Permainan Pecey

Pecey adalah sebutan anak-anak di Desa Peraduan Waras, Lampung Utara, bagi benda yang dalam bahasa Indonesia berarti kelereng. Jadi, permainan pecey sama dengan bermain buah kelereng. Dalam permainan ini pecey yang dijadikan sebagai gacu akan dilontarkan ke dalam sebuah lingkaran yang di dalamnya terdapat pecey-pecey lain sebagai taruhannya. Permainan pecey dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya dilakukan oleh anak lelaki berusia 7-15 tahun dengan jumlah antara 2-6 orang.

Untuk dapat bermain pecey tidak membutuhkan tempat (lapangan) khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tanah lapang atau di pekarangan rumah karena arena permainannya hanya sebuah lingkaran berdiameter 7-10 cm dengan jarak garis batas lemparan sekitar 6-10 meter. Aturan permainannya pun juga tergolong sederhana, yaitu pemain akan dinyatakan menang apabila gacunya dapat mengeluarkan pecey taruhan di dalam lingkaran lebih banyak daripada lawan mainnya.

Adapun proses permainannya sendiri dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, tahap pengundian sebelum permainan dimulai dengan cara melontarkan pecey ke arah lingkaran. Pemain yang dapat memasukkan becey-nya ke dalam lingkaran akan memulai permainan. Namun, apabila tidak ada seorang yang dapat memasukkan becey-nya ke dalam lingkaran, maka pecey yang paling dekat dengan lingkaran akan memulai bermainan. Tahap kedua, pemain yang mendapat kesempatan memulai permainan akan mengumpulkan becey taruhan dari setiap pemain untuk ditaruh di dalam lingkaran. Tahap ketiga, pemain akan melontarkan peceynya untuk mengenai pecey-pecey yang berada dalam lingkaran. Apabila dapat mengeluarkan pecey taruhan dari dalam lingkaran, maka pecey tersebut menjadi milik si pelontar dan selanjutkan akan melontarkan kembali pecey gacoannya. Begitu seterusnya, hingga seluruh pecey dalam lingkaran habis. Namun, apabila tidak ada satu pecey pun yang dapat dikeluarkan dari lingkaran, pelontar harus digantikan oleh pemain lain. Dan, pemenangnya adalah pemain yang baling banyak mendapatkan pecey taruhan. (gufron)

Sumber:
Hindun (54 Tahun)
Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.
hal
Dilihat: