Togapuri

Sejarah
Kesehatan merupakan salah satu faktor penting pendukung kinerja manusia. Apabila kesehatan terganggu, kemungkinan besar sebagian aktivitas juga turut terganggu. Untuk mengatasinya, umumnya orang akan menggunakan obat-obatan konvensional yang diproduksi oleh pabrik. Namun seiring waktu, karena harga obat konvensional yang kian melambung dan efek negatif jangka panjang yang ditimbulkannya, sebagian orang mulai beralih pada obat-obat tradisional yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Salah seorang diantaranya adalah Toto Suhendro, pensiunan pegawai salah satu BUMN di Kota Bandung. Ketertarikan Toto berawal dari berbagai macam penyakit yang dideritanya pada sekitar tahun 1991, yaitu: jantung, vertigo, hipertensi, lambung, kolesterol tinggi, alergi terhadap debu, cuaca, dan makanan tertentu1. Alih-alih menggunakan obat konvensional, Toto malah mencoba terapi pengobatan tradisional serta olah pernafasan. Hasilnya, dua tahun kemudian dia sembuh seperti sedia kala.

"Khasiat" pengobatan tradisional yang dihasilkan dari tumbuhan rupanya tidak hanya berpengaruh pada kesehatan jasmani, tetapi juga pola pikir Toto Suhendro. Dia melihat ada suatu peluang usaha baru apabila tanaman obat dikelola dengan baik. Oleh karena itu, setelah pensiun sekitar tahun 2003, Toto mulai beralih profesi dengan mengembangkan tanaman obat di atas lahan miliknya seluas sekitar 7.000 meter persegi di kaki Gunung Kareumbi dengan ketinggian sekitar 900 meter dpl dan dikelilingi oleh Gunung Manglayang dan Gunung Geulis2. Adapun lokasinya berada di Dusun Lebakjawa, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang3.

Lahan tanaman obat tersebut kemudian diberi nama Togapuri. Kata "Toga" merupakan akronim dari "Tanaman Obat keluarGA" atau dapat pula "Toto dan keluarGA". Sedangkan "Puri" berarti "istana", karena konon seluruh tanaman obat yang berada di sana diperlakukan secara istimewa bak raja di istananya4. Jadi, Togapuri dapat diartikan sebagai Istana Tanaman Obat yang dikelola oleh Toto dan keluarga.

Sebagai sebuah usaha di bidang agrowisata, Togapuri tentu memiliki visi dan misi sebagai pedoman operasionalnya. Visi Togapuri adalah menjadi pusat budidaya, bisnis, dan wisata agro berbasis tanaman obat serta lokasi terapi holistik yang terkemuka di wilayah bumi Priangan Timur. Sedangkan misinya: (1) memperkenalkan dan menggali kearifan tradisional dari nenek moyang berupa menyelenggarakan budidaya dan pengolahan hasil panen tanaman berkhasiat obat; (2) menggali berbagai jenis tanaman berkhasiat obat yang mempunyai nilai ekonomis sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan di dalam mengelola kebun dan menjalankan bisnis tanaman obat; (3) melestarikan pupuk dan pestisida alami serta memanfaatkannya sebagai upaya untuk menghasilkan produk yang alami; (4) melestarikan keindahan alam dan mengembangkan potensi wilayah sebagai anugerah Tuhan berupa pengembangan wisata agro berbasis tanaman berkhasiat; (5) memberdayakan sumber daya manusia di lingkungan sekitar agar dapat membantu program pemerintah menanggulangi pengangguran, kemiskinan, dan kebodohan; serta (6) memberikan layanan kesehatan masyarakat secara holistik dan terpadu dengan menggunakan bahan obat alami2.

Visi dan misi itu bertujuan memberikan manfaat di bidang kesehatan jasmani dan rohani serta meningkatkan wawasan di bidang tanaman obat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Untuk mewujudkannya, Togapuri yang bermotto "Cinta Alam Sehat Alami"5 ini menyusun beberapa program kerja, yaitu: (1) menyelenggarakan kegiatan budidaya dan bisnis tanaman obat serta agrowisata; (2) menyelenggarakan diklat tentang budidaya toga; (3) menyelenggarakan bimbingan teknis budidata toga di halaman rumah penduduk sekitar kebun sebagai upaya untuk menjaga kesehatan keluarga; (4) menyelenggarakan bimbingan teknis cara memproduksi toga yang bernilai ekonomis; (5) memfasilitasi pembentukan kelompok petani toga; (6) memfasilitasi penelitian tentang tanaman obat bagi kalangan akademisi; (7) mengolah limbah alami menjadi pupuk; (8) menggalakkan penanaman tanaman hias dan bunga yang berkhasiat sebagai obat di lingkungan desa sekitar Togapuri; (9) mengolah dan memasarkan hasil kebuh berupa ekstrak tanaman obat dan minuman kesehatan; dan (10) menyelenggarakan kegiatan konsultasi dan terapi kesehatan secara holistik2.

Bidang Usaha dan Fasilitas Togapuri
Agrowisata Togapuri memiliki sejumlah bidang usaha yang berbasis tanaman obat, meliputi: (1) pembibitan dengan menanam ratusan jenis bibit tanaman yang diperoleh dari berbagai daerah. Pembibitan ini ada yang dijual sebagai tanaman hidup dan ada pula yang dibudidayakan kemudian hasilnya dikeringkan sebagai bahan baku obat, baik berupa daun, buah, biji, akar, bunga, maupun kulit pohon; (2) Usaha di bidang minuman yang dibagi menjadi dua bentuk. Bentuk pertama berupa ekstrak tanaman yang telah dikeringkan lalu diolah sedemikian rupa menjadi serbuk dan dikemas dalam plastik maupun kapsul. Sedangkan bentuk kedua disajikan bersama makanan yang diolah di kantin Togapuri dengan menu bergantung pada daftar paket wisata yang ditawarkan; (3) Klinik pengobatan holistik terpadu menggunakan metode iridologi, kinesiologi, dan phytobiophysic. Klinik ini berada di dua tempat yaitu Jalan Taman Margawangi, Margacinta, Bandung dengan jadwal praktek setiap hari Rabu dan di Togapuri sendiri yang baru beroperasi bila ada pengunjung yang datang melalui reservasi; dan (4) wisata argo kebun tanaman obat yang merupakan inti dari bidang usaha Togapuri.

Wisata argo yang ditawarkan oleh Togapuri terbagi dalam lima area, yaitu: area layanan publik, kebun produksi, layanan tamu, taman kahuripan, dan area sahabat alam2. Area layanan publik disediakan bagi seluruh pengunjung yang ingin menggunakannya. Di dalam area ini terdapat berbagai macam fasilitas, seperti: dua buah tempat parkir yang dapat menampung 30 unit mobil atau 6 buah bus berpenumpang 59 orang6, sebuah bale sehat tempat pengobatan holistik, tiga buah toilet umum, ruang tunggu, dan dilengkapi pula dengan taman bunga bertingkat. Area kebun produksi berfungsi sebagai kebun tanamam obat yang hasilnya akan dipasarkan. Di dalam area ini terdapat rumah pupuk dan tempat istirahat tamu berbentuk pendopo segi delapan yang mampu menampung hingga 50 orang. Selain dapat digunakan untuk istirahat, pendopo juga dapat digunakan sebagai tempat makan, ceramah, atau menggelar hiburan dengan iringan organ tinggal.

Selanjutnya, ada area layanan tamu yang berisi rumah tinggal (bale indung), rumah pembibitan, mushola (bale agung), rumah pertemuan, dapur umum, dan arena bermain. Bale indung dilengkapi dengan tujuh buah kamar tidur dan sebuah ruang spa berkapasitas dua tempat tidur6. Ruang pertemuan (aula) berukuran 120 meter persegi dan dilengkapi dengan sebuah toilet serta dua buah loudspeaker berukuran 15 inci. Bale agung dilengkapi dengan dua unit toilet, 5 buah kran air, 1 unit gentong wudlu7, dan dapat menampung hingga 20 orang.

Kemudian, area taman kahuripan merupakan tempat penanaman sekitar 300 jenis tanaman obat yang berasal dari tanaman liar, tanaman buah, tanaman hias, tanaman keras, tanaman sayur, dan tanaman rimpang. Di taman yang dibuat dalam lima tingkatan ini terdapat pula 8 jenis alat olahraga yang dapat digunakan sebagai terapi kesehatan. Dan terakhir, adalah area sahabat alam yang, sesuai dengan namanya, diciptakan agar pengunjung lebih dekat dan bersahabat dengan alam. Area sahabat alam dilengkapi dengan lapangan olahraga volley, basket, dan bulu tangkis yang dapat pula berfungsi sebagai arena senam massal dengan jumlah peserta hingga 250 orang.

Bagaimana? Anda berminat mengunjungi agrowisata tanaman obat yang berada di daerah Sumedang Selatan ini? Sebagai catatan, apabila berminat anda tidak dapat langsung menuju ke lokasi karena pihak pengelola Togapuri menerapkan aturan kunjung secara ekslusif, yaitu harus melakukan reservasi terlebih dahulu dengan minimal jumlah tamu sebanyak 20 orang (rombongan). Hal ini berkaitan dengan paket wisata yang ditawarkan agar pengunjung dapat mencapai tingkat kepuasan maksimal.

Foto: Pepeng
Sumber:
1. "Siapa Kami", diakses dari http://togapuri.com/new-page/, tanggal 15 Januari 2016.

2. Rachmawati, Elita. 2007. Segmentasi, targeting, dan positioning pada wisata agro tanaman obat togapuri dengan menggunakan model stv-triangle. Tesis/Proyek Akhir, Program Magister Administrasi Bisnis, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung.

3. "Togapuri yang Menarik", diakses dari http://p2tel.or.id/2014/04/togapuri-yang-menarik/, tanggal 15 Januari 2016.

4. "Latar Belakang dan Sejarah Tanaman Keluarga", diakses dari http://kesehatan173.blog spot.co.id/2011/01/latar-belakang-dan-sejarah-tanaman.html, tanggal 17 Januari 2016.

5. "Togapuri, Tempat Wisata Kesehatan Herbal di Cilembu, diakses dari http://firmanzurig. blogspot.com/2013/08/togapuri-tempat-wisata-kesehatan-herbal.html#ixzz3y9TIASTf, tanggal 17 Januari 2016.

6. "Fasilitas", diakses dari http://togapuri.com/fasilitas/, tanggal 14 Januari 2016.

7. "Togapuri, Sumedang", diakses dari http://na-2x.blogspot.co.id/2011/06/togapuri-sume dang.html, tanggal 19 Januari 2016.
hal
Dilihat: