Asal Usul Nama Kota Ampenan

(Cerita Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat)

Alkisah, zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan bernama Kenaga dengan pusat pemerintahannya di Suradadi, Desa Kenaga. Daerah pusat pemerintahan kerajaan ini suatu saat pernah dibumihanguskan oleh Kerajaan Bali, sehingga membuat pemimpinnya bernama Raden Satria Nata beserta para pengikutnya terpaksa harus mencari tempat tinggal baru.

Dalam usaha pencarian lokasi tempat tinggal tersebut dijumpailah sebuah desa bernama Madya dengan karakteristik mirip seperti seperti Desa Kenaga. Raden Satria Nata dan para pengikutnya kemudian membuat rumah dan membuka lahan guna bercocok tanam sebagai mata pencaharian. Tanaman yang mereka usahakan adalah komak atau oleh orang Jawa disebut sebagai kara. Tetapi sayang, baru beberapa bulan ditanam, datanglah puteri jin yang menghisap sari bunganya. Oleh Raden Satria Nata, Sang Puteri Jin segera ditangkap tetapi tidak dikurung sebagaimana layaknya seorang pencuri. Raden Satria Nata yang melihat kecantikan dan keelokan Sang Puteri Jin malah berniat untuk mempersuntingnya. Sang Puteri Jin pun bersedia asalkan selama mereka menjadi suami-isteri tidak boleh saling berbicara.

Beberapa tahun kemudian lahirlah seorang bayi laki-laki dari perkawinan “bisu” mereka. Raden Satria Nata sangat menyayangi puteranya, namun perasaan itu tidak bisa dia ungkapkan dalam kata-kata kepada Sang Isteri karena telah berjanji untuk tidak saling berbicara. Dia hanya bisa menunjukkannya melalui bahasa tubuh dengan tatapan dan belaian lembut pada tubuh mungil bayinya.

Suatu hari Sang Isteri pergi ke perigi untuk mengambil air. Seperti biasa, sebelum pergi dia menidurkan anaknya di atas geong atau ayunan terbuat dari selendang. Tujuannya, agar dapat membawa lebih banyak air tanpa harus menggendong bayinya yang baru bisa duduk.

Sementara ditinggal, Raden Satria Nata segera mendekati bayinya yang sedang tertidur pulas dalam ayunan. Dia agak kesal karena Sang Bayi ditinggal begitu saja tanpa memberikan isyarat kepadanya. Untuk melampiaskan kekesalannya, Raden Satria Nata pun menggendong Sang Bayi lalu menyembunyikan selendang yang dipakai sebagai ayunan.

Tidak berapa lama kemudian, datanglah Sang Ibu dari perigi sambil membawa sebuah wadah besar berisi air. Sesampainya di belakang rumah dia langsung menuju dapur untuk mengisi tempayan air yang tinggal sedikit lagi. Selanjutnya, dia menuju ruang tidur bermaksud hendak mengambil Sang Anak yang dikira masih tertidur dalam ayunan.

Namun, belum sempat memasuki kamar tidur dia telah melihat anaknya sedang duduk di ruang tamu yang lantainya masih berupa tanah, sementara sang suami hanya melihat sambil duduk santai di kursi tamu. Walau agak kesal melihat kelakuan Sang Suami (Raden Satria Nata), tanpa berbicara sedikit pun Sang Isteri langsung masuk ke kamar tidur mencari selendang guna menggendong Sang Anak.

Ternyata selendang yang dicari sudah tidak berada di dalam kamar karena telah ditaruh di tempat lain oleh Raden Satria Nata. Sang Isteri pun kebingungan, dia bolak-balik dari kamar satu ke kamar lain untuk mencarinya.

Kasihan melihat tingkah laku Sang Isteri seperti orang bingung, Raden Satria Nata segera mengambil selendang yang tadi disembunyikannya. “Benda inikah yang engkau cari, isteriku?” tanya Raden Satria Nata sambil menyodorkan selendang.

Sang Isteri terkejut karena Raden Satria Nata tiba-tiba berbicara kepadanya. Dia segera meraih selendang itu lalu bersimpuh dan berkata, “Kanda telah melupakan perjanjian kita. Hamba terpaksa pergi dari sini karena Kanda telah melanggar janji untuk tidak berbicara selama perkawinan kita.”

Setelah berkata demikian, dia lalu bangkit untuk menggeondong anaknya dan pergi menuju dapur mengambil joman (jerami). Joman itu dibawanya ke belakang rumah lalu dibakarnya hingga menimbulkan kepulan asap yang sangat banyak. Dan, bersamaan dengan kepulan asap yang membumbung tinggi tersebut, dia pun lenyap bersama dengan putera yang digendongnya.

Raden Satria Nata tidak dapat berbuat apa-apa menyaksikan kepergian Sang Isteri bersama putera semata wayangnya. Dia hanya berdiri diam selama beberapa saat hingga akhirnya pingsan karena tidak dapat menahan kesedihannya.

Ketika siuman, Raden Satria Nata segera menemui penasihatnya untuk meminta jalan keluar. Oleh Sang Penasihat dia dianjurkan bertapa di Gunung Sesang agar dapat bertemu dengan anak dan isterinya. Selama sembilan hari sembilan malam Raden Satria Nata bertapa di Gunung Sesang, tetapi tidak juga bertemu dengan keluarganya. Yang terdengar hanyalah suara gaib Sang Isteri pada malam kesembilan yang mengatakan bahwa dia tidak mungkin kembali lagi, sementara Sang Anak dapat kembali dengan syarat harus diadakan suatu upacara selamatan dengan sesajen berupa dulang sebanyak empat puluh empat macam dan harus dibawa ke Desa Kenaga.

Singkat cerita, upacara selamatan diadakan dengan dipimpin oleh Nek Sura. Dalam upacara itu Sang anak berhasil dikembalikan. Namun karena Raden Satria Nata masih ingin bertemu dengan Sang Isteri, maka dia pun melanjutkan tapanya hingga akhirnya meninggal dunia di Gunung Sesang. Sementara, Sang Anak dititipkan untuk dipelihara oleh Nek Sura.

Oleh karena Raden Satria Nata telah meninggal serta isterinya tidak diketahui lagi dimana rimbanya, hingga berumur empat tahun Sang Putera masih belum mempunyai nama. Nek Sura bersama seluruh penduduk Madya bermusyawarah untuk menentukan nama anak tersebut. Dalam musyawarah dicapailah kesepakan mencari orang “pintar” di daerah Gel-gel, tanah leluhur Raden Satria Nata.

Beberapa hari kemudian berangkatlah Nek Sura, putera Raden Satria Nata beserta beberapa orang penduduk Madya menuju Gel-gel. Konon, ketika mereka berada di pelabuhan guna menunggu perahu yang akan menyeberangkan ke Pulau Bali, tiba-tiba datang seorang tua yang mengaku keturunan dari Satria Dayak sebagai satu-satunya keturunan yang berhak memberi nama bagi putera Raden Satria Nata.

Orang tua itu kemudian memberi nama putera Raden Satria Nata sebagai “Satria tampena”. Dari nama Satria Tampena inilah konon sekarang menjadi kata Ampenan, nama sebuah kota di Kabupaten Lombok. Keturunan Satria Tampenan saat ini banyak terdapat di Desa Suradadi, Kabupaten Lombok.

Diceritakan kembali oleh Pepeng

Kawasaki Ninja ZX-6R (2006)

Technical Specifications
2006 Kawasaki Ninja ZX-6R
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
68.0 x 43.8 mm
636 cm³
4 valves per cylinder
12.9:1
95.5 kW {130 PS}@ 14000 rpm
70.5 N-m {7.2 kgf-m}@ 11500 rpm
ø 38 mm x 4 (Keihin), twin injection
6-speed, return
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)

Perimeter, pressed-aluminium
25º
2065 mm
715 mm
1110 mm
1390 mm
820 mm
130 mm
164 kg
17 litres
41 mm inverted cartridge fork with rebound and compression damping,
spring preload adjustability and top-out springs
Bottom-link uni-trak with gas-charged shock, spring preload adjustability
top-out spring, stepless compression damping, stepless rebound damping
120/65 ZR17M/C (56W)
180/55 ZR17M/C (73W)
Dual semi-floating 300 mm discs, dual radial-mount,
opposed 4-piston, 4 pad calipers
Single 220 mm disc with single Single-bore pin-slide

Image: http://www.hardtraxx.nl/forum/off-topic/het-grote-almachtig-zever-topic-2-t14060-10225.html

Kawasaki Ninja ZX-6R (2005)

Technical Specifications
2005 Kawasaki Ninja ZX-6R
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
68.0 x 43.8 mm
636 cm³
4 valves per cylinder
12.9:1
95.5 kW {130 PS}@ 14000 rpm
70.5 N-m {7.2 kgf-m}@ 11500 rpm
ø 38 mm x 4 (Keihin), twin injection
6-speed, return
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)

Perimeter, pressed-aluminium
25º
2065 mm
715 mm
1110 mm
1390 mm
820 mm
130 mm
164 kg
17 litres
41 mm inverted cartridge fork with rebound and compression damping,
spring preload adjustability and top-out springs
Bottom-link uni-trak with gas-charged shock, spring preload adjustability
top-out spring, stepless compression damping, stepless rebound damping
120/65 ZR17M/C (56W)
180/55 ZR17M/C (73W)
Dual semi-floating 300 mm discs, dual radial-mount,
opposed 4-piston, 4 pad calipers
Single 220 mm disc with single Single-bore pin-slide

Image: http://www.kawasaki.eu/Product/Details/B630C16331

Kawasaki Ninja ZX-6RR (2004)

Technical Specifications
2004 Kawasaki Ninja ZX-6RR
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
67.0 x 42.5 mm
599 cm³
4 valves per cylinder
13.5:1
86 kW {117 PS} @ 13000 rpm
65 Nm {6.6 kgfm}@ 12,000 rpm
Fuel Injection: ø38 mm x 4 with twin-injection
6-speed, return
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump



1st
2nd
3rd
4th
5th
6th
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)

Perimeter, pressed aluminium
24.5º
2025 mm
700 mm
1100 mm
1400 mm
825 mm
130 mm
161 kg
18 litres
41 mm inverted cartridge fork with rebound and compression damping,
spring preload adjustability and top-out springs
Bottom-Link Uni-Trak with gas-charged shock, stepless rebound and
compression damping, spring preload adjustability and top-out spring
120/65 ZR17M/C (56W)
180/55 ZR17M/C (73W)
Dual semi-floating 280 mm discs with radial-mount opposed 4-piston,
4-pad calipers
Single 220 mm disc with single-piston caliper

Image: http://www.kawasaki.eu/Product/Details/B631104CCE

Sony Xperia Tablet S

Specifications
Sony Xperia Tablet S
Network2G
3G

SizeDimensions
Weight
Display
239.8 x 174.4 x 8.8 mm
570 gram
LED-backlit LCD, capacitive touchscreen, 16M colors
800 x 1280 pixels, 9.4 inches (~161 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot


16/32/64 GB storage, 1 GB RAM
SD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB



Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, dual-band, Wi-Fi hotspot
v3.0 with A2DP

v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v4.0.3 (ICS), upgradable to v4.1 (Jelly Bean)
Quad-core 1.3 GHz Cortex-A9; Nvidia Tegra 3; ULP GeForce
Email, Push Mail, IM, RSS

HTML

A-GPS support
Yes
8 MP, 3264x2448 pixels, autofocus
1080p@30fps
Black/silver
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker with stereo speakers
- 3.5mm jack
- Multitouch
- Oleophobic coating (protection)
- Sony Mobile BRAVIA Engine
- IPX-4 certified - splash proof
- Geo-tagging, touch focus, face detection
- TV-out (via MHL A/V link)
- SNS integration
- MP4/H.264/H.263 player
- MP3/WAV/eAAC+ player
- Organizer
- Document viewer
- Photo viewer/editor
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Non-removable Li-Ion 6000 mAh battery
Up to
Up to 12 h (multimedia)

Image: http://www.gsmarena.com/sony_xperia_tablet_s-pictures-4913.php

Kawasaki Ninja ZX-6R (2013)

Technical Specifications
2013 Kawasaki Ninja ZX-6R
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
67.0 x 42.5 mm
599 cm³
4 valves per cylinder
13.3:1
94.1 kW {128 PS} @ 14000 rpm
66.7 N.m {6.8 kgf.m} @ 11,800 rpmm
Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, return, cassette
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump




1st 2.714 (38/14)
2nd 2.200 (33/15)
3rd 1.850 (37/20)
4th 1.600 (32/20)
5th 1.421 (27/19)
6th 1.300 (26/20)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)

Perimeter, pressed-aluminium
23.5º
2090 mm
710 mm
1115 mm
1400 mm
815 mm
130 mm
191 kg
17 litres
Type: 41 mm inverted fork with top-out springs Compression damping:
Stepless. Rebound damping: stepless. Spring preload: fully adjustable
Type: Bottom-Link Uni-Trak with gas-charged shock and top-out spring
Compression damping: stepless rebound damping: 25-way springpreload
120/70 ZR17M/C (58W)
180/55 ZR17M/C (73W)
Dual semi-floating 310 mm (x t5 mm) petal discs. Dual radial-mount,
monobloc, opposed 4-piston, Nissin
Single 220 mm (x t5 mm) petal disc Single-bore pin-slide,
aluminium piston, Nissin

Image: http://www.autoevolution.com/news/2013-kawasaki-ninja-636-receives-two-brothers-carbon-exhaust-video-53441.html

KMP Mitra Nusantara

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mitra Nusantara adalah kapal berjenis roll on-roll (ro-ro) yang melayani rute penyeberangan Merak-Bakauheuni. Berikut adalah foto-foto KMP Mitra Nusantara yang diambil pada tanggal 18 Juli 2013.

Kawasaki Ninja ZX-10R (2013)

Technical Specifications
2013 Kawasaki Ninja ZX-10R
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
76.0 x 55.0 mm
998 cm³
4 valves per cylinder
13.0:1
147.1 kW {200.1PS} @ 13000 rpm
112 Nm {11.4kgfm} @ 11500 rpm
Fuel injection: ø47 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles, dual injection
6-speed, Constant Mesh, Return
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, wet sump with oil cooler




1st 2.600 (39/15)
2nd 2.053 (39/19)
3rd 1.737 (33/19)
4th 1.571 (33/21)
5th 1.444 (26/18)
6th 1.348 (31/23)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)


Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)
Brake (rear)

Twin spar, cast aluminium
25º
2075 mm
715 mm
1115 mm
1425 mm
813 mm
135 mm
198 kg
17 litres
43 mm inverted fork with rebound and compression damping, spring
preload adjustability and top-out springs
Horizontal back-link with gas-charged shock and top-out spring
Compression damping: Stepless, dual-range (high/low-speed)
Rebound damping: Stepless Spring preload: Fully adjustable
120/70 ZR17M/C (58W)
190/55 ZR17M/C (75W)
Dual semi-floating 310 mm petal discs, 10-button aluminium rotor
carrier Caliper: Dual radial-mount, opposed 4-(aluminium) piston
Single 220 mm petal disc Caliper: Single-bore pin-slide,
aluminium piston

Image: http://www.asphaltandrubber.com/bikes/2013-kawasaki-ninja-zx-10r-electronic-steering-damper/

Kawasaki Ninja ZX-6R 636 (2013)

Technical Specifications
2013 Kawasaki Ninja ZX-6R 636
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
67.0 x 45.1 mm
636 cm³
4 valves per cylinder
12.9:1
96.4 kW {131 PS} @ 13500 rpm
71 N.m {7.2 kgf.m} @ 11500 rpm
Fuel injection: ø38 mm x 4 (Keihin) with oval sub-throttles
6-speed, return, cassette
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump




1st 2.846 (37/13)
2nd 2.200 (33/15)
3rd 1.850 (37/20)
4th 1.600 (32/20)
5th 1.421 (27/19)
6th 1.300 (26/20)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)

Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)

Brake (rear)


Perimeter, pressed-aluminium
23.5º
2085 mm
705 mm
1115 mm
1395 mm
830 mm
130 mm
192 kg
17 litres
Type: 41 mm inverted fork with top-out springs Compression damping:
Stepless. Rebound damping: stepless. Spring preload: fully adjustable
Type: Bottom-Link Uni-Trak with gas-charged shock and top-out spring
Compression damping: stepless rebound damping: 25-way springpreload
120/70 ZR17M/C (58W)
180/55 ZR17M/C (73W)
Dual semi-floating 310 mm (x t5 mm) petal discs. Dual radial-mount,
monobloc, opposed 4-piston, Nissin
Single 220 mm (x t5 mm) petal disc Single-bore pin-slide,
aluminium piston, Nissin

Image: http://www.cycleworld.com/2012/09/13/2013-kawasaki-ninja-zx-6r-636-first-look/

Kawasaki Z800 e version

Technical Specifications
2013 Kawasaki Z800 e version
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line four, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
71.0 x 50.9 mm
806 cm³
4 valves per cylinder
11.9:1
83.0 kW {113 PS} @ 10200 rpm
83.0 Nm {8.5 kgfm} @ 8000 rpm
Fuel Injection: φ34 mm x 4 (Mikuni), with dual throttle valves
6-speed, Constant Mesh, Return
Sealed chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump




1st 2.571 (36/14)
2nd 1.941 (33/17)
3rd 1.556 (28/18)
4th 1.333 (28/21)
5th 1.200 (24/20)
6th 1.095 (23/21)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular backbone (with engine sub-frame), high-tensile steel
24.5º
2100 mm
800 mm
1050 mm
1445 mm
834 mm
150 mm
229 kg
17 litres
41mm inverted fork, rebound damping and spring  preload adjustability
Bottom-Link Uni-Trak, gas-charged shock with piggyback reservoir and
stepless rebound damping  and preload adjustability
120/70 ZR 17M/C (58W)
180/55 ZR 17M/C (73W)
Dual semi-floating 310mm petal discs dual opposed 4-piston
Single 250mm petal disc single piston

Image: http://occforeclosure.net/2013/2013-z800-abs.htm

KMP Gelis Rauh

KMP Gelis Rauh adalah kapal berjenis roll on-roll (ro-ro) yang melayani rute penyeberangan Merak-Bakauheuni. Kapal ini memiliki panjang 68,26 meter dan lebar 14,30 meter dengan kapasitas 300 orang penumpang serta sekitar 30 unit kendaraan campuran. Berikut adalah foto-foto KMP Gelis Rauh yang diambil pada tanggal 12 Juli 2013.

Sang Rusa dan Si Kulomang

(Cerita Rakyat Maluku)
Alkisah, pada zaman dahulu di sebuah hutan Kepulauan Aru hiduplah sekelompok rusa. Kelompok rusa ini sangat sombong karena merasa memiliki kemampuan berlari lebih cepat daripada binatang-binatang lain di dalam hutan. Mereka sering memanfaatkan kelebihan itu untuk menantang binatang lain berlomba lari. Sebagai taruhannya, apabila menang dapat mengambil tempat tinggal lawannya mainnya.

Suatu hari, salah seekor dari kawanan rusa tersebut pergi ke sebuah pantai yang sangat indah. Pantai ini ditinggali oleh berbagai macam binatang, termasuk seekor siput laut yang bernama Kulomang. Si Kulomang adalah siput yang sangat cerdik dan setia kawan. Dia sering membantu binatang-binatang lain di sekitarnya yang sedang mengalami kesusahan.

Kala itu, Sang Rusa yang sedang mencari tempat berteduh melihat Si Kulomang beristirahat di sebuah pohon yang cukup rindang. Dengan langkahnya yang dibuat agak pongah, Sang Rusa mendatangi Si Kulomang. “Hai Kulomang, bagaimana kalau kita adu lari hingga sampai di tanjung ke sebelas? Apabila kalah, engkau harus memberikan cangkangmu sebagai taruhannya,” tanya Sang Kera.

Dalam hati Sang Rusa merasa yakin kalau tantangannya bakal ditolak. Sang Rusa tahu benar kalau Si Kulomang adalah binatang yang jalannya lambat. Selain itu, dia juga memanggul cangkang sehingga kecil kemungkinan akan memenangkan perlombaan. Apabila tetap menerima tantangan dan akhirnya kalah, maka Sang Rusa akan menggunakan cangkang Si Kulomang sebagai tempat berteduh dari teriknya sinar matahari serta wadah agar tidak hanyut ketika air pasang datang.

Perkiraan Sang Rusa ternyata meleset karena Si Kulomang mensetujui tantangannya. Walau agak terkejut, Sang Rusa pun menyambutnya dengan gembira karena akan ada satu jenis binatang lagi yang akan ditaklukkan. Sang Rusa tidak mengetahui bahwa Si Kulomang adalah hewan yang cerdik dan banyak memiliki kawan. Dia akan mengumpulkan sepuluh siput sejenisnya yang memiliki bentuk dan ukuran sama. Setiap siput nantinya akan ditempatkan mulai dari tanjung kedua (start) hingga ke sebelas (finish).

Pada hari yang telah ditentukan Sang Rusa dan Si Kulomang berkumpul di tanjung kedua untuk memulai perlombaan. Ajang adu cepat antarkedua jenis binatang tersebut juga disaksikan oleh binatang-binatang lainnya, baik kawan-kawan Sang Rusa dan Si Kulomang maupun yang kebetulan berada di sana. Para penonton ini tertarik dengan perlombaan yang tidak seimbang. Sebagian besar penonton memprediksikan bahwa Sang Rusa yang akan menjadi pemenangnya karena dapat berlari sangat cepat.

“Ayo, Kulomang! Kita mulai perlombaan,” kata Sang Rusa tidak sabar.

“Sebentar Rusa, aku mau meregangkan otot-ototku dulu,” jawab Si Kulomang santai.

Selesai Si Kulomang meregangkan otot-ototnya perlombaan pun dimulai. Sang Rusa langsung berlari cepat mendahului. Selang satu jam kemudian sampailah dia di tanjung ketiga. Walau dalam hati yakin bahwa Si Kulomang mungkin hanya berada beberapa meter dari garis start, Sang Rusa tetap berteriak untuk memastikan, “Hai Kulomang, sekarang engkau ada di mana?”

“Aku ada tepat dibelakangmu,” jawab seekor siput yang bentuk dan ukurannya sama persis seperti Si Kulomang.

Betapa terkejutnya Sang Rusa melihat “Si Kulomang gadungan” ternyata sudah berada di bawah sebuah pohon tidak jauh dari tempatnya berdiri. Tanpa berkata lagi, dengan secepat kilat dia segera melanjutkan larinya agar tidak sampai didahului oleh “Kulomang gadungan” sehingga hanya dalam waktu kurang dari satu jam sudah sampai di tanjung keempat. Padahal, jarak tempuh antara tanjung kedua dengan ketiga relatif sama dengan tanjung ketiga dengan keempat.

Kejadian serupa juga terulang lagi pada tanjung keempat, kelima, keenam, dan seterusnya. Setiap Sang Rusa memanggil selalu saja dijawab oleh “Kulomang gadungan” yang menempati “posnya” masing-masing. Hal ini membuat Sang Rusa frustrasi dan berlari sekencang mungkin hingga memompa jatungnya melebihi batas normal. Akibatnya, beberapa puluh meter sebelum melintasi garis finish di tanjung ke sebelas Sang Rusa jatuh tersungkur dan mati seketika. Sementara “Kulomang gadungan” yang ditempatkan di sana hanya tinggal melangkah beberapa meter saja untuk memenangkan perlombaan.

Diceritakan kembali oleh pepeng

Kawasaki Ninja 300 (2013)

Technical Specifications
2013 Kawasaki Ninja 300
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

Liquid-cooled, 4-stroke Parallel Twin, 2-cylinder, DOHC
62.0 x 49.0 mm
296 cm³
4 valves per cylinder
10.6:1
29.0 kW (39 PS) @ 11000 rpm
27.0 N·m (2.8 kgf.m) @ 10000 rpm
Fuel injection: ø32 mm x 2 (Keihin), with dual throttle valves
6-speed return shift
Chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump




1st 2.714 (38/14)
2nd 1.789 (34/19)
3rd 1.409 (31/22)
4th 1.160 (29/25)
5th 1.000 (27/27)
6th 0.857 (24/28)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tube diamond, steel
27º
2015 mm
715 mm
1110 mm
1400 mm
785 mm
140 mm
172 kg
17 litres
Telescopic fork
Bottom-link uni-trak with gas-charged shock, 5-way adjustable preload
110/70-17M/C 54S Tubeless
140/70-17M/C 66S Tubeless
Single 290 mm petal disc Single balanced actuation dual-piston calipers
Single 220 mm petal disc Caliper: Dual-piston calipers

Image: http://www.motorcycle-usa.com/630/14277/Motorcycle-Article/2013-Kawasaki-Ninja-300-First-Look.aspx

Kawasaki Z800 (2013)

Technical Specifications
2013 Kawasaki Z800
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Intake system
Spark plug
Battery
Gear ratios

4-stroke, In-Line 4, DOHC, 4-Stroke, Liquid-cooled
71.0 x 50.9 mm
806 cm³
2 valves per cylinder
11.9:1
83.0 kW {113 PS} @ 10200 rpm
83.0 Nm {8.5 kgfm} @ 8000 rpm
Fuel Injection: φ34 mm x 4 (Mikuni), with dual throttle valves
6-speed, Constant Mesh, Return
Chain
Wet multi-disc, manual
Digital
Electric starter
Forced lubrication, Wet sump




1st 2.571 (36/14)
2nd 1.941 (33/17)
3rd 1.556 (28/18)
4th 1.333 (28/21)
5th 1.200 (24/20)
6th 1.095 (23/21)
Dimensions
Frame type
Rake
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Weight
Fuel capacity
Suspension (front)
Suspension (rear)

Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)

Tubular backbone (with engine sub-frame), high-tensile steel
24.5º
2100 mm
800 mm
1050 mm
1445 mm
834 mm
150 mm
229 kg
17 litres
41mm inverted fork, rebound damping and spring  preload adjustability
Bottom-Link Uni-Trak, gas-charged shock with piggyback reservoir and
stepless rebound damping  and preload adjustability
120/70 ZR 17M/C (58W)
180/55 ZR 17M/C (73W)
Dual semi-floating 310mm petal discs dual opposed 4-piston
Single 250mm petal disc single piston

Image: http://www.asphaltandrubber.com/bikes/53-photos-2013-kawasaki-ninja-z800-z800e/

Popular Posts

-