Kue Delapan Jam

Salah satu dari sekian banyak makanan tradisional yang ada di Kabupaten Lampung Utara adalah kue delapan jam. Penganan yang namanya diambil dari proses pembuatannya yang memakan waktu sekitar delapan jam ini sebenarnya bukan berasal dari Lampung Utara. Konon, ia berasal dari daerah Palembang yang letaknya tidak jauh dari Kabupaten Lampung Utara. Dahulu kue delapan jam merupakan hidangan atau kudapan khusus bagi para bangsawan di Kota Palembang, sehingga tidak sembarang orang boleh menyantapnya. Namun, seiring waktu kue delapan jam menjadi konsumsi orang kebanyakan sebagai hidangan khas saat perayaan hari-hari besar. Persebarannya pun tidak hanya di Palembang, tetapi juga ke daerah-daerah lain di sekitarnya, termasuk di wilayah Lampung Utara. Di daerah ini, selain untuk perayaan hari besar (Idul Fitri, Idul Adha), kue delapan jam juga hidangan pada saat ada begawi adat.

Kue delapan jam terbuat dari berbagai macam bahan, dengan komposisi: 10-12 butir telur ayam atau bebek, 400-600 gram gula pasir, 150-200 gram susu kental manis, 25-35 gram magarin, dan satu bungkus agar-agar berwarna putih. Adapun proses pembuatannya diawali dengan pengkocokan telur yang dicampur dengan gula hingga larut tetapi tidak terlalu mengembang. Campuran telur dan gula tersebut kemudian disaring lalu ditambah dengan susu kental manis, agar- agar dan margarin dan dikocok lagi hingga larut.

Selanjutnya, olesi loyang berbentuk persegi dengan margarin lalu tuang adonan secara merata. Bila telah rata, kukus adonan dalam api kecil selama delapan jam hingga matang dan berwarna cokelat. Sebagai catatan, sebelum loyang dimasukkan dalam kukusan, didihkan terlebih dahulu airnya lalu apinya dikecilkan agar permukaan kue tidak menggembung. Dan, apabila air kukusan berkurang, sebaiknya tambahkan air panas sedikit demi sedikit agar kukusan tidak terlalu kering.

Kue delapan jam disajikan dengan cara diiris tipis-tipis setebal sekitar satu centimeter. Kue ini termasuk dalam kategori kue basah dengan citarasa manis yang dominan. Bentuk teksturnya empuk atau tidak terlalu keras. Apabila disimpan pada suhu rendah di lemari pendingan, kue delapan jam dapat tahan hingga satu bulan lamanya. (ali gufron)

Sumber:
Hindun (54 Tahun)
Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara
hal
Dilihat: