Tursandi Alwi

Tursandi Alwi merupakan satu-satunya satu putra Lampung Barat yang berhasil menduduki posisi di lingkar dalam orang nomor dua di Republik Indonesia sebagai sekretaris wakil presiden. Posisi ini diembannya karena dinilai sangat matang pengalaman dalam urusan birokrasi pemerintahan. Tursandi telah menempuh hampir semua jenjang birokrasi, mulai dari wakil camat hingga tiga kali menjadi pejabat pelaksana gubernur (Wardoyo, dkk: 2008).

Pria yang lahir di Sukau tanggal 14 Oktober 1950 ini mulai mengenal dunia birokrasi ketika mengenyam pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Palembang pada tahun 1973. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya ke Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta hingga lulus tahun 1977. Tidak puas hanya mendapat satu gelar, Tursandi sekolah lagi di Universitas Tarumanegara hingga meraih gelar Sarjana Hukum Tata Negara tahun 1991. Dan terakhir, dilanjutkan dengan Magister Management di IPWI Jakarta tahun 1997 (www.bijaks.net).

Sedangkan karirnya dalam birokrasi pemerintahan diawali dengan menjadi Wakil Camat Jakarta Barat lalu naik menjadi Camat Jakarta Barat, dan Wakil Walikota Jakarta Barat. Kemudian oleh Departemen Dalam Negeri dia diangkat sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dirjen Pembangunan Daerah, dan Dirjen Sosial Politik Depdagri. Selesai menjabat sebagai Dirjen Sosial Politik, dia dilantik menjadi Pejabat Gubernur Gorontalo pada 16 Februari 2001 ketika wilayah itu baru saja dimekarkan dari Provinsi Sulawesi Utara.

Dari Gorontalo Tursandi dialihkan ke kampung halamannya untuk menjadi Pejabat Gubernur Lampung pada 5 Februari 2003 ketika suasana politik tengah memanas akibat tidak dilantiknya gubernur terpilih Alzier Dianis Thabrani. Walau sulit, Tursandi melewati masa-masa itu dengan bijak sehingga dapat meredam suhu politik sampai gubernur baru Sjachroedin Z.P dan pasangannya Syamsurya Ryaccudu dilantik pada 2 Juni 2004 (id.wikipedia.org).

Lepas dari Lampung, Tursandi dilantik lagi sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan (2005-2006). Selanjutnya ditarik ke Jakarta untuk menjadi Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan tahun 2006-2007. Dari staf ahli menteri, pria yang enggan disebut tokoh ini akhirnya diangkat menjadi Sekretaris Wakil Presiden pada tanggal 26 April 2007. Tiga tahun berikutnya (2010) dia menjabat sebagai Komisaris PT Angkasa Pura II.

Foto: https://www.scribd.com/doc/211466374/Profil-Tursandi-Alwy
Sumber:
"Tursandi Alwi", diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Tursandi_Alwi, tanggal 7 Juni 2016.

"Tursandi Alwi", diakses dari http://www.bijaks.net/aktor/profile/htursandialwi5153b7a5 bc15c, tanggal 7 Juni 2016.

Heri Wardoyo, dkk. 2008. 100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Bandar Lampung: Lampung Post. Hlm. 244-246.
hal
Dilihat: