Jiret (Jawa Barat)

Perangkap yang oleh peladang disebut sebagai jiret terbuat dari kawat yang cukup kuat untuk menahan amukan bagong (babi hutan) yang terperangkap. Kawat itu bisa dari sisa-sisa kopling atau rem sepeda motor, atau bisa juga kawat lain yang berdiameter 0,1 sentimeter yang dapat diperoleh dari toko material dengan cara membeli. Agar kawat-kawat itu menjadi sebuah perangkap, maka salah satu ujungnya dibuat sedemikian rupa sehingga persis seperti “tali gantung” yang bisa dikencang-kendorkan.

Jiret di pasang pada sebuah ranting pohon yang elastis (dapat dilengkungkan) yang diperkirakan cukup kuat untuk menahan tubuh seekor bagong. Dalam hal ini salah satu ujungnya ditalikan pada ranting tersebut, sementara ujung lainnya yang berbentuk lingkaran diletakkan di atas permukaan tanah, kemudian diberi pemberat dan ditutup dengan dedaunan kering. Dengan cara seperti itu jika ada bagong yang lewat dan kakinya menginjaknya, maka ia akan terjerat dan terangkat oleh ranting sehingga tubuhnya bergantungan di ranting tersebut. Setelah kujut terpasang biasanya akan ditinggalkan dan diperiksa kembali keesokan harinya untuk mengetahui terjerat atau tidaknya bagong, sebab jika ada yang terjerat dan tidak segera diambil, maka ia akan mati. (pepeng)
hal
Dilihat: