Pakokh Balak

Pertanian tanah basah atau sawah umumnya memiliki sebuah saluran air utama yang akan mengalirkan air ke saluran sekunder dan tersier untuk menggenangi lahan. Agar setiap saluran mendapatkan jatah air secara merata tentu diperlukan suatu peralatan tertentu untuk mengatur aliran airnya. Di daerah Lampung, peralatan untuk mengatur aliran itu disebut pakokh balak.

Pakokh balak merupakan sebuah susunan kayu atau bambu untuk membendung hilian way (jalur air) di saluran utama. Tujuannya agar dapat mensuplai kebutuhan air pada seluruh saluran sekunder secara merata sehingga tidak terjadi penggenangan pada satu atau beberapa areal lahan saja. Alat ini dibuat oleh para petani pemakai air secara begotong-royong dengan jumlah antara 6-10 orang untuk setiap satu saluran sekunder.

Adapun pembuatannya diawali dengan menancapkan kayu-kayu penyangga pada saluran utama dalam jarak sekitar 30 centimeter. Pada kayu-kayu penyangga tersebut kemudian dipasangi bambu atau papan sebagai pembendung sekaligus pengarah aliran air menuju ke saluran sekunder yang dikehendaki. Dan, dari saluran sekunder dibuat lagi pembendung air serupa di saluran tersier dengan ukuran lebih yang lebih kecil atau bergantung dari lebar siring (sikhing). Pembendung kecil ini disebut sebagai pakokh lunik.
hal
Dilihat: