Ngaberak

Ngaberak adalah istilah orang Sunda bagi kegiatan memberikan pupuk pada tanaman pertanian tanah basah (sawah). Kegiatan ini dilaksanakan pada saat nyacar dan setelah ngarambet kahiji serta ngarambet mindo. Ngaberak pada saat nyacar menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan seperti kambing dan kerbau serta pupuk organik buatan pabrik. Adapun caranya adalah dengan membenamkannya ke dalam tanah bersamaan dengan jerami bekas panen yang sedang dicacar agar menjadi busuk.

Sementara untuk pemupukan pada saat ngarambet menggunakan pupuk kimia (anorganik) berupa Urea dan ZA atau NPK. Kedua jenis pupuk ini dapat dibeli dari Dinas Pertanian maupun toko-toko penyedia peralatan dan perlengkapan pertanian. Harga pupuk bergantung pada banyak tidaknya stok persediaan dan kondisi sosial politik di Indonesia. Caranya adalah dengan menebarkan pupuk secara merata agar tanah semakin gembur, sehingga anak tanaman bertambah banyak. Adapun jumlah takaran pemberian pupuknya bergantung pada luas lahan yang sedang digarap. Misalnya, satu hektar sawah memerlukan 1,5 kuintal orea dan 3 kuintal NPK untuk dua kali pemupukan. Pemupukan pertama yang dilaksanakan setelah ngarambet pertama ditebarkan sebanyak satu kuintal orea dan dua kuintal NPK. Sedangkan sisanya sebanyak 50 kilogram orea dan 1 kuintal NPK baru ditebarkan lagi ketika selesai ngarambet kedua. Alat pembawa pupuk buatan tidak ada kekhususan, cukup dengan dingkul atau wadah lainnya dan jika telah sampai di sawah maka pupuk buatan ini dipindahkan ke dalam wadah yang lebih kecil untuk kemudian ditebarkan. Untuk pupuk kandang dibawa pada carangka dengan cara dipikul.
hal
Dilihat: