz.com, kehadiran Kampung Seni dan Wisata Manglayang Mandala Kasundaan Sarakan Paduritan bermula dari kecintaan Kawi pada seni tari Sunda. Kawi yang berprofesi sebagai Dosen Seni Tari di ISBI Bandung kemudian membangun sebuah panggung kecil di kebun miliknya untuk mengajarkan tarian pada anak-anak yang tinggal di sekitarnya. Lambat laun, karena digunakan juga untuk pertunjukan rutin yang menyedot penonton, pada tahun 2005 Kawi menyulap kebunnya menjadi obyek wisata.

Waktu itu, agar lebih "mengena" di hati masyarakat sekitar, sebagian besar pementasan diisi oleh alunan musik dangdut. Di sela-sela penampilan para pedangdut itulah Kawi menyisipkan kesenian Sunda (antarajabar.com). Secara perlahan namun pasti kesenian Sunda akhirnya menggantikan pentas musik dangdut. Adapun pementasannya sendiri menurut citizenmagz.com, dilakukan setiap pekan (malam minggu) dari pukul 20.00 WIB hingga tengah malam, dengan agenda: pekan pertama diisi oleh pertunjukan wayang golek, pekan kedua seni benjang; pekan ketiga ketuk tilu; dan pekan keempat menampilkan seni tradisional dan modern (pop Sunda).

Kegigihan Kawi dan isterinya dalam mewadahi, menghimpun, dan mengelola potensi seni dan budaya Sunda berujung manis. Dua tahun setelah dibuka, tepatnya pada 29 Agustus 2007 Kampung Seni dan Wisata Manglayang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat kala itu, Danny Setiawan (tempointeraktif.com). Dan, karena diorganisir secara baik, tiga tahun setelah diresmikan langsung mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai kampung seni terbaik, sehingga ditetapkan sebagai Dewa Wisata Kabupaten Bandung pada 9 Februari 2011 (citizenmagz.com). Selain itu, mendapat penghargaan pula dari Museum Rekor Indonesia karena memiliki sekitar 500 buah permainan khas Indonesia (hellobandungku.com).

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila setelah mendapat predikat sebagai kampung seni terbaik, Kampung Seni dan Wisata Manglayang banyak dikunjungi orang. Mereka tidak hanya berasal dari warga masyarakat sekitar, tetapi juga dari daerah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, dan bahkan mancanegara (Afrika, Jepang, Amerika, Cina, Singapura, dan Malaysia) (pikiran-rakyat.com).

Fasilitas Kampung Seni dan Wisata Manglayang
Sebagai sebuah obyek wisata budaya yang berhasil mendapat sejumlah penghargaan, tentu saja memiliki beragam fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas-fasilitas tersebut dibagi dalam empat bagian, yaitu religi dan agraris pada bagian atas, tempat berlatih kesenian pada bagian tengah, alam pada bagian samping, dan anak-anak pada bagian depan bawah (jalanjalanyuk.com). Seluruh fasilitas berupa balong atau kolam pemancingan, bangunan khusus untuk memelihara burung, kandang domba, sawah, tajug (mushola), leleson (tempat istirahat), leuit (lumbung padi), kamar kecil, panggung terbuka, dan saung berada dalam areal seluas 1,8 hektar yang dipenuhi oleh beragam tumbuhan (tangkil, lengkeng, bambu tali, asam, peuteuy, dan lain sebagainya) sehingga terlihat asri.

Khusus untuk bangunan saung, Kampung Seni dan Wisata Manglayang memiliki beberapa buah saung yang diberi nama sesuai dengan fungsinya. Saung-saung tersebut adalah: (1) Saung Binangkit, digunakan untuk menikmati hamparan padi di sawah; (2) Saung Wreti, berfungsi sebagai tempat penyimpan peralatan rumah tangga (gentong, kentongan, caping, boboko); (3) Saung Lisung, berfungsi sebagai tempat penyimpanan lisung atau alat penumbuk padi menjadi beras; (4) Saung Kamonesan, berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya (topeng, wayang golek, lukisan); (5) Saung Riung, berfungsi sebagai tempat berkumpul para pengunjung; (6) Saung Lodang, berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan kesenian; dan (7) Saung Tamba Hanaang, berfungsi sebagai tempat beristirahat yang menyediakan beragam makanan dan minuman seperti keripik singkong, ranginang, peuyeum, bengkerok hingga mie instan.

Sebagian fasilitas diperuntukkan bagi pertunjukan dan pelatihan kesenian serta arena permainan bagi pengunjung. Jadi, apabila ada pengunjung yang ingin melihat pertunjukan seni, tinggal menuju panggung terbuka di bagian tengah kampung wisata. Apabila ada yang ingin berlatih seni, juga dapat menuju ke bagian tengah atau ke saung-saung yang sedang mengadakan pelatihan benjang, pencak silat, gamelan, tari-tarian, dan karawitan. Begitu juga bila membawa anak untuk bermain, dapat menuju ke bagian tengah atau saung-saung yang menyimpan peralatan permainan. Adapun permainan yang ada di Kampung Seni dan Wisata Manglayang di antaranya adalah: egrang (berjalan menaiki potongan bambu), congklak, bebedilan, gasing kayu, lompat karet, sorodot gaplok, bebelotakan, dan lain sebagainya (destinasibandung.co.id).

Sebagai catatan, untuk dapat menikmati berbagai fasilitas tersebut pihak pengelola tidak mematok biaya apa pun alias gratis bagi pengunjung yang datang secara perorangan. Namun, bagi pengunjung yang datang dalam bentuk rombongan akan dikenakan sejumlah biaya berkenaan dengan materi yang akan ditampilkan, bergantung permintaan atau paket yang sudah ditetapkan pihak pengelola.

Kondisi Sekarang
Deskripsi di atas merupakan potret Kampung Seni dan Wisata Manglayang saat mencapai puncak "kejayaannya". Kondisinya sekarang cukup memprihatinkan (tidak terawat, kotor, dan beberapa saung telah dibongkar). Kampung seni ini hanya beroperasi selama lima tahun (sejak diresmikan oleh Danny Setiawan) sebelum ditutup oleh pemilik lahan pada akhir 2012 (jabar.tribunnews.com). Adapun penyebabnya, menurut citizenmagz.com dan jabar.tribunnews.com adalah karena kesibukan sang pemilik dalam bidang pendidikan seni tari serta melanjutkan pendidikan Strata 3 di Yogyakarta. Sementara menurut pesona-bandung.blogspot.co.id, disebabkan oleh tidak adanya agenda rutin pertunjukan. Hal inilah yang menyebabkan pengunjung rombongan harus melakukan reservasi terlebih dahulu agar pengelola dapat mempersiapkan jenis kesenian yang diminta. (ali gufron)


Foto: Pepeng
Sumber:
"Kampung Seni Wisata Manglayang Hadirkan Beragam Pertunjukan" diakses dari http://www. destinasibandung.co.id/kampung-seni-wisata-manglayang-hadirkan-beragam-pertunjukan.html, tanggal 27 Juni 2017.

"Kampung Seni Dan Wisata Manglayang Untuk Kesundaan", diakses dari http://www. antarajabar.com/berita/23159/kampung-seni-dan-wisata-manglayang-untuk-kesundaan, tanggal 27 Juni 2017.

"Kampung Seni Manglayang, Objek Wisata Seni yang Mulai Terabaikan", diakses dari http://citizenmagz. com/?p=4926, tanggal 27 Juni 2017.

"Wisata Masa Silam di Manglayang" diakses dari http://www.tempointeraktif.com/hg/per jalanan/2008/11/24/brk,20081124-147685,id.html, tanggal 28 Juni 2017.

"Desa Wisata Manglayang Cinunuk, Harta Karun Di Sudut Bandung", diakses dari http://hellobandungku.com/desa-wisata-manglayang-cinunuk-harta-karun-di-sudut-bandung/, tanggal 28 Juni 2017.

"Kampung Seni Dan Wisata Manglayang", diakses dari http://www.jalanjalanyuk.com/ kampung-seni-dan-wisata-manglayang/, tanggal 28 Juni 2017.

"Kampung Seni Manglayang Menarik Wisatawan Asing", diakses dari http://www.pikiran-rakyat.com/wisata/2012/02/29/178815/kampung-seni-manglayang-menarik-wisatawan-asing, tanggal 28 Juni 2017.

"Kampung Seni Manglayang", diakses dari http://pesona-bandung.blogspot.co.id/2012/04/ kampung-seni-manglayang.html, tanggal 29 Juni 2017.

"Kampung Seni dan Wisata Manglayang Sudah Lama Ditutup", diakses dari http://jabar. tribunnews.com/2015/02/27/kampung-seni-dan-wisata-manglayang-sudah-lama-ditutup, tanggal 1 Juli 2017.
hal
Dilihat: