Talimpuso

Talimpuso adalah salah satu perlengkapan penari pria di daerah Sulawesi Tengah yang berbentuk trapesium atau segi empat tidak sama sisi. Talimpuso ini umumnya digunakan ketika membawakan tarian tradisional yang telah dikreasikan, khususnya pada saat upacara penyembuhan, seperti: Tari Tomanuru kreasi baru dan Tari Meaju kreasi baru. Cara memakainya diletakkan di kepala layaknya sebuah topi namun sudutnya berada dekat telinga sehingga harus diikat agar tidak jatuh.

Awalnya talimpuso terbuat dari pelepah enau, kain, batu banggai, tapi perak, dan benang. Namun seiring waktu talimpuso juga dibuat dari kertas karton yang dibungkus dengan kain berwarna dan dihiasi dengan pici-pici (manik-manik) serta pita emas. Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut. Apabila menggunakan pelepah enau, maka pelepah tersebut dibersihkan dan dipotong dengan ukuran sisi kiri dan kanan 20 centimeter, atas 30 centimeter dan bagian bawah 24 centimeter. Selanjutnya, pelepah dibungkus dengan kain berwarna merah dan bagian sisinya diberi hiasan berupa jahitan kain kuning berbentuk segitiga sejumlah lima lembar dengan ukuran sisi antara 4-5 centimeter. Kemudian, dipasang batu banggai atau batu mitra hingga separuh batas talimpuso. Sementara separuhnya lagi diisi dengan jahitan benang emas berbanjar ke bawah dengan motif bunga. Terakhir, pada bagian atas dipasang tiga buah buluh ayam jatan yang berwarna putih dan tali sepanjang sekitar 50 centimeter di sini kiri dan kanan sebagai ikatan di leher.

Sumber:
http://telukpalu.com/2008/04/peralatan-tari-tradisional/
Mahmud, Zohra et. Al. 1988/1989. Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Sulawesi Tengah. Palu: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
hal
Dilihat: