Main Jaran, Olahraga Tradisional Masyarakat Sumbawa

Asal Usul
Main Jaran adalah sebuah permainan tradisional yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat di sekitar Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sesuai dengan namanya, yaitu “jaran” atau dalam bahasa Indonesia berarti “kuda”, dalam permainan ini para pesertanya akan beradu ketangkasan mengendalikan kuda-kuda mereka dalam sebuah arena pacuan.

Permainan jaran konon sudah ada di daerah Sumbawa sejak zaman Kolonial Belanda. Waktu itu arena permainan masih dilakukan di tanah lapang biasa dan bukan merupakan arena khusus. Pesertanya pun dapat siapa saja asalkan mempunyai kuda yang siap untuk diadu kecepatannya. Adapun atribut yang digunakan baik oleh kuda maupun jokinya masihlah sangat sederhana serta belum memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, main jaran ikut pula mengalami perubahan. Permainan sudah bergeser dari permainan untuk sekadar bermain menjadi permainan bertanding. Konsekuensinya, tentu saja permainan semakin kompleks dengan ditambahnya aturan-aturan tertentu bagi kuda pacuan maupun jokinya. Hal ini membuat main jaran akhirnya menjadi suatu ajang untuk menunjukkan prestasi dan gengsi yang sekaligus memberikan nilai ekonomis karena kuda-kuda yang menjadi pemenang harga jualnya melambung tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Peralatan Permainan
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu peralatan yang dikenakan oleh joki dan kuda pacuannya. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh seorang joki diantaranya adalah: (1) helm pelindung kepala; (2) kaos atau baju lengan panjang dan celana panjang; (3) ketopong atau sarung kepala sebelum mengenakan helm; (4) Baju ban atau rompi dengan bagian punggung diberi nomor; dan (5) cambuk rotan.

Sedangkan peralatan dan perlengkapan yang dikenakan pada kuda pacuan adalah: (1) jombe atau benang wol yang ditempeli berbagai macam pernak-pernik dan dipasangkan pada muka dan leher kuda; (2) tali kancing yang dipasangkan pada bagian mulut kuda sebagai alat pengendali kuda; (3) kili atau kawat yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai angka delapan. Kili digunakan sebagai sambungan antara rantai dengan tali pengendali (tali kancing); dan (4) lapek atau pelana yang terbuat dari alang-alang dan atau daun pisang kering dan diletakkan pada bagian punggung kuda.

Aturan Permainan
Aturan dalam permainan jaran menggunakan sistem guger (gugur). Dalam aturan ini, peserta yang kuda pacuannya kalah tidak boleh mengikuti pertandingan selanjutnya, sementara para pemenangnya akan bertanding lagi hingga memunculkan satu pemenang saja yang berhak menyandang juara di babak final.

Selain peraturan yang mengatur proses balapan antarkuda, ada pula peraturan yang mengklasifikasikan kuda-kuda pacuan dalam kelas-kelas tertentu berdasarkan kondisi fisik serta “skil” yang dimilikinya. Klasifikasi tersebut diantaranya adalah: (1) Kelas Teka Saru bagi kuda-kuda pemula yang baru pertama kali mengikuti perlombaan; (2) Kelas Teka Pas bagi kuda yang telah mengikuti perlombaan sebanyak 2-3 kali; (3) Kelas Teka A bagi kuda berpengalaman dengan tinggi badan antara 117-120 centimeter; (4) Kelas Teka B bagi kuda berpengalaman dengan tinggi badan minimal 121 centimeter; (5) Kelas OA bagi kuda berpengalaman dengan tinggi badan 126 centimeter yang giginya telah tanggal (nyepo) sebanyak 4 buah; (6) Kelas OB bagi kuda berpengalaman dengan tinggi badan antara 127-129 centimeter; (7) Kelas Harapan bagi kuda telah nyepo dan berpengalaman dengan tinggi badan minimal 129 centimeter; (8) Kelas Tunas bagi kuda berpengalaman dengan tinggi badan minimal 129 centimeter dan gigi tarinya telah tumbuh; dan (9) Kelas Dewasa.

Jalannya Permainan
Main Jaran diawali dengan pendaftaran peserta sekaligus mengambil nomor ban atau nomor urut peserta sesuai dengan kotak pelepasan. Bila telah mendapatkan nomor ban, para joki segera menggiring kudanya menuju ke arah juri yang akan memeriksa kondisi kuda pacuan berikut jokinya. Tujuannya adalah untuk menyeleksi peserta (kuda pacuan) agar berlomba sesuai dengan kelasnya. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kecurangan selama permainan berlangsung.

Setelah lolos dari seleksi juri, para joki akan menggiring lagi kuda masing-masing menuju kotak pelepasan sesuai dengan nomor ban yang diterima pada saat pendaftaran. Bila peserta telah berada dalam posisinya masing-masing, juri garis segera membunyikan peluitnya sebagai tanda perlombaan dimulai. Para peserta pun langsung memacu tunggangannya menuju garis finis. Sesuai dengan sistem yang berlaku, bagi peserta yang kalah tidak diperbolehkan lagi mengikuti pertandingan berikutnya. Sementara bagi peserta yang menang akan bertanding lagi dengan pemenang lainnya. Begitu seterusnya hingga babak final untuk menentukan juaranya.

Nilai Budaya
Main jaran, sebagai suatu permainan yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, jika dicermati mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu adalah kerja keras dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain (joki) yang berusaha sekuat tenaga memacu kuda pacuannya agar dapat memenangkan permainan. Kerja keras juga terlihat pada proses pelatihan kuda pacuan. Tanpa kerja keras mustahil dapat membuat seekor kuda biasa menjadi kuda pacu yang tangkas, gesit, dan cepat dalam berlari. Dan, nilai sportivitas tercermin dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang selama permainan berlangsung serta mau mengakui kekalahan. (ali gufron)

Foto: http://olahraga.plasa.msn.com/umum/main-jaran-olahraga-tradisional-sumbawa
Sumber:
“Main Jaran (Sumbawa Traditional Horse Racing)”. http://www.facebook.com/media/set/?set=a.306570522713669.64340.128729580497765&type=3. Diakses 20 April 2013.

“’Main Jaran’, Olahraga Tradisional Sumbawa”. http://olahraga.plasa.msn.com/umum/main-jaran-olahraga-tradisional-sumbawa. Diakses 21 April 2013.

“Maen Jaran”. http://www.sumbawakab.go.id/index_static.html?id=151. Diakses 21 April 2013.

HTC Flyer

Specifications
HTC Flyer
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
HSDPA 900 / 1700 / 2100
SizeDimensions
Weight
Display
195.4 x 122 x 13.2 mm
420.8 gram
LCD capacitive touchscreen, 16M colors
600 x 1024 pixels, 7.0 inches (~170 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot


16/32 GB storage, 1 GB RAM
microSD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Yes
Yes
HSDPA 14.4 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot
v3.0 with A2DP

microUSB v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.3.3 (Gingerbread), upgradable to v3.2 (Honeycomb)
1.5 GHz Scorpion; Qualcomm Snapdragon MSM8255T; Adreno 205
Email, Push Email, IM

HTML, Adobe Flash

A-GPS support
Yes
5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus
720p
Silver
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker
- 3.5mm jack
- Multitouch
- HTC Sense UI
- Two sets of touch-sensitive controls for landscape and portrait use
- Dolby Mobile and SRS sound enhancement
- Geo-tagging
- SNS integration
- Google Search, Maps, Gmail
- YouTube, Google Talk, Picasa
- MP3/AAC+/WAV/WMA player
- DivX/Xvid/MP4/H.263/H.264/WMV player
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery
Up to 1470 h
Up to

Image: http://www.gsmarena.com/htc_flyer-pictures-3829.php

HTC Flyer Wi-Fi

Specifications
HTC Flyer Wi-Fi
Network2G
3G

SizeDimensions
Weight
Display
195.4 x 122 x 13.2 mm
420.8 gram
LCD capacitive touchscreen, 16M colors
600 x 1024 pixels, 7.0 inches (~170 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot


16/32 GB storage, 1 GB RAM
microSD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB



Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA
v3.0 with A2DP

microUSB v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.3.3 (Gingerbread), upgradable to v3.2 (Honeycomb)
1.5 GHz Scropion; Qualcomm Snapdragon MSM8255T; Adreno 205
Email, Push Email, IM

HTML, Adobe Flash

A-GPS support
Yes
5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus
720p
Silver
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker
- 3.5mm jack
- Multitouch
- HTC Sense UI
- Two sets of touch-sensitive controls for landscape and portrait use
- Dolby Mobile and SRS sound enhancement
- Geo-tagging
- Accelerometer, compass (sensors)
- SNS integration
- Google Search, Maps, Gmail
- YouTube, Google Talk, Picasa
- MP3/AAC+/WAV/WMA player
- DivX/Xvid/MP4/H.263/H.264/WMV player
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Non-removable Li-Ion 4000 mAh battery
Up to 1470 h
Up to

Image: http://mobile.ffmobile.com/mobile/htc-flyer-wi-fi/10004988

Legenda Batu Nong

(Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat)
 
Di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Sungai Lengkong, Desa Lekong, Kecamatan Alas, terdapat sebuah batu besar, bulat, tinggi, bagian atasnya datar, dan seakan menggantung pada tebing sebuah bukit. Sesuai dengan namanya yaitu “nong” yang dapat diartikan sebagai “melihat ke bawah dari atas”, orang dapat melihat pemandangan di sekelilingnya dengan jelas apabila berada di atas batu nong. Namun haruslah berhati-hati karena jika dilihat dari bawah posisi batu nong sangatlah “mengkhawatirkan.” Apabila terjadi suatu getaran di perut bumi, kemungkinan batu tersebut akan runtuh.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Kecamatan Alas, batu nong bukanlah sekadar batu biasa yang terbentuk oleh alam. Batu nong memiliki “sejarahnya” sendiri yang tersaji dalam sebuah cerita rakyat. Berikut ini adalah kisahnya.

Alkisah, tersebutlah sebuah negeri makmur, aman, dan damai. Di negeri ini tidak pernah terdengar perselisihan di antara penduduknya. Mereka, baik laki-laki maupun perempuan, mempunyai hak yang sama, kecuali sebuah larangan bagi seorang laki-laki mencuci pantat anaknya yang baru selesai buang air besar. Larangan atau tabu mencuci pantat anak ini diyakini benar oleh warga masyarakat karena konon dapat mendatangkan malapetaka bagi yang melanggarnya.

Suatu hari, terdengarlah berita bahwa negeri tetangga akan mengadakan sebuah perhelatan besar. Sudah barang tentu berita ini disambut gembira oleh semua orang, tidak terkecuali sebuah keluarga di negeri yang mempunyai tabu “aneh” itu. Sang Isteri dalam keluarga itu merengek pada suaminya agar diizinkan menonton keramaian. Alasannya, sejak kawin hingga anaknya tidak menyusu lagi belum pernah mendapat kesempatan menonton keramaian.

“Bolehkah saya menonton keramaian di negeri tetangga?” tanya Sang Isteri.

“Kalau nanti anak kita buang air besar bagaimana?” tanya Sang Suami.

“Saya tidak akan menginap. Tunggu saya datang saja baru dibersihkan,” kata isterinya lagi.

“Baiklah kalau engkau tetap bersikeras hendak menonton,” kata suaminya mengalah.

Perkiraan Sang Isteri ternyata salah karena untuk dapat mencapai lokasi keramaian di negeri tetangga dibutuhkan lebih dari satu hari perjalanan. Dan, ketika sampai di sana dia pun lupa pada anak dan suaminya hingga tidak terasa telah tiga hari waktu berlalu.

Sementara di rumah, Sang suami sudah mulai tidak tahan mencium bau yang sangat busuk. Bau itu keluar pantat anaknya yang telah tiga kali buang kotoran. Oleh karena sudah tidak kuat lagi, dia lalu membawa anaknya ke kamar mandi untuk dibersihkan. Dia tidak menyadari kalau hal itu merupakan sebuah tabu yang dapat mendatangkan malapetaka berupa kutukan.

Malam harinya, kutukan itu pun datang. Sekujur tubuh Sang suami secara perlahan mulai bersisik, tangan dan kakinya mengerut dan akhirnya menjadi seekor naga yang berkepala manusia. Barulah dia sadar kalau telah melanggar tabu, tetapi apa hendak dikata, nasi pun telah menjadi bubur.

Beberapa hari setelahnya, Sang isteri pulang bersama teman-teman sekampungnya. Sesampainya di rumah, dia terkejut dan langsung menjerit melihat tubuh suaminya yang telah beralih wujud menjadi seekor naga.

Agar isterinya tidak sedih bercampur malu, Sang Suami berkata, “Wahau Isteriku, janganlah engkau bersedih. Ini semua akibat perbuatanku yang secara tidak sengaja membasuh pantat anak kita. Aku sudah tidak tahan mencium bau busuk dari kotoran yang dikeluarkan anak kita”.

“Lalu aku harus berbuat bagaimana,” tanya Sang isteri kebingungan.

“Sekarang belilah sebuah tempayan besar di pasar. Kemudian, masukkanlah aku dalam tempayan itu dan taruh di tepi sungai,” kata Sang suami.

Dengan perasaan sedih bercampur penyesalan, Sang isteri pun menuruti perintah suaminya. Dan, sejak saat itu setiap hari dia selalu pergi ke tepi sungai untuk mengantarkan makanan bagi suaminya. Hal itu dilakukannya selama bertahun-tahun hingga suatu hari terjadilah peperangan dengan negeri tetangga. Seluruh penjuru negeri menjadi porak-poranda hingga mengakibatkan banyak orang kehilangan nyawanya.

Sementara yang masih hidup berusaha mengungsi untuk menyelamatkan diri masing-masing. Ada yang bersembunyi di dalam hutan, ada yang bersembunyi di puncak gunung, dan ada pula yang memanfaatkan sungai untuk pindah ke tempat lain menggunakan perahu. Diantara para pengungsi yang menggunakan perahu tersebut adalah isteri Sang Naga.

Sang isteri bersama puluhan orang lainnya berlayar selama berhari-hari mencari daerah yang dianggap aman. Rombongan pengungsi itu tidak sadar kalau ada sebuah tempayan besar berisi seekor ular naga yang selalu mengikuti hingga mereka berhenti di suatu tempat dekat muara Sungai Lekong, Sumbawa bagian barat.

Malam harinya ketika sebagian pengungsi sudah terlelap dalam gubuk-gubuk sederhana yang masih bersifat sementara, tiba-tiba Sang pemilik perahu merasa perutnya mulas dan ingin buang air besar. Dengan tergopoh-gopoh, dia berjalan menuju perahunya untuk buang air di tepi muara sungai. Tetapi sebelum sempat melaksanakan hajatnya, dia terkejut karena melihat sebuah tempayan besar yang menghalangi aliran air sungai.

Sang pemilik perahu menjadi lebih terkejut lagi ketika mendengar sebuah suara dari dalam tempayan, “Aku harus pindah ke tebing di bukit itu. Tubuhku sudah tidak muat lagi dalam tempayan ini.”

Belum sempat hilang dari rasa keterkejutannya, tiba-tiba Sang pemilik perahu melihat tempayan itu terbang dan menempel pada tebing di dekat para pengungsi mendirikan gubuk. Ketika telah menempel di tebing, berangsur-angsur tempayan tersebut berubah menjadi sebuah batu besar.

Pagi harinya, ketika seluruh pengungsi sudah bangun dari tidurnya, Sang Juragan Perahu langsung menceritakan pengalamannya yang luar biasa itu. Penasaran akan cerita Sang Juragan Perahu, para pengungsi pun lantas beramai-ramai naik ke bukit. Setelah sampai di atas bukit, sebagian diantaranya berdiri di atas batu besar itu. Dari atas batu ternyata mereka dapat melihat alam semesta yang terbentang indah, terutama daratan yang berada di bawahnya. Oleh karena takjub, batu tersebut kemudian mereka beri nama Batu Nong yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “batu tempat melihat ke bawah dari atas”.

Diceritakan kembali oleh Pepeng

Sony Ericsson Xperia neo V

Specifications
Sony Ericsson Xperia neo V
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
HSDPA 850 / 1900 / 2100
SizeDimensions
Weight
Display
116 x 57 x 13 mm
126 gram
LED-backlit LCD, capacitive touchscreen, 16M colors
480 x 854 pixels, 3.7 inches (~265 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
Yes
Yes
1 GB (320 MB user available), 512 MB RAM
microSD, up to 32 GB, 2 GB included
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Up to 86 kbps
Up to 237 kbps
HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot
v2.1 with A2DP, EDR

microUSB v2.0, USB On-the-go
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.3.4 (Gingerbread), v4.0 (Ice Cream Sandwich)
1 GHz Scorpion; Qualcomm MSM8255 Snapdragon; Adreno 205
SMS, MMS, Email, IM, Push Email
Vibration, MP3 ringtones
HTML5, Adobe Flash
Stereo FM radio with RDS
A-GPS support
Yes
5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus, LED flash
720p@30fps, video stabilization
White, blue Gradient, Silver
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker
- 3.5 mm jack
- Multitouch
- Scratch-resistant glass (protection)
- Sony Mobile BRAVIA Engine
- Timescape UI
- Accelerometer, proximity, compass (sensors)
- SNS integration
- HDMI port
- MP4/H.264/WMV player
- MP3/WMA/WAV/eAAC+ player
- TrackID music recognition
- Organizer
- Document viewer
- Voice memo/dial/commands
- Predictive text input (T9 Trace)
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Po 1500 mAh
Up to 430 h (2G)/400 h (3G)
Up to 6 h 55 min (2G)/7 h (3G)

Image: http://www.gsmarena.com/sony_ericsson_xperia_neo_v-pictures-4122.php

Sony Ericsson Live with Walkman

Specifications
Sony Ericsson Live with Walkman
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
HSDPA 850 / 1900 / 2100
SizeDimensions
Weight
Display
106 x 56.5 x 14.2 mm
115 gram
TFT capacitive touchscreen, 16M colors
320 x 480 pixels, 3.2 inches (~180 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
Yes
Yes
320 MB storage, 512 MB RAM
microSD, up to 32 GB, 2 GB included
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Up to 80 kbps
Up to 237 kbps
HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot
v2.1 with A2DP, EDR

microUSB v2.0, USB On-the-go
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.3, upgradable to v4.0 (Ice Cream Sandwich)
1 GHz Scorpion; Qualcomm MSM8255 Snapdragon; Adreno 205
SMS, MMS, Email, Push email, IM
Vibration, MP3 ringtones
HTML5, Adobe Flash
Stereo FM radio with RDS
A-GPS support
Yes
5 MP, 2592x1944 pixels, autofocus, LED flash
720p
Black, white
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker with stereo speakers
- 3.5mm jack
- Multitouch up to 4 fingers
- Scratch-resistant glass (protection)
- Sony xLOUD enhancement
- Geo-tagging, touch focus, face and smile detection, image stabilization
- Accelerometer, proximity, compass (sensors)
- SNS integration
- MP4/H.263/H.264/WMV player
- MP3/eAAC+/WMA/WAV player
- TrackID music recognition
- Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk
- Document editor
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1200 mAh
Up to 350 h (2G)/400 h (3G)
Up to 14 h 15 min (2G)/6 h 42 min (3G)

Image: http://www.gsmarena.com/sony_ericsson_live_with_walkman-pictures-4111.php

HTC EVO View 4G

Specifications
HTC EVO View 4G
Network2G
3G
CDMA 800 / 1900
CDMA2000 1xEV-DO
SizeDimensions
Weight
Display
196 x 112 x 13 mm
425 gram
LCD capacitive touchscreen, 16M colors
600 x 1024 pixels, 7.0 inches (~170 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot


32 GB storage, 1 GB RAM
microSD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB


EV-DO Rev. A, up to 3.1 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, WiMAX 802.16 e, DLNA, Wi-Fi hotspot
v3.0 with A2DP

microUSB v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.4 (Gingerbread)
1.5 GHz
Email, Push Email, IM

HTML, Adobe Flash

A-GPS support
Yes
5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus
720p
Silver
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker
- 3.5mm jack
- Multitouch
- HTC Sense UI
- Dolby Mobile and SRS sound enhancement
- Geo-tagging
- Accelerometer, proximity, compass (sensors)
- HDMI port
- SNS integration
- Google Search, Maps, Gmail
- YouTube, Google Talk, Picasa
- MP3/AAC+/WAV/WMA player
- DivX/Xvid/MP4/H.263/H.264/WMV player
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 4000 mAh
Up to
Up to

Image: http://www.gsmarena.com/htc_evo_view_4g-pictures-3896.php

HTC Inspire 4G

Specifications
HTC Inspire 4G
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
HSDPA 850 / 1900
SizeDimensions
Weight
Display
122.9 x 68.1 x 11.7 mm
163.9 gram
S-LCD capacitive touchscreen, 16M colors
480 x 800 pixels, 4.3 inches (~217 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
Yes
Yes
4 GB storage, 768 MB RAM
microSD, up to 32 GB, 8 GB included
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Yes
Yes
HSDPA, 14.4 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot (charges may apply)
v2.1 with A2DP, EDR

microUSB v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
Android OS, v2.2 (Froyo), upgradable to v2.3 (Gingerbread)
1 GHz Scorpion; Qualcomm MSM8255 Snapdragon; Adreno 205
SMS, MMS, Email, Push Email, IM
Vibration, MP3, WAV ringtones
HTML, Adobe Flash
Stereo FM radio with RDS
A-GPS support
Yes
8 MP, 3264x2448 pixels, autofocus, dual-LED flash
720p
Black, red, brown
via Java MIDP emulator
- Loudspeaker
- 3.5mm jack
- Multitouch
- Corning Gorilla Glass (protection)
- HTC Sense UI
- Dolby Mobile and SRS sound enhancement
- Geo-tagging, face detection
- Accelerometer, proximity, compass (sensors)
- Dedicated search key
- Google Search, Maps, Gmail
- YouTube, Google Talk, Picasa
- MP3/AAC+/WAV/WMA9 player
- DivX/Xvid/MP4/H.263/H.264/WMV9/player
- Facebook, Twitter applications
- Voice memo
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1230 mAh
Up to 372 h
Up to 6 h

Image: http://www.gsmarena.com/htc_inspire_4g-pictures-3706.php

Apple iPad mini Wi-Fi

Specifications
Apple iPad mini Wi-Fi
Network2G
3G

SizeDimensions
Weight
Display
200 x 134.7 x 7.2 mm
308 gram
LED-backlit IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
768 x 1024 pixels, 7.9 inches (~162 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot


16/32/64 GB storage, 512 MB RAM
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB



Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, dual-band
v4.0 with A2DP, EDR

microUSB v2.0
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java
iOS 6, upgradable to iOS 6.1.3
Dual-core 1 GHz Cortex-A9; PowerVR SGX543MP2; Apple A5
iMessage, Email, Push Email, IM

HTML (Safari)


Yes
5 MP, 2592x1944 pixels, autofocus
1080p@30fps, video stabilization
Black/slate, white/silver

- Loudspeaker
- 3.5mm jack
- Multitouch
- Oleophobic coating (protection)
- Geo-tagging, touch focus, face detection
- 1.2 MP, 720p@30fps, face detection, FaceTime over Wi-Fi
- Accelerometer, gyro, compass (sensors)
- Siri natural language commands and dictation
- iCloud cloud service
- Twitter and Facebook integration
- Maps
- Audio/video player/editor
- Image viewer/editor
- Voice memo
- TV-out
- Document viewer
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Non-removable Li-Po battery (16.3 Wh)
Up to
Up to 10 h

Image: http://www.gsmarena.com/apple_ipad_mini_wi_fi-pictures-5070.php

Samsung Serene

Specifications
Samsung Serene
Network2G
3G
GSM 900 / 1800 / 1900
SizeDimensions
Weight
Display
64.7 x 69.7 x 23.9 mm
110 gram
TFT, 256K colors
320 x 240 pixels
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
1000 entries
20 dialed, 20 received, 20 missed calls

DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps



v1.1

FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java


SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Vibration; Polyphonic(64) ringtones
WAP 2.0/xHTML


Yes
VGA, 640x480 pixels
Yes
Black
MIDP 2.1
- Loudspeaker
- Organizer
- SyncML
- Voice memo
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 800 mAh
Up to 225 h
Up to 3 h 30 min

Image: http://gizmodo.com/210756/serene-bang--olufsens-upside-down-cellphone

Bali World Hotel

Bali World Hotel terletak di Jalan Soekarno-Hatta No.713, Bandung, Jawa Barat. Berikut adalah foto-foto yang diambil di hotel ini pada 16 dan 23 April 2013.
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Veli VL125GY-R (EEC)

Technical Specifications
Veli VL125GY-R (EEC)
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Exhaust
Spark plug
Battery
Gear ratios

Air-cooled, Single cylinder, four-stroke, SOHC
39.0 x 40.0 mm
125.00 ccm
2 valves per cylinder
9.5:1
8..6 KW @ 8500 rpm
9.2 Nm @ 7000 rpm
Carburettor
5-speed
Chain
Manual, Multiplate Wet Clutch
C.D.I
Electric & kick starter
Pressure/splash


12V 7Ah battery
Dimensions
Frame type
Castor
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Dry weight
Fuel capacity
Colors
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)



2150 mm
810 mm
1180 mm
1380 mm



10.5 litres

Telescopic fork hydraulic suspension
Swingarm hydraulic suspension
2.75 R21
4.10 R18
Single disc brake
Single disc brake

Image: http://www.velimotor.com/UploadFiles/Photo/2012/5/201253121712_201205312107122904.jpg

Veli VL125C (EEC)

Technical Specifications
Veli VL125C (EEC)
Engine
Engine type
Bore x Stroke
Displacement
Valves
Compression ratio
Max Power
Max Torque
Fuel system
Transmission
Final drive
Clutch
Ignition type
Starting system
Lubrication
Exhaust
Spark plug
Battery
Gear ratios

Air-cooled, Single cylinder, four-stroke, SOHC
39.0 x 40.0 mm
124.00 ccm
2 valves per cylinder
9.2:1
8.2 KW @ 8500 rpm
8.8 Nm @ 7000 rpm
Carburettor
5-speed
Chain
Manual, Multiplate Wet Clutch
C.D.I
Electric & kick starter
Pressure/splash


12V 7Ah battery
Dimensions
Frame type
Castor
Overall length
Overall width
Overall height
Wheelbase
Seat height
Ground clearance
Dry weight
Fuel capacity
Colors
Suspension (front)
Suspension (rear)
Tyre (front)
Tyre (rear)
Brake (front)
Brake (rear)






1260 mm



12 litres

Telescopic fork hydraulic suspension
Swingarm hydraulic suspension
90/90 - R18
120/80 - R16
Single disc brake
Drum brake

Image: http://www.velimotor.com/UploadFiles/Photo/2012/5/2012528204155_201205282041554661.jpg

Samsung Rex 90 S5292

Specifications
Samsung Rex 90 S5292
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
SizeDimensions
Weight
Display
113 x 61.9 x 11.9 mm

TFT capacitive touchscreen, 256K colors
320 x 480 pixels, 3.5 inches (~165 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
Yes
Yes
10 MB
microSD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 - 48 kbps
Class 12

Wi-Fi 802.11 b/g/n
v3.0

microUSB v2.0, USB Host
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java


SMS, MMS, Email, IM
Vibration, MP3 ringtones
HTML
TBD

Yes
3.15 MP, 2048x1536 pixels
Yes
Brown, white
Yes
- Loudspeaker
- Dual SIM (dual stand-by)
- 3.5mm jack
- SNS applications
- MP4/H.263 player
- MP3/eAAC+/WAV player
- Organizer
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1000 mAh
Up to
Up to 15 h

Image: http://www.gsmarena.com/samsung_rex_90_s5292-pictures-5301.php

Samsung Rex 80 S5222R

Specifications
Samsung Rex 80 S5222R
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
SizeDimensions
Weight
Display
102 x 58 x 11.5 mm

TFT touchscreen, 256K colors
240 x 320 pixels, 3.0 inches (~133 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
1000 entries
Yes
20 MB
microSD, up to 16 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 - 48 kbps
Class 12

Wi-Fi 802.11 b/g/n
v3.0

microUSB v2.0, USB Host
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java


SMS, MMS, Email, IM
Vibration, MP3 ringtones
HTML
TBD

Yes
3.15 MP, 2048x1536 pixels
Yes
White, blue, gray, red
Yes
- Loudspeaker
- Dual SIM (dual stand-by)
- 3.5mm jack
- Proximity (sensors)
- SNS applications
- MP4/H.263 player
- MP3/eAAC+/WAV player
- Organizer
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1000 mAh
Up to
Up to 14 h 10 min

Image: http://www.gsmarena.com/samsung_rex_80_s5222r-pictures-5300.php

Kera dan Kura-kura

Alkisah, ada seekor kera dan seekor kura-kura hidup di dalam sebuah hutan. Mereka hidup bersahabat. Kura-kura menjalin persahabatan secara tulus karena merasa bahwa hidup harus saling berdampingan dan tolong menolong. Sementara persahabatan yang dijalin Kera didasarkan pada azas pemanfaatan. Dalam hal ini, Kera sekadar hanya memanfaatkan kura-kura untuk kepentingan dirinya sendiri.

Misalnya, bila bepergian ke suatu tempat, Sang Kera selalu naik di atas punggung Kura-kura dengan alasan sakit, lelah, dan sebagainya. Tetapi hal ini tidak membuat Kura-kura menjadi sakit hati. Dia masih beranggapan kalau hidup tidak bisa dijalani seorang diri. Harus ada makhluk lain untuk saling bantu agar hidup lebih mudah dijalani.

Anggapan inilah yang membuat Kura-kura tetap diam walau “dikerjai” oleh Kera. Misalnya lagi, ketika mereka berjumpa dengan sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, Kera dengan gesit langsung memanjatnya, sementara Kura-kura disuruh menunggu di bawah pohon. Setelah perutnya kenyang barulah Kera turun dengan hanya membawa beberapa buah saja dalam kondisi mulai membusuk.

“Aduh Kura-kura, di atas pohon ternyata buahnya telah banyak dimakan kelelawar dan musang. Hanya tinggal buah-buah yang agak busuk inilah yang dapat di petik untukmu,” ujar Sang Kera berkilah.

Begitulah bentuk persahabatan yang dijalin oleh Kura-kura dan Kera hingga suatu hari datanglah musim kemarau panjang. Situasi ini membuat pepohonan di hutan menjadi layu dan tidak berbuah. Agar tidak kelaparan, Kera dan Kura-kura yang sedang berteduh di bawah pohon dekat tepi sungai mengadakan pembicaraan.

“Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi musim kemarau ini?” tanya Kera membuka pembicaraan.

Kura-kura tidak menjawab karena dia tidak pernah berpikir terlampau berat. Hidup dijalaninya begitu saja laksana air mengalir.

Tanpa menunggu jawaban Kura-kura, Kera bertanya lagi, “Bagaimana kalau kita menanam pisang saja karena cepat berbuah?”

“Dari mana kita memperoleh bibitnya?” tanya Kura-kura singkat.

“Kita tunggu saja di tepi sungai ini. Biasanya manusia akan membuang segala macam sampah ke sungai, termasuk pisang,” kata Kera.

Setelah terjadi kesepakatan, mereka segera membuka sebidang tanah di hutan untuk dijadikan kebun. Selanjutnya, mereka menunggu lagi di tepi sungai selama beberapa hari hingga akhirnya melihat seonggok batang pisang yang hanyut bersama aliran sungai.

Sama seperti biasanya, Kera berusaha memanfaatkan persahabatan mereka untuk memperdaya Kura-kura. Dia menyuruh Kura-kura berenang ke tengah sungai mengambil onggokan batang pisang itu. Alasannya, Kura-kura lebih pandai berenang, sementara dirinya sendiri tidak pandai berenang karena takut air.

Bagi Kura-kura perkataan Kera tersebut merupakan sebuah sanjungan karena ia memang terbiasa hidup di air. Oleh karena itu, Kura-kura dengan gembira langsung menceburkan diri ke sungai dan berenang menghampiri serta membawa batang pisang tersebut untuk diserahkan pada Kera.

Sesampainya di darat batang pisang itu mereka bagi dua secara “adil”, menurut anggapan Kera. Caranya dengan membaginya menjadi dua bagian sama panjang. Bagian atas milik Kera, sementara bagian bawah untuk Kura-kura. Kura rupanya tahu bahwa buah pisang selalu tumbuh pada bagian atas.

Tetapi,walau mengambil bagian atas batang pisang, ternyata milik kera tidak tumbuh sesuai perkiraannya. Bahkan, batang itu menjadi layu dan kemudian mati. Sementara batang pisang milik Kura-kura malah tumbuh dengan subur dan akhirnya berbuah lebat karena setiap hari selalu dirawat dengan disirami menggunakan air sungai.

Setelah buah pisang milik Kura-kura masak, datanglah Sang Kera dengan siasat liciknya. “Hai Kura-kura, aku lihat buah pisang milikmu telah masak semua,” kata Kera.

“Iya,” Jawab Kura-kura singkat.

“Bolehkan aku memintanya sedikit saja,” tanya Kera.

“Boleh, tetapi aku tidak bisa memanjat,” jawab Kura-kura.

“Apalah artinya sahabat kalau tidak saling membantu. Aku akan memanjat dan memetiknya untukmu,” kata Kura licik.

Tanpa berpikir panjang Kura-kura menyetujuinya sehingga Kera dengan sigap langsung memanjat pohon pisang yang telah ranum buahnya tersebut. Sesapainya di pucuk pohon, dia langsung memakan buah-buah pisang masak hingga puas, sementara pemiliknya hanya dapat menunggu di bawahnya dengan hati yang mendongkol. Begitu setiap hari hingga tidak ada lagi buah pisang yang tersisa.

Singkat cerita, sejak saat itu Kura-kura mengetahui bahwa persahabatannya dengan Kera hanya didasarkan atas asas pemanfaatan salah satu pihak saja. Dalam hal ini dirinya menjadi pihak yang dimanfaatkan Kera. Untuk mencegah agar tidak dimanfaatkan oleh Kera lagi, Kura-kura memilih untuk menghindarinya. Sejak saat itu, Kura-kura akan langsung bersembunyi atau pergi menghindar ketika mendengar suara Kera dari jauh.

Ketika kemarau datang lagi pada musim berikutnya dengan membawa cuaca yang sangat panas, Kera pun berusaha menemukan Kura-kura untuk bersama-sama mencari makanan. Tetapi, setelah berjalan kesana kemari Kera tidak menemukan sahabatnya. Karena kelelahan, Kera akhirnya memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon yang masih agak rindang. Kera tidak sadar kalau “batu” tempatnya duduk beristirahat tiada lain adalah punggung Kura-kura yang juga sedang beristirahat dengan menyembunyikan kepala dan kakinya di dalam cangkang.

Entah mengapa, Kera merasa bahwa di sekitar tempatnya beristirahat mungkin ada Kura-kura. Kera pun iseng memanggil nama sahabatnya itu, “Kura-kura kemarilah. Kita sudah lama tidak bersua.”

Tanpa disangka-sangka, dari dalam “batu” tempat duduk Kera keluarlah sebuah suara, “Kuuuuwuk….”

“Kamukah itu Kura-kura?” tanya Kera penasaran.

“Kuuuwuuuk…,” kata Kura-kura dari dalam cangkangnya.

Mendengar suara yang datangnya dari tempatnya duduk, Kera menjadi marah. Bahkan sangat marah karena mengira suara itu berasal dari alat kelaminnya yang sedang mengejek. Dengan geram, dia mengancam, “Jika berani mengejekku lagi akan aku hancurkan kamu!”

Kemudian ia berteriak lagi, “Kura-kuraaaaaa, kemarilah.”

Tetapi jawaban yang diterima hanyalah kata “kuwuk” yang disangka berasal dari “alat kelaminnya sendiri”.

Kemarahan Kera pun akhirnya memuncak dan langsung mengambil batu lalu memukulkannya berkali-kali pada alat kelaminnya sendiri. Walau melolong karena sakit yang luar biasa, Kera tetap saja memukuli alat kelaminnya sendiri hingga hancur. Dan, ketika Kura-kura menjulurkan kepala hendak menolongnya, ternyata Kera telah meregang nyawa dan akhirnya mati. Kera yang licik itu mati karena ulahnya sendiri.

Diceritakan kembali oleh Pepeng

Samsung Rex 70 S3802

Specifications
Samsung Rex 70 S3802
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
SizeDimensions
Weight
Display
104.9 x 57.2 x 12 mm
100 gram
TFT touchscreen, 65K colors
240 x 320 pixels, 3.0 inches (~133 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
Yes
Yes
10 MB
microSD, up to 32 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 - 48 kbps
Class 12

Wi-Fi 802.11 b/g/n
v3.0

microUSB v2.0, USB Host
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java


SMS, MMS, Email, IM
Vibration, MP3 ringtones
Yes
TBD

Yes
2 MP, 1600x1200 pixels
Yes
White, gray, blue
Yes
- Loudspeaker
- Dual SIM (dual stand-by)
- 3.5mm jack
- Proximity (sensors)
- SNS applications
- MP4/H.263 player
- MP3/eAAC+/WAV player
- Organizer
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1000 mAh
Up to
Up to 13 h

Image: http://www.gsmarena.com/samsung_rex_70_s3802-pictures-5299.php

Samsung Rex 60 C3312R

Specifications
Samsung Rex 60 C3312R
Network2G
3G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
SizeDimensions
Weight
Display
101.8 x 55 x 12.2 mm
100 gram
TFT touchscreen, 65K colors
240 x 320 pixels, 2.8 inches (~143 ppi pixel density)
MemoryPhonebook
Call records
Internal
Card slot
1000 entries, Photocall
Yes
30 MB
microSD, up to 16 GB
DataGPRS
EDGE
3G
WLAN
Bluetooth
Infrared port
USB
Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 - 48 kbps
Class 12


v3.0

microUSB v2.0, USB Host
FeaturesOS
CPU
Messaging
Ringtones
Browser
Radio
GPS
Games
Camera
Video
Colors
Java


SMS, MMS, Email, IM
Vibration, MP3 ringtones
WAP 2.0/xHTML
TBD

Yes
1.3 MP, 1280 x 1024 pixels
Yes
White, gray, blue
MIDP 2.1
- Loudspeaker
- Dual SIM (dual stand-by)
- 3.5mm jack
- Proximity (sensors)
- SNS applications
- MP4/H.263 player
- MP3/eAAC+ player
- Organizer
- Predictive text input
- Clock
- Calendar
- Alarm
Battery
Stand-by
Talk time
Standard battery, Li-Ion 1000 mAh
Up to
Up to 15 h

Image: http://www.gsmarena.com/samsung_rex_60_c3312r-pictures-5298.php

Hotel Rembulan

Hotel Rembulan terletak di Jalan Raya Lintas Timur No. 018, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Berikut adalah foto-foto yang diambil di hotel ini pada pertengahan Januari 2012.
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Popular Posts

-