Permainan Tepuk Gambar (Lampung)

Permainan tepuk gambar biasanya disenangi oleh anak laki-laki. Pemain yang terlibat dalam permainan ini adalah dua orang. Sebelum bermain mereka harus memiliki sejumlah kartu bergambar yang akan dimainkan. Kartu bergambar terbuat dari kertas karton tipis dengan beragam model gambar, seperti yang biasa dilihat dalam film anak-anak yang sedang populer di televisi. Lembar gambar ganya terisi satu bagian, bagian lainnya kosong (tidak bergambar). Gambar-gambar tersebut biasanya diperoleh di warung-warung atau penjaga mainan anak di sekolah-sekolah. Ukuran dan besarnya gambar sangat beragam, ada yang kecil dan ada yang besar.

Permainan tepuk gambar tidak memerlukan keahlian khusus dari pemainnya. Yang penting, dia dapat memilih lembar gambar unggulan yang selalu terbuka bagian bergambarnya. Faktor keberuntungan menjadi hal yang paling menentukan dalam permainan tepuk gambar.

Cara memainkan tepuk gambar pun cukup mudah. Pertama-tama pemain memilih satu gambar yang paling diunggulkan untuk dimainkan. Mereka meletakkan gambar tersebut pada telapak tangan kanan yang terbuka. Kedua telapak tersebut diadukan lalu ditarik kembali. Pada saat itu, gambar terlepas dan jatuh melayang ke bawah. Gambar yang sampai ke bawah dengan posisi terbuka (bagian bergambarnya terlihat) dinyatakan menang apabila gambar lawannya tertutup, itu artinya permainan dinyatakan seri. Pemain yang kalah harus membayar pemain yang menang dengan sejumlah gambar yang telah disepakati. Permainan diakhiri bila kedua pihak sepakat untuk berhenti.

Sumber:
Sucipto, Toto, dkk,. 2003. Kebudayaan Masyarakat Lampung di Kabupaten Lampung Timur. Bandung: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung.
Dibaca: